Wednesday, April 17, 2024

Konsumsi Jamur dari Hasil Budidaya Organik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Prinsip dasar pertanian atau budidaya jamur organik memang meminimalkan penggunaan bahan dari luar lingkungan seperti penambahan zat tumbuh dan insektisida serta pestisida kimiawi. Untuk mencegah hama pada jamur Anda dapat menggunakan bahan alam seperti daun mimba.

Penggunaan racikan daun mimba Azadirachta indica untuk mengendalikan gangguan hama dan penyakit yang menganggu budidaya jamur. Caranya dengan menumbuk 100 gram daun mimba hingga lumat, merendam dalam 0,5 liter air selama 2—3 hari.

Lalu menyaring hasil fermentasi itu agar bebas biomassa sehingga tidak mengganggu nozel penyemprot. Sebelum penyemprotan, Anda dapat melarutkan 200 cc diferementasi dalam 10 liter air bersih.

Mimba efektif menghalau hama lalat jamur Lycoriella spp. dan Coboldia spp. yang menyebabkan gagal panen. Pertanian organik meminimalkan penggunaan sumber daya yang tak dapat diperbarui. Dari lahan dan dikembalikan ke lahan sehingga membentuk rantai yang tak terputus.

Bila memakai media yang tepat, jamur akan berkembang biak dengan baik. Misalnya dari serbuk kayu albasia atau kayu keras lain. Setelah itu ia mendiamkan serbuk kayu di bawah sinar matahari dan air hujan sambil dibolak-balik selama 3 bulan.

Hal itu untuk memberikan kelembapan yang baik bagi serbuk kayu. Idealnya kelembapan media 60—70%. Formulasi media baglog yaitu serbuk kayu mencapai 65%, dedak untuk nutrisi (15%), kapur (3%), dan sisanya air (17%) sebagai bahan baglog.

Pastikan telah mensterilisasi, menginokulasi, dan menginkubasi baglog. Setiap kumbung berukuran 10 m x 30 m berkapasitas setiap kumbung mencapai 30.000 baglog. Pada umur 5—6 bulan, ketika baglog produksi di dalam kumbung mulai menurun hasilnya, Anda dapat  menyiapkan baglog pengganti.

Dengan demikian, stabilitas produksi jamur sehari terjaga. Agar sayuran nirklorofil itu tumbuh maksimal. Penyiraman juga untuk mendapatkan lingkungan yang tepat untuk tumbuh kembang jamur.

Jamur sangat peka terhadap kelembapan yang tidak teratur. Jika kelembapan kumbung di bawah 60%, pekebun masih bisa mengakalinya dengan meningkatkan frekuensi penyiraman menjadi 5 kali sehari. Namun, jika kelembapan terlalu tinggi di atas 90% jamur akan menghitam, bobot menyusut, dan cepat busuk.

Pada masa pertumbuhan, jamur membutuhkan suhu 15—200C dan kelembapan 90%.  Media dan kelembapan tepat memberikan keuntungan lain bagi pekebun seperti miselium cepat tumbuh dan tebal, panen 5 kali, lazimnya maksimal 3 kali.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peternak di Kabupaten Magelang Sukses Silangkan Ayam Poland

Trubus.id—Penggemar ayam poland di Indonesia berasal dari berbagai daerah. Alasannya karena sosok ayam poland sangat unik. Muhammad Doni Saputra...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img