Jambu kristal memang mudah berbuah. Sekali berbuah jumlahnya 10-25 buah per pohon. Meski demikian dr Kerry Kartosen SpOG, hobiis dan penangkar buah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, selalu menyeleksi buah. “Cabang bisa patah kalau kebanyakan buah,” kata Kerry.
Maklum, bobot 400-500 g per buah. Cabang mesti menahan beban 2-2,5 kg, jika terdapat 5 buah. Celakanya, meski tergolong tanaman dikotil, ukuran cabang pohon anggota famili Myrtaceae itu kecil. Oleh karena itu Kerry hanya mempertahankan dua buah di setiap cabang atau total 20 buah per pohon. Isto Suwarno justru sebaliknya, menuai hingga 80 buah per pohon berumur 1,5 tahun.
Tumpangsari
Isto Suwarno bukan memelihara 1-2 pohon, tetapi 200 pohon di lahan 3.000 m2 berketinggian 400-500 m di atas permukaan laut. Pekebun di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu menanam bibit hasil okulasi setinggi 50 cm pada April-Mei 2010. Jarak tanam 2,5 m x 2,5 m. Sebulan menjelang penanaman, ia mempersiapkan lubang tanam berukuran 50 cm x 50 cm sedalam 50 cm, lalu membenamkan 25 kg pupuk kandang di setiap lubang tanam.
Saat itu hujan turun sepanjang tahun sehingga bibit tumbuh pesat. Pengujung tahun sama, lebih dari separuh pohon di Bandungan mulai belajar berbuah. Itu malah membuat pehobi bulutangkis itu pening menyaksikan buah-buah sebesar kepalan tangan menggelayuti ranting sejari kelingking sehingga tampak merunduk. Oleh karena itu Isto memasang penopang bambu agar cabang kuat menahan beban. Menurut Isto, panen perdana-10 buah per pohon-saat tanaman kerabat salam itu berumur 8 bulan.
Sejak saat itu tanaman terus-menerus berbuah hingga kini. Frekuensi panen dua kali per pekan itu sejak tanaman berumur 8 bulan pada Desember 2010. Ketika itu volume panen baru 50 kg per pekan. Pekebun berusia 52 tahun itu 2 kali panen setiap pekan masing-masing 25 kg. Saat ini harga jual jambu kristal di tingkat pekebun cukup tinggi, Rp15.000 per kg.
Namun, Isto masih membagi-bagikan buah hasil panen secara gratis kepada pengunjung di kebun. Pasalnya, “Penampilan buah masih jelek karena tidak dibungkus,” kata Isto. Mestinya buah dibungkus usai seleksi sehingga mulus dan menarik. Isto mengatakan produksi luar biasa itu antara lain berkat pupuk sayuran di sekitar pohon jambu biji. Beberapa petani sayuran memang memanfaatkan lahan tersisa di antara jambu biji untuk budidaya beragam sayuran seperti sawi, kubis, terung, labu, daun bawang, dan seledri.
Para petani memperoleh lahan untuk menanam, sementara pohon jambu kristal ikut “kecipratan” pupuk tanaman sayur. Meski begitu, Isto tidak sepenuhnya bergantung kepada petani sayur. Ia rutin menambahkan 25 kg pupuk kandang dan 10 g NPK-per pohon-setiap 4 bulan. Sementara itu, per 6 bulan ia menyemprotkan insektisida ke bawah daun untuk mencegah serangan serangga. Daun dan ranting muda jambu biji sasaran empuk kutu kebul, belalang, dan ulat pemakan daun.
Perawatan lain berupa pemangkasan pucuk setiap ranting sepanjang 20 cm. Frekuensi pemangkasan setiap 2 bulan sejak pohon berumur 2 bulan pascatanam. Dua tunas bakal muncul di bekas pangkasan yang masing-masing bakal menumbuhkan daun sehingga efisiensi fotosintesis meningkat. “Saat pembentukan energi mencapai puncak, muncul bunga,” kata Isto.
Lentur
Menurut peneliti di Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) Institut Pertanian Prof Dr Roedhy Purwanto, batang dan ranting jambu biji (termasuk jambu kristal) bersifat lentur dan liat sehingga tidak mudah patah meski berukuran kecil. Meski demikian, kekuatan itu tetap ada batasnya sehingga pekebun mesti menyeleksi jumlah buah per cabang.
Isto menyarankan agar pekebun melakukan seleksi saat pentil berumur 2 bulan sejak fruitset atau terbentuknya bunga menjadi buah. Saat itu ukuran buah agak lebih kecil daripada bola pingpong. “Pada ukuran itu, sempurna tidaknya bentuk buah sudah tampak,” kata Isto. Ia membuang pentil yang malformasi, berlubang, atau rusak. Selain mengurangi beban ranting, seleksi mengoptimalkan pasokan energi sehingga buah yang tersisa mencapai ukuran maksimal. “Idealnya, 25-40% jumlah pentil dikurangi,” kata Isto.
Menurut ahli buah di Bogor, Jawa Barat, Dr Mohamad Reza Tirtawinata MS, sifat jambu kristal lebih baik ketimbang jambu sukun, pendahulunya yang lebih dahulu beredar. Pasalnya, jambu kristal masih punya sedikit biji sehingga kebanyakan buah mampu bertahan sampai matang. Kehadiran biji dalam buah memicu pohon membentuk hormon auksin, yang memacu pertumbuhan dan pembesaran buah. Itu tidak terjadi pada jambu sukun yang sama sekali tak berbiji. Akibatnya sebagian besar pentil yang terbentuk rontok, tidak bertahan sampai matang. (Argohartono Arie Raharjo)
- Jambu kristal, bobot 400-500 g/buah
- Tanaman kristal mampu terus menerus berbuah
- Jambu kristal bisa berbuah perdana umur 8 bulan pascatanam
- Jambu tanpa biji biasanya mudah rontok karena kurang auksin
- Dengan pemangkasan rutin, produktivitas mencapai 80 buah per tanaman
