Kompos ala Lasiyo
- Haluskan 1 ton serasah, paling baik daun bambu, atau kotoran hewan (kohe) dengan mesin shredder.
- Hamparkan serasah atau kohe di atas terpal lalu kocorkan larutan pengurai. Satu ton serasah memerlukan 10 l pengurai, kalau kohe cukup seliter.
- Bolak-balik agar larutan pengurai merata.
- Tangkupkan ujung terpal ke tengah sampai menutup lalu diamkan.
- Selang 2 minggu, kompos siap diaplikasikan.
Rimpang Dapur Antifusarium
- Tumbuk/lumat 1 kg rimpang dapur (disarankan menggunakan yang murah seperti lengkuas atau kunyit).
- Tumbuk/lumat 1 kg daun mimba, brotowali, sambiloto, pepaya, atau mahoni.
- Didihkan 5 l air lalu masukkan rimpang dan daun yang sudah dihaluskan.
- Aduk 5—10 menit lalu matikan api.
- Setelah dingin bisa diaplikasikan ke tanaman. Tambahkan 9 l air ke dalam 1 l pestisida.
Bedol Tunas Dapat Bibit
- Keduk tanah di sekitar tunas anakan berukuran 20—40 cm.
- Potong dengan pisau tajam sampai terpisah dari induk. Sisakan 3—5 akar.
- Campur media tanam terdiri dari arang sekam, kompos, dan tanah dengan perbandingan 1:2:4, masukkan dalam polibag 10 cm x 15 cm.
- Celupkan tunas dalam larutan ZPT lalu masukkan ke polibag.
- Teduhkan lalu siram pagi dan sore saat kemarau atau seperlunya saat hujan.
- Kocorkan pestisida nabati 1—2 kali per minggu.
- Setelah keluar tunas baru, biarkan terkena langsung tersinari matahari.
- Bibit siap tanam ketika berdaun 2—3.***
