Wednesday, February 8, 2023

Lengkap! Cara Budidaya Wortel Organik

Rekomendasi

Trubus.id — Belakangan ini masyarakat mulai peduli pada gaya hidup sehat, salah satunya dengan konsumsi pangan organik. Wortel menjadi salah satu komoditas dari beragam jenis sayuran organik lain seperti kale, bayam merah, selada, caisim, dan cabai. Oleh karena itu, budidaya wortel organik memiliki peluang besar. Berikut ini kiat budidaya wortel organik yang bisa Anda terapkan.

Pemilihan lahan

Pilih lahan yang jauh dari area kebun konvensional. Lokasi lahan seperti itu guna mencegah pencemaran pupuk dan pestisida kimia yang kerap digunakan para pekebun konvensional. Dengan begitu, kualitas produk wortel yang dihasilkan terjamin kualitas mutunya.

Olah lahan

Sebelum menanam, Anda terlebih dahulu harus mengolah lahan agar gembur. Buat guludan selebar 1 m dengan panjang 8 m dan tinggi 50 cm.

Lalu, taburkan kapur pertanian untuk menetralisir tingkat keasaman (pH) tanah. Setiap guludan menghabiskan 8–10 kg kapur pertanian.

Pupuk organik

Taburkan pupuk organik berupa campuran pupuk kotoran ayam dan arang sekam yang telah difermentasi selama sebulan. Untuk setiap guludan, biasanya menghabiskan 6–8 kg pupuk organik.

Petani membuat pupuk dan pestisida dari bahan-bahan alami. (Dok. Trubus)

Fungsi dasar kompos untuk memperbaiki struktur tanah dan mengikat nutrisi dalam tanah. Fermentasi bahan organik menjadi kompos berguna untuk memacu kerja mikrob dengan cara merangsang pertumbuhannya. Kunci keberhasilan budidaya wortel organik adalah sumber nutrisi yang lengkap.

Tanda siap tanam

Biasanya, gulma akan bermunculan di lahan. Itu pertanda unsur hara tanah yang berasal dari pupuk organik cukup untuk pertumbuhan tanaman dan siap tanam. Setelah lahan mendapatkan cukup unsur hara, lakukan tebar benih.

Seleksi benih

Pastikan benih sehat dan hidup. Caranya mudah. Seleksi benih dengan cara mengayaknya. Lalu rendam benih dalam air semalaman. Perlakuan itu menekan persentase kematian benih, yakni hanya sekitar 10 persen.

Penyemprotan

Setelah benih dipilih dan ditanam, langkah selanjutnya perawatan intensif. Salah satunya dengan penyemprotan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Anda bisa memberikan pupuk organik tambahan yang dibuat sendiri dari bahan-bahan alami, seperti urine kelinci, daun suren Toona sureni, kacang babi Tephrosia vogelii, dan umbi gadung Dioscorea hispida.

Lakukan proses fermentasi semua bahan organik itu dalam drum berkapasitas 200 liter selama 2 pekan. Sebelum menggunakan, lakukan penyaringan pada hasil fermentasi dan larutkan 3 liter pupuk organik itu dalam tangki berisi 20 liter air.

Selanjutnya, siramkan pupuk organik di hamparan tanaman anggota famili Apiaceae itu. Frekuensi penyemprotan 2 kali dalam sepekan pada pagi hari.

Halau serangan organisme

Untuk menghalau serangan organisme pengganggu tanaman, Anda bisa mengandalkan bahan-bahan alami, seperti bawang putih dan daun mimba. Masukkan 1 kg umbi bawang putih dan 1 kg daun mimba ke dalam tong berisi 5.000 liter air, kemudian tutup rapat tong selama 2 pekan.

Encerkan larutan pestisida nabati tadi sebelum digunakan. Masukkan 1 liter larutan pestisida nabati ke tangki semprot berisi 18 liter air. Semprotkan larutan dua kali dalam sepekan.

Wortel hasil panen. (Dok. Trubus)

Wortel siap panen saat berumur 3 bulan pascatanam.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Sukses Budidaya Lele agar Menguntungkan

Trubus.id — Budidaya lele tak semudah yang dipikirkan. Beberapa kendala akan ditemui saat seseorang sudah mulai terjun di peternakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img