Friday, August 12, 2022

Lengkuas Bangun Imunitas

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Seduhan lengkuas berkhasiat imunomodulator. (Dok. Trubus)

Rimpang lengkuas berkhasiat bagi kekebalan tubuh.

Trubus — Lengkuas bukan sekadar bumbu tumis atau sayur lodeh. Rimpang Alpinia galanga itu juga berkhasiat meningkatkan sistem imun tubuh. Mekanisme kerja lengkuas terhadap imunitas tubuh melalui aktivasi makrofag dan meningkatkan proliferasi sel limfosit T yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Saat Corona virus disease 2019 (Covid-19) mewabah, lengkuas salah satu pilihan untuk mendongkrak imun tubuh.

Dosen di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mun’im, M.Si. Apt., mengatakan bahwa yang bertanggung jawab terhadap manfaat imunitas adalah golongan senyawa flavonoid. Salah satu senyawa tersebut adalah kuersetin. Selain sebagai imunomodulator—pengendali kinerja imunitas tubuh—kuersetin juga memperlihatkan efek antioksidan yang kuat.

Prof. Dr. Abdul Mun’im, M.Si. Apt., pengajar di Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia. (Dok. Prof. Dr. Abdul Mun’im, M.Si. Apt.)

Senyawa galangin

Penelitian Alok Pal Jain dan rekan dari Departmen Ilmu Farmasi, Universitas Dr. Harisingh Gour, India, membuktikan glikosida pada kuersetin lengkuas secara signifikan meningkatkan titer atau jumlah antibodi. Peran lain glikosida adalah membersihkan karbon dan mengurangi respons hipersensitivitas pada hewan uji tikus. Percobaan pada hewan uji menunjukkan selain kuersetin, golongan flavonoid lainnya yang terkandung pada lengkuas adalah galangin.

Para periset di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada meneliti pemodelan molekul secara in silico (berbasis aplikasi komputer). Periset dari Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Kesehatan, Tawangmangu, Dr. Sari Haryanti, M.Sc., Apt. menuturkan, galangin salah satu kandidat senyawa yang dapat menghambat inisiasi infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Lengkuas lazim digunakan sebagai bumbu dalam masakan sehari-hari. (Dok. Trubus)

Menurut Abdul Mun’im efek peningkat imunitas pada rimpang lengkuas juga diperlihatkan oleh kandungan polisakarida yang larut dalam air panas. Selain itu senyawa minyak asiri, yang memberikan efek aroma dan rasa  pada rimpang lengkuas, dapat menghambat dan membunuh beberapa bakteri patogen. Salah satu senyawa dalam rimpang lengkuas juga berefek antivirus influenza dan Human Immunodeficiency Virus (HIV).

“Penggunaan rimpang lengkuas sebagai peningkat imunitas dapat digunakan ekstrak air atau juga ekstrak alkohol,” kata Abdul Mun’im. Menurut Sari Haryanti cara konsumsi lengkuas dengan merebus irisan rimpang segar maupun kering. “Sekitar 5—8 gram rimpang kering direbus dalam 100—200 ml air, saring, tunggu dingin kemudian diminum,” kata periset yang pernah meneliti potensi rimpang lengkuas sebagai antikanker itu.

Menurut doktor Ilmu Farmasi alumnus Univesitas Gadjah Mada itu hingga kini hanya bagian rimpang yang berefek terhadap imunitas. Penggunaan rimpang lengkuas sebaiknya unuk tujuan pencegahan atau preventif. Itu berarti mencegah masuknya agen penyakit dengan memperkuat sistem imun, bukan kuratif atau menyembuhkan. “Jika ingin digunakan untuk tujuan pengobatan harus berkonsultasi dengan apoteker atau dokter,” kata Abdul Mun’im.

Awas asam lambung

Dr. Sari Haryanti, M.Sc., Apt., periset di Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Kesehatan, Tawangmangu. (Dok. Dr. Sari Haryanti, M.Sc., Apt.)

Menurut Abdul Mun’im orang normal dan orang sakit yang mengonsumsi lengkuas respons tubuh berbeda. Selama ini lengkuas relatif aman untuk dikonsumsi sehari-hari oleh semua orang. “Lengkuas diduga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Oleh karena itu, sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita mag atau sedang menggunakan obat untuk menurunkan asam lambung,” kata Sari.

Di antara ekstrak dan minyak esensial tiga rimpang-rimpangan yaitu lengkuas, kunyit, dan bangle, minyak esensial lengkuas paling efektif  menghambat pertumbuhan beberapa bakteri termasuk Escherchiacoli. Itulah hasil penelitian Waranee Prakatthagomol dan rekan dari Fakultas Farmasi, Universitas Chiang Mai, Thailand, pada 2012.
Seo Joung Wook dan rekan dari Institut Toksikologi Korea, Daejon, Korea Selatan, mengungkapkan A. galangal meredakan gejala asma. Penyakit itu akibat ketidakseimbangan unit imunitas seperti sel-sel Th1 dan Th2. Dampaknya memproduksi lebih banyak senyawa sitokin yang berakibat peradangan kronis pada sistem pernapasan. Ketika saluran pernapasan meradang, jalan napas terganggu dan menyebabkan sesak hingga kematian.

Saat ini baru diketahui bagian rimpang dari lengkuas saja yang memiliki efek imunomodulator.

Mereka menggunakan senyawa 19-acetoxychavicol acetate (ACA) yang diisolasi dari rimpang lengkuas dan memberikann kepada hewan uji yang mengalami asma. Ternyata lengkuas mampu mengurangi infiltrasi sel darah putih (terutama eosinofil) dan tingkat IgE di paru-paru hewan uji serta menekan perubahan pada jaringan yang terdampak asma. Selain itu, lengkuas menghambat ekspresi beberapa jenis sitokin yang bersifat proinflamasi. Seo Joung Wook menyimpulkan ACA pada lengkuas berpotensi sebagai kandidat obat antiasma.

Uji klinis terhadap fungsi imunomodulator belum pernah dilakukan. Uji klinis terhadap lengkuas yang pernah dilakukan berkaitan dengan kemampuan rimpang lengkuas meningkatkan atensi oleh Shalini Srivastava dan rekan dari Enovate Biolife, Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Srivastava menyimpulkan rimpang lengkuas berpotensi menjadi bahan utama minuman berenergi atau produk-produk serupa. (Tamara Yunike)

Previous articleLada Bikin Lebih Fit
Next articleCitrus Versus Virus
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img