Wednesday, January 28, 2026

Kukang, Satwa Eksotis yang Kian Terdesak Akibat Perburuan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Kukang jenis primata kecil berukuran sebesar kucing biasa dan mirip beruang kecil. Rambut tubuh terdiri atas dua lapisan. Lapisan pertama, rambut wol pendek dan lebat di bagian dalam. Lapisan kedua, rambut lebih panjang dan kaku di bagian terluar.

Warna rambut bervariasi antara cokelat abu-abu pucat hingga cokelat kemerahan. Terdapat garis cokelat memanjang dari puncak kepala hingga pertengahan ekor. Kukang juga memiliki cincin mata berkelir cokelat dan putih.

Kepala fauna soliter itu bulat dan bermoncong runcing yang selalu lembap (rhinarium). Matanya bulat, besar, dan mengarah ke depan. Mata kukang tergolong yang terbesar dan paling menonjol di antara primata lain seperti monyet ekor panjang.

Ekor hampir tidak terlihat karena pendek sekitar 2 cm sehingga termasuk monyet. Kaki kukang pendek dan gemuk. Semua jari berkuku, kecuali jari kedua pada kaki yang memiliki cakar panjang. Jari-jari kukang berfungsi memegang ranting atau dahan.

Genggaman dan cengkeraman tangan satwa arboreal itu amat erat dan sulit dilepaskan. Tangan juga untuk memegang pakan sehingga hewan itu bisa makan sambil duduk. Kukang berjalan lambat dengan tangan dan kaki secara bergantian.

Meski lambat, kukang dapat berjalan sekitar 8 kilometer dalam satu malam. Jarak itu tergolong jauh untuk mamalia lambat. Perkembangan kukang paling lambat dibanding makhluk nokturnal lain.

Setidaknya, terdapat 8 kukang di seluruh dunia. Nycticebus coucang, N. javanicus, N. menagensis, N. bancanus,dan N. borneanus menghuni Indonesia. Jenis satwa primata itu menghuni Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bangka.

Kukang yang paling baru teridentifikasi juga dari Indonesia, yakni N. Kayan. N. bengalensis berhabitat di India, sedangkan N. pygmaeus bertempat di Tiongkok, Vietnam, dan Kamboja. Kukang jawa N. javanicus paling besar dengan panjang pejantan 38 cm dan bobot 1 kg.

Sementara itu, panjang kukang sumatra N. coucang 30 cm. N. menagensis yang menghuni Kalimantan dan Filipina sekitar 28 cm. Bobot kedua kukang yang disebut terakhir relatif sama, yakni 600–700 gram. Bobot jantan lebih berat ketimbang betina. Warna jantan juga lebih gelap daripada betina.

Kukang jawa berciri garis di kepala jelas dan cincin mata jelas. Sementara itu, salah satu ciri kukang sumatra berwarna kemerahan dan garis putih di kepala agak menumpuk.

Lazimnya, satwa yang dilindungi itu tersebar dari dataran rendah hingga tempat berelevasi 1.000 meter di atas permukaan laut (m dpl) berupa hutan alami dan sekunder. Kukang banyak ditemukan di perkebunan, lahan pertanian, dan hutan rakyat.

Di tempat itu pakan berupa buah, serangga, dan reptil kecil tersedia. Satwa omnivora itu pun gemar menyantap getah dan cairan tumbuhan seperti nektar menggunakan lidah. Indra pengecap kukang adalah yang terpanjang di antara semua primata.

Hidaslorit—sebutan kukang di Finlandia—tidak membuat sarang sehingga menempati rongga kayu di hutan. Rumpun bambu juga kerap menjadi pohon tidur kukang.

Posisi hewan kerabat bushbabies itu unik karena membentuk bola menyerupai trenggiling. Sayangnya, keberadaan kukang kian terdesak akibat perburuan, perdagangan, dan rusaknya ekosistem.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img