Tuesday, November 29, 2022

Kontes Serama ITC Cempaka Mas 2006 : Kamboja Menebus Dosa

Rekomendasi

Dosa itu ditebus seminggu kemudian di Jakarta. Berbekal dada busung sempurna, klangenan Edi Sebayang itu menekuk semua pesaing sekaligus merebut grand champion pada Kontes Serama ITC Cempaka Mas 2006.

Kamboja memang tampil beda. “Ia mampu membusungkan dada setiap kali ada sorakan,” ujar Hengky Tanjung, koordinator tim juri P2ASI (Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia). Gaya dan mental bertanding pun tak kalah menawan. Meski arena kontes penuh sesak, Kamboja tak canggung bergaya.

Perjalanan Kamboja meraih yang terbaik 1 sungguh terjal. Serama asal Tangerang itu mesti beradu molek dengan rival terberat, Janur Kuning wakil Palm saat menjadi kampiun dewasa A. Total nilai pun terpaut tipis hanya 3 angka saja. Nama-nama tersohor lain seperti Ada Saja, Yoga, dan Triple sudah dilibas lebih awal. ”Bulunya indah, tarikan dada bagus, kepala pun tegak,  itulah keunggulan Kamboja,” tutur Boyke Nenggolan, anggota tim juri.

Dominasi Edi

Di kelas anakan jantan, Gigi kesayangan Edi Sebayang berhasil menorehkan juara terhormat. Dengan mengantongi nilai 48,5, ia menggusur Cempaka 7 milik Aris dengan selisih 3 angka.

Di kategori betina dewasa, Sinta milik Edi pun berhasil mengukuhkan dirinya  menjadi yang terbaik. Serama berbulu putih dengan corak jingga itu diganjar 61 angka. Terpaut 0,5 angka dengan Andrea andalan Yobi dari Jakarta yang puas menempati peringkat ke-2. “Saya beri pakan: gabah merah, jagung giling, jewawut, dan pepaya hingga jengger Sinta lebih merah. Selain itu, daya tahan tubuhnya bagus dan tampak segar,” ujar Edi Sebayang.

Di kategori muda, Cenil dari Tangerang dikukuhkan sebagai jawara. Ia berhasil meraih nilai dengan total 71,5. Langkah tegaknya berhasil melibas Mantab milik Aris dari Cempaka dan Ken Arok kesayangan Yongki dari Karanganyar, Jawa Tengah.

Aduh, milik Aris dari Cempaka itu berhasil menjadi terbaik di kategori remaja. Dengan total angka 49,5 ia menekuk Duo dan Lara. “Ia terbaik di antara remaja berkualitas lainnya,” ungkap Vijay, tim juri.

Kontes ramai

Kontes yang diikuti 50 serama dari berbagai daerah itu melahirkan jawarajawara baru. Terutama di kelas anakan berumur 2—3 bulan. “Kualitas anakan sudah mulai meningkat,” ujar Rudi Pelung, Sekjen P2ASI. Itu menunjukkan hasil tangkaran peternak di tanahair sudah sangat berkualitas seperti negeri asalnya, Malaysia. Menurut Rudi, kelak kontes serama bakal di dominasi anakan tangkaran lokal. “Kita tinggal mensosialisasikan dengan standar yang akan kita buat,” tuturnya.

Dihakimi 3 juri ternama dari P2ASI pusat: Hengky Tanjung, Boyke Nanggolan, dan Vijay, kontes pasca merebaknya flu burung itu mengukuhkan Edi Sebayang sebagai juara umum. Lelaki  bertubuh tambun itu berhasil merebut 4 juara di kategori dewasa A, muda, betina, dan anak dari 6 kategori yang dikonteskan. (Hermansyah)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img