Monday, August 8, 2022

Kulit Ratu Pembebas Chikungunya

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jus kulit manggisBerkat  konsumsi kulit manggis, lumpuh akibat chikungunya pun sirna.

 

Kelumpuhan tiba – tiba mendera Albertha  pada pengujung 2011. Suatu malam saat sedang berkemih herbalis di Medan, Sumatera Utara, itu mendadak tidak bisa menggerakkan tubuh. “Papa … papa …!” Ia meminta pertolongan sang suami yang segera membopongnya ke pembaringan. Malam itu sepulang menghadiri acara seminar kesehatan dan general check up di Indrapura, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, berjarak 4,5 jam perjalanan dari rumah, Albertha memang merasa sangat letih. Suhu tubuh tinggi hingga 39,8oC sehingga Bertha merasakan haus yang  tak  kunjung hilang.

Pada tengah malam itu sang suami bermaksud segera membawa Albertha ke rumahsakit, tapi ia menolak. Ia lebih memilih meminum setengah botol (175 ml) jus kulit manggis dan air putih sebanyak – banyaknya hingga menghabiskan setengah isi galon air mineral. “Supaya panas cepat turun,” kata Bertha, sapaan Albertha.

Karena suhu tubuh masih tinggi, 390C, Bertha meminta sang suami untuk mengompres dengan air es. Seraya dikompres, ia kembali meneguk 175 ml jus kulit manggis. Karena seluruh tubuh tak dapat bergerak, Bertha harus buang air kecil di pembaringan menggunakan pispot. Total jenderal sejak tiba di rumah sepulang dari Indrapura, empat kali Bertha mengonsumsi setengah botol jus kulit manggis. Hasilnya, pada pukul 9 pagi suhu tubuh Bertha mulai stabil (35,50C) dan tidak merasa sakit lagi. Ia pun sudah bisa bangkit dari tempat tidur, mandi, dan terbang ke Jakarta menghadiri sebuah acara.

Chikungunya

Kondisi lumpuh secara tiba – tiba yang dialami Albertha bukan tanpa sebab. Ketika sedang menghadiri seminar kesehatan dan general check up di Indrapura, Sumatera Utara, Bertha merasa dirinya seperti tersengat lebah. “Ternyata nyamuk berukuran besar,” ujarnya. Serangan chikungunya langsung melintas di benak perempuan ramah itu. Maklum, pada acara general check up di Indrapura Bertha mendapati banyak pasien dengan kondisi tak bisa menggerakkan tubuh. Dari laporan warga setempat, chikungunya tengah mewabah di sana.

Chikungunya merupakan penyakit yang diakibatkan virus chikungunya. Penyakit itu disebarkan melalui gigitan nyamuk, hampir serupa dengan demam berdarah dengue. Penyebarannya di Asia Tenggara, Afrika, Amerika Latin, Amerika Tengah, dan beberapa bagian Asia lainnya. Data Departemen Kesehatan 2009, pada 2008 jumlah penderita chikungunya di Indonesia mencapai 2.608 jiwa yang menyebar di 5 provinsi: Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Barat, dan Yogyakarta.

Dr Primal Sudjana SpPD, ahli penyakit tropis di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, menjelaskan pasien chikungunya merasa lemah, letih, lesu, mengalami demam tinggi, muncul ruam di kulit, merasa pegal – pegal, dan nyeri luar biasa di persendian. Menurut Primal nyeri di sendi karena virus membentuk antibodi yang mengganggu persendiaan. “Nyeri di persendiaan ciri utama chikungunya,” kata Primal. Penyakit akibat infeksi virus dengan masa inkubasi tujuh hari itu tidak menyebabkan kematian tapi membuat mobilitas penderita berkurang.

Untuk memastikan diagnosis penyakit ini, diperlukan pemeriksaan darah. Menurut Hartoyo di subdit arbovirosis Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, untuk memastikan chikungunya perlu dilakukan pemeriksaan antibodi melalui tes darah dengan rapid diagnostic test (RDT). ”Bilamana hasil tes menunjukkan positif, maka pasien terkena chikungunya,” ujarnya. Karena cara penularannya sama seperti demam dengue, maka pencegahannya serupa. Contohnya pemakaian kelambu atau obat nyamuk, penggunaan abate atau penyemprotan insektisida untuk memberantas nyamuk dan jentiknya di daerah di sekitar penderita.  Hal lain menguras bak mandi dan tempat air lainnya seminggu sekali serta menutupnya agar nyamuk tidak berkembang.

Superantioksidan

Belum ada riset mengungkap khasiat kulit manggis mengatasi chikungunya. Riset yang ada mengungkap kulit manggis sebagai antivirus HIV dan antibakteri. Joseph J. Magadula, periset di  Institut Obat Tradisional, Muhimbili University, Tanzania, meneliti 9 spesies kerabat manggis bergenus Garcinia. Magadula menyimpulkan, kulit buah Garcinia semseii mempunyai daya hambat terbesar melawan HIV dengan nilai IC50 (inhibitory consentration alias konsentrasi penghambatan sediaan atau ekstraksi herbal terhadap virus uji) hanya 5,7 µg/ml. Semakin kecil dosis, kian kuat ekstrak dalam menghambat virus. Senyawa utama yang berperan dalam menghambat virus HIV adalah mangostin dan gammamangostin. Kedua senyawa itu juga terkandung dalam  kulit manggis Garcinia mangostana.

Aktivitas antibakteri kulit manggis dibuktikan Masniari Poeloengan, periset di Balai Besar  Penelitian Veteriner, Bogor, Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa ekstrak etanol kulit manggis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis  dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 2%. Meningkatnya konsentrasi ekstrak etanol kulit manggis, dapat meningkatkan diameter daya hambat bakteri yang terbentuk.

Paulus Wahyudi Halim, dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, menduga dalam kasus chikungunya kulit manggis berperan memperbaiki fungsi saraf sensorik dan motorik. Gejala  simptomatik pada pasien chikungunya, seperti kelumpuhan mendadak, menandakan fungsi saraf motoriknya terganggu. ”Kulit manggis bersifat superantioksidan yang dapat melindungi sel dari kerusakan, serta meregenerasi  sel sehingga fungsi saraf motorik dapat pulih lagi,” ujarnya. Gejala seperti pegal dan sakit di badan diakibatkan saraf sensorik yang terganggu. Dengan adanya kulit manggis, fungsi saraf sensorik juga akan diperbaiki.

Dalam mengonsumsi kulit manggis, Paulus menyarankan penggunaan secara kombinasi dengan herbal lain seperti sambiloto. Tujuannya, untuk mensinergiskan efek dari kulit manggis. Pada beberapa kasus, konsumsi kulit manggis secara tunggal dapat menimbulkan efek samping kulit mulut pecah – pecah, sariawan, dan panas dalam. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Tri Istianingsih)

 

Gejala Chikungunya

Chikungunya diawali dengan lemah, letih, lesu, demam tinggi, muncul ruam di kulit, pegal, dan nyeri di persendian. Infeksi virus selama tujuh hari itu menyebabkan mobilitas penederita berkurang.

Demam tinggi

Lemah

Letih

Lesu

Ruam kulit

Pegal

Nyeri sendi

 

 

Daerah berair sering menjadi tempat hidup  vektor chikungunya

dr Paulus Wahyudi Halim, kulit manggis bersifat superantioksidan yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan sel

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img