Salah satu varietas bawang merah unggulan yang bisa menjadi pilihan petani ialah BM 9008 (Merdeka). Menurut Product Manager spesialis bawang PT East West Seed, Ahmad Rizki Lubis, S.P., varietas tersebut sangat tahan terhadap penyakit layu fusarium dan agak tahan terhadap antraknos.
BM 9008 (Merdeka) merupakan hasil persilangan antara induk betina BM 9242 dan induk jantan BM 266-B-13-2-2-B-B. Hasil “perkawinan” itu melahirkan varietas dengan produktivitas mencapai 18,89–26,77 ton per hektare bila populasi mencapai 533.333 tanaman per hektare. Varietas ini juga adaptif di dataran rendah maupun tinggi, termasuk saat musim hujan.
Selain BM 9008, varietas lain yang tak kalah unggul ialah Sumbu Marapi. Varietas hasil seleksi dari bawang merah lokal asal Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, ini mampu menghasilkan 29,74 ton per hektare meski populasinya hanya 222.222 tanaman per hektare.
Keunggulan lain Sumbu Marapi adalah daya simpan umbi yang lebih lama, bisa mencapai enam bulan. Varietas ini juga cocok untuk dataran menengah dan adaptif saat musim hujan. Dengan kehadiran inovasi-inovasi tersebut, petani seperti Badrun kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menekan risiko gagal panen akibat serangan penyakit.
