Saturday, January 17, 2026

Konsumsi Herbal untuk Kebugaran Tubuh saat Cuaca Ekstrim

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis intensitas curah hujan disertai angin kencang konsisten meningkat dari September hingga November 2024. Sementara data cuaca ekstrem per tahun juga cenderung mengalami peningkatan dari 2023 menuju 2024.

Parameter yang dilihat yakni dari hujan lebat disertai angin kencang. Cuaca ekstrem kerap terjadi saat pergantian tahun. Hal itu lazim terjadi karena pergantian musim kemarau menuju musim hujan. Kondisi itu membuat salah satu pengajar di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Lestari, tidak alpa menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

 “Setidaknya menggunakan masker mampu mengurangi paparan polusi udara perkotaan,” ujar Lestari. Pengaruh cuaca ekstrim mampu menurunkan kualitas udara. Kualitas udara yang tidak bagus mampu mempengaruhi kesehatan tubuh. Otomatis mudah tertular berbagai jenis penyakit seperti batuk dan pilek.

Sebenarnya upaya yang dilakukan oleh Lestari itu sudah benar. Namun, ada alternatif lain yang bisa juga dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh pada saat cuaca ekstrim. Yakni menjaga kebugaran tubuh dengan pola hidup sehat.

Tren konsumsi pangan fungsional berupa ramuan herbal menjadi gaya hidup sehat untuk mencapai tubuh bugar pada saat cuaca ekstrim menyerang. Dokter sekaligus dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, dr. Ari Udijono, M. Kes., FIAS., mengatakan udara dapat mengandung partikel polutan yang berdampak bagi kesehatan.

Kondisi itu disebabkan oleh zat gas, padatan, ataupun aerosol yang terbang ke atmosfer. Unsur yang menyebabkan polutan seperti karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan nitrogen dioksida (NO2). Partikulat itu berbentuk padat dengan diameter 1—1.00 μm atau biasa disebut dengan debu.

“Jenis polutan berbentuk gas yang bisa masuk ke alveolus,” ujar dr. Ari. Yakni berupa polutan mikro. Sementara polutan makro dalam bentuk debu sebenarnya masih bisa tersaring melalui mukosa dan rambut halus pada hidung. Kemudian keluar dalam bentuk kotoran hidung.

Apabila polutan sudah masuk dalam alveolus akan mengganggu sistem pernapasan. Dampaknya terjadi peradangan, sakit tenggorokan, batuk, dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Ari menyarankan untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tujuannya supaya fungsi kekebalan tubuh tidak mudah terserang saat cuaca ekstrim melanda. Menurut dr. Ari mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin merupakan upaya untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima.

Konsumsi herbal

Herbalis di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati, menyarankan konsumsi herbal untuk kekebalan tubuh sangat baik. Penurunan fungsi pada paru dapat menimbulkan resiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, bronkitis, kanker, pneumonia, dan asma.

Menurut Valentina sejatinya konsumsi herbal idealnya tidak menunggu saat tubuh sakit. Konsumsi herbal merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebugaran tubuh.

Valentina menyarankan beberapa herbal seperti pegagan untuk mengurangi resiko pengentalan darah pada cuaca ekstrim. Ada juga mengkudu berperan sebagai penangkal radikal bebas berlebihan yang masuk ke dalam tubuh.

“Konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, istirahat cukup dengan mengelola stres, dan mengurangi alkohol atau setop alkohol juga baik untuk mendukung gaya hidup sehat,” ujar Valentina. Selain itu konsumsi herbal yang tersedia dalam bentuk minuman kesehatan juga baik untuk mendukung gaya hidup sehat.

 “Asalkan kualitas bahan baku tetap diperhatikan,” ujar guru yoga itu. Kuliatas bahan baku sangat penting dalam pembuatan minuman kesehatan berbahan alami. Tujuannya supaya khasiat yang terkandung di dalam bahan baku bekerja optimal untuk tubuh.

Pengolahan dan penyimpanannya juga tidak kalah penting. Penyimpanan herbal tidak boleh lebih dari 6 bulan. Terhitung dari waktu produksi. Ia menganjurkan penyimpanan di dalam wadah kering. Peletakan herbal pada tempat berkelembapan tinggi akan menyebabkan kualitas herbal berkurang.

Keruan saja gaya hidup sehat dengan mengonsumsi herbal menjadi rutinitas warga di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Faizah (atas permintaan nama disamarkan). Faizah mengolah beragam jenis bahan baku herbal dalam bentuk serbuk.

Ia merebus satu saset herbal dengan 800 ml air hingga mendidih. Ketika air rebusan hangat, selanjutnya ia membagi menjadi tiga bagian. Ia mengonsumsi ramuan herbal itu saat pagi, siang, dan sore.

Faizah mengonsumsi ramuan herbal sebelum makan atau pada saat perut kosong. Tujuannya supaya tubuh mudah memanfaatkan senyawa aktif yang terkandung pada ramuan herbal. Ramuan herbal yang dikonsumsi oleh Faizah berbahan baku seperti adas, temumangga, dan temugiring.

Faizah rutin mengonsumsi ramuan herbal sejak 2017. Ia tetap disiplin mengonsumsi ramuan herbal meskipun sedang sehat. Berkat disiplin mengonsumsi ramuan membuat tubuh Faizah terasa lebih bugar. Ia mengonsumsi herbal untuk menjaga daya tahan tubuh dan melancarkan sistem metabolisme.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img