Friday, August 12, 2022

Penjaga Nutrisi Buah Hati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Daun katukKhasiat daun katuk mempelancar air susu ibu (ASI) terbukti secara ilmiah.

 

Djuariyah Mintarsih bukan desainer taman. Perempuan 65 tahun di Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kotamadya Cimahi, Jawa Barat, itu berpikir praktis ketika membuat taman di halaman depan rumahnya. Di atas tanah 20 m2, Mintarsih memagari taman dengan katuk, bukan hanjuang atau acalypha. Ia menanam katuk Sauropus androgynus agar dapat memanen daunnya untuk membuat sayur.

“Saya punya anak perempuan yang sudah menikah. Saya selalu menyarankan anak saya untuk mengonsumsi sayur daun katuk agar ASI (air susu ibu, red) melimpah,” ujar Mintarsih. Kebiasaan mengonsumsi daun katuk itu warisan orangtua Mintarsih. “Waktu saya muda belum ada susu formula. Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, saya hanya mengandalkan ASI.  Agar ASI tidak kering, ibu sering menyuruh saya mengonsumsi sayur daun katuk,” kata ibu 6 anak itu. Kini kebiasaan itu ia wariskan kepada putri bungsunya.

Teruji klinis

Daun tanaman anggota famili Euphorbiaceae itu memang identik dengan air susu. Benarkah? Khasiat daun katuk memperlancar ASI ternyata bukan sekadar mitos. Periset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional, Sa’roni, bersama rekan di Unit Biostatistik dan Klinik Epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, membuktikannya secara ilmiah melalui uji klinis.

Dalam penelitian itu Sa’roni melakukan uji klinis khasiat daun katuk kepada ibu melahirkan dan menyusui di rumah sakit bersalin (RSB) Aisiyah, Puri Husada, dan Candra Brata Medica Plasa, ketiganya di Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Sa’roni membagi sampel ke dalam 2 kelompok, masing-masing terdiri atas 48  orang. Kelompok pertama menjadi plasebo. Pada kelompok itu ia memberikan tablet yang tidak mengandung senyawa aktif apa pun, 1 tablet vitamin, dan 1 tablet mineral per hari.

Sementara pada kelompok kedua, Sa’roni memberikan 300 mg ekstrak daun katuk dalam bentuk tablet 3 kali sehari, 1 tablet vitamin, dan 1 tablet mineral. Perlakuan itu selama 15 hari. Hasilnya, ekstrak daun katuk mampu meningkatkan produksi air susu ibu rata-rata 198,67 ml. Jumlah itu jauh lebih tinggi ketimbang kenaikan volume air susu ibu pada kelompok plasebo yang rata-rata hanya 131,99 ml.

Sebelum pemberian ekstrak daun katuk, sebanyak 31,25% sampel mengalami kekurangan ASI. Setelah mengonsumsi ekstrak daun katuk, jumlah sampel yang kekurangan air susu ibu berkurang menjadi 19,75%. Bandingkan dengan kelompok plasebo, jumlah sampel yang kekurangan ASI sebelum dan sesudah  perlakuan tetap, yakni 29,2%.

Sa’roni menduga keampuhan daun katuk meningkatkan volume ASI berkat kandungan alkaloid, sterol, dan nutrisi yang lengkap. Ketiga komponen itu meningkatkan metabolisme glukosa untuk sintesa laktosa sehingga produksi ASI pun meningkat. Ekstrak daun katuk tidak menurunkan kualitas ASI. Itu terlihat dari kadar protein dan lemak ASI antara kelompok yang mengonsumsi ekstrak daun katuk dan plasebo yang hampir sama.

Para herbalis sudah lama meresepkan daun katuk sebagai pelancar ASI. Maria Margaretha Andjarwati, herbalis di Jakarta Utara, menyarankan kepada pasien untuk mengonsumsi daun katuk dengan mengolahnya menjadi sayur. Untuk sekali konsumsi pasien dapat mengolah 100 g daun katuk segar menjadi sayur. Sayur dikonsumsi 2 kali sehari. “Konsumsi daun katuk membuat ASI menjadi lebih kental dan lebih lancar,” ujarnya. Ketika mengonsumsi sayur daun katuk, hindari pemanasan berulang karena dapat merusak senyawa aktif daun katuk.

Menurut Andjarwati daun katuk juga bermanfaat meredakan panas dalam. Untuk memperoleh khasiat itu, seduh 15 g daun katuk setengah kering dengan segelas air panas. Minum air seduhan itu 4 kali sehari. Andjarwati menyarankan menjemur daun katuk di bawah sinar matahari selama 2 – 3 hari untuk memperoleh daun setengah kering,.

Banyak pilihan

Yana Sunoto, herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, juga meresepkan daun katuk untuk melancarkan ASI dan afrodisiak. Ia memadukan daun katuk yang bersifat diuretik alias peluruh urine dengan herbal lain yang bersifat antibiotik seperti rimpang temulawak, daun tapakliman, atau sambiloto. “Kombinasi herbal akan memperkuat khasiat,” ujar Sunoto.

Pasien dapat mengonsumsi daun katuk dalam berbagai jenis sediaan seperti kapsul, simplisia kering, atau daun segar dalam sayur. Konsumsi daun katuk Sauropus androgynus dalam bentuk kapsul atau simplisia lebih praktis. Dosis konsumsi masing-masing 2 kapsul 3 kali sehari untuk pengobatan; pencegahan, cukup 1 kapsul 3 kali sehari. Jika dalam bentuk simplisia kering, minum segelas air seduhan sekantong teh daun katuk celup 2 kali sehari untuk pencegahan; pengobatan, minumlah 3 kali sehari.

Kesahihan bukti ilmiah itu mendorong beberapa industri farmasi memproduksi suplemen pelancar ASI berbahan daun katuk. Sebut saja PT Borobudur, PT Mecosin Indonesia, dan PT Kimia Farma. Industri-industri itu mengolah ekstrak daun katuk dalam bentuk kapsul.  Selain praktis, daun katuk dalam bentuk tablet atau kapsul juga menghilangkan aroma dan rasa langu yang kerap terasa bila mengonsumsi daun segar. Warisan nenek moyang itu kini hadir dalam kemasan modern. (Desi Sayyidati Rahimah)

Dongkrak Produksi ASI

Kelompok

 

Volume ASI (ml)

 

Kenaikan volume ASI (ml)

 

Kadar protein (%)

 

Kadar

lemak (%)

Sebelum perlakuan

 

Sesudah perlakuan

 

Ekstrak daun katuk

 

65,42±57,95

 

264,09±187,16

 

198,67±158,68

 

1,59±0,46

 

3,36±0,52

 

Plasebo

 

66,79±49,18

 

197,64±109,45

 

131,99±84,52

 

1,57±0,49

 

3,39±0,56

 

 

Sumber: Sar’oni

 

Kandungan Katuk per 100 g

3,11 mg vitamin D

0,1 mg vitamin B6

59 kalori

70 g air

4,8 g protein

2 g lemak

11 g karbohidrat

200 g vitamin C

 

Sumber: Oei, K N,  Daftar analisis bahan makanan. Unit Gizi Diponegoro. Badan Lit-Bangkes Depkes Jakarta

 

Maria Margaretha Andjarwati, resepkan daun katuk untuk melancarkan ASI dan penurun panas dalam

Kombinasi dengan temulawak sebagai antibiotik alami meningkatkan khasiat daun katuk

Kandungan nutrisi lengkap dalam daun katuk meningkatkan produksi ASI

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img