Badrun, petani asal Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mencoba peruntungan baru dengan menanam bawang merah. Namun, baru saja memulai, sebagian tanamannya menunjukkan gejala menguning dan layu.
Melihat kondisi itu, Badrun segera berkonsultasi dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Pringgarata dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Murbaya. Dari hasil diagnosis awal, mereka menduga tanaman Badrun terserang penyakit layu fusarium.
Sampel tanaman lalu dibawa ke laboratorium Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi NTB untuk diuji. Hasil pengujian menunjukkan, tanaman positif terserang cendawan Fusarium oxysporum, Aspergillus, serta bakteri penyebab layu.
Badrun menduga penyebab utamanya berasal dari benih yang kurang tepat. “Seandainya dari awal saya memilih varietas tahan penyakit, mungkin tidak separah ini,” ujarnya. Ia pun mulai mencari informasi tentang varietas bawang merah yang lebih tangguh terhadap serangan fusarium.
