Langkah Dini Atasi Phytophthora pada Tanaman Kentang

0
tanaman kentang di kebun
Kebun kentang. (Dok. Trubus)

Trubus.id — Busuk daun momok pekebun kentang pada musim hujan. Daun yang semula hijau tiba-tiba melepuh seperti tersiram air panas. Daun pun berangsur menguning dan layu. Tak lama kemudian, serangannya meluas ke seluruh bagian tanaman, bahkan umbi pun busuk.

Bayangan kegagalan panen pun akan menghantui petani. Phytophthora infestans, cendawan yang menjadi biang keladi kerugian itu. Penyebarannya melalui umbi terinfeksi yang tertinggal di lahan, spora yang tertiup angin, atau terbawa air hujan.

Jika kelembapan mendekati 100% dan temperatur di atas 13°C, kotak spora mudah terbawa angin. Cipratan air hujan media penyebaran lain. Serangan terjadi bila temperatur rendah, siang 16–24°C dan malam hari 12°C.

Perawatan dan pemeliharaan tanaman dengan saksama satu-satunya cara efektif untuk mengatasi serangan. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi serangan Phytophthora pada kentang.

Bibit

Pilih bibit yang sesuai dengan permintaan pasar dan resisten Phytophthora. Dulu atlantik, kennebec, dan granola cukup resisten. Namun, setelah penanaman bertahun-tahun, mereka pun mulai rentan Phythophthora.

Hindari menanam ruset burbank dan katela karena sangat rentan terhadap semua ras cendawan busuk daun. Tanamlah bibit pada umur yang tepat. Bibit yang terlalu muda, dengan satu tunas kemungkinan pertumbuhan kurang seragam.

Akibatnya, menyulitkan pemeliharaan. Bila terlalu tua dengan banyak tunas, tumbuh kurang subur, dan peka serangan. Bibit dengan 2 atau 3 tunas lebih tepat.

Lokasi

Hindari menanam kentang di areal blight pocket. Beberapa lokasi yang tergolong areal itu antara lain:

  1. Dekat dengan pepohonan. Sebab, angin yang terhalang pepohonan mengakibatkan embun lambat kering dan daun lembap.
  2. Dekat tiang penyiram yang berdrainase buruk, selokan, atau kolam.
  3. Lereng terjal, tanah berteras sempit, areal tumpang sari dengan tanaman keras sehingga penyemprotan kurang leluasa.
  4. Lokasi yang banyak gulma sehingga lahan rimbun dan kelembapan tinggi. Selain itu, lakukan rotasi dengan tanaman lain di luar famili Solanaceae selama 8 bulan. Tujuannya, agar umbi terinfeksi yang tertinggal di lahan tumbuh dan mudah dicabut.

Kentang yang tak lolos sortir saat panen sebaiknya tak dibiarkan tertimbun di lahan. Pendam di lokasi yang jauh dari areal pertanaman atau jadikan pakan ternak.

Atur jarak tanam

Jarak tanam terlalu rapat mengakibatkan kelembapan tinggi. Untuk itu, perlebar jarak tanam hingga 10–20% dibanding musim kemarau. Dengan cara itu, kelembapan tinggi dapat dihindari.

Jarak antarblok penanaman sebaiknya tak terlalu berdekatan. Tujuannya, agar cipratan air hujan yang mengandung spora tidak mengenai blok di sebelah. Sebab, penyebaran lewat cipratan air jauh lebih berbahaya dibanding angin.

Pemupukan

Pemberian pupuk pada musim hujan berbeda dengan musim kemarau. Berikan nitrogen secara split 2/3 pada waktu tanam dan 1/3 ketika pembumbunan.

Sesuaikan pemupukan dengan kondisi tanah. Misalnya, untuk tanah andosol bertekstur lempung berpasir dan bahan organik tinggi, komposisi 1:2:1 sampai 1:2:2. Pemberian kalium dosis tinggi dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.

Sebaliknya, kebanyakan nitrogen mengakibatkan pertumbuhan vegetatif berlebihan, mudah rebah, dan rentan penyakit.

Pemeliharaan tanaman

Jaga sanitasi lahan dengan mencabut tanaman yang tumbuh dari umbi yang tertinggal di lahan. Jika ditemukan bercak pada daun, segera petik dan buang sejauh mungkin dari lahan. Lakukan pemantauan saksama pada daerah bertipe blight pocket.

Peramalan penyakit

Di beberapa negara maju, digunakan metode kombinasi data suhu, kelembapan, curah hujan untuk memperkirakan jenis serangan. Metode ini juga dilengkapi alat penangkap spora. Bahkan, terdapat program mikrokomputer khusus untuk pengendalian serangan yang disebut Potato Crop Management.

Penyemprotan

Ketika kentang mulai tumbuh, semprotkan fungisida 600–800 liter per hektare. Volume itu lebih efektif dibanding 1.000–1.400 liter per hektare. Sebab, daya tangkap daun hanya 600 liter, selebihnya menetes ke tanah. Gunakan 3 jenis fungisida untuk pengendalian tingkat serangan yang berbeda, kontak, translaminer, dan sistemik kuat.

Fungisida kontak melindungi permukaan tanaman dari spora. Cara itu cocok untuk pencegahan. Namun, jika serangan telanjur menyebar hingga dalam jaringan tanaman, petik daun yang terserang. Atau, gunakan jenis fungisida translaminer atau sistemik kuat untuk penyemprotan. Jenis itu mampu mengeradikasi infeksi.

Penanganan pascapanen

Phytophthora infestans tak bertahan lama di luar inang. Oleh karena itu, biarkan semua batang tanaman mati 2–3 minggu sebelum panen agar kulit umbi kuat dan daun bersih dari spora. Cara lain dengan memangkas batang tanaman 2 minggu sebelum panen.

Bisa juga dengan menyemprotkan herbisida kontak. Kentang yang terkena hujan sebaiknya diangin-anginkan atau dikipas agar kulitnya kering. Ingat, kelembapan merupakan pemicu pertumbuhan spora.