Saturday, January 17, 2026

Limbah Kertas Menjadi Tas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Lazimnya limbah kertas kantong semen bekas terbuang begitu saja. Namun, di tangan Vania Santoso limbah itu bersalin rupa menjadi aneka produk fashionable seperti tas. Semula limbah, kini lebih bernilai.

Vania  membandrol aneka kerajinan dengan harga Rp50.000—Rp1,2 juta. “Kalau pembuatannya ada kombinasi dengan ornamen baru harganya bisa lebih dari Rp500.000. Harganya bisa lebih tinggi lagi jika ada kombinasi dengan kulit,” ujar Vania.

Penjualan produk jenama heySTARTIC itu melalui loka pasar  dan toko oleh-oleh di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Perolehan omzet Vania mencapai Rp10 juta—Rp15 juta per bulan.

Ia memulai usaha fesyen itu dengan sang kakak Agnes Santoso sejak 2018. Selain membuat tas Vania juga   membuat dompet, sandal, kap lampu, dan gantungan kunci. Ia memeroleh pasokan kertas semen dari perusahaan kontraktor.

Produk  heySTARTIC memiliki desain yang unik dan dibuat dari karya daur ulang oleh para perajin berpengalaman. Hingga saat ini ada 11 orang pelopor (pioneer) dari program pemberdayaan masyarakat yang menjadi supervisor di lapangan.

Mereka membawahi 2—3 perajin. Vania tidak menggaji pelopor per bulan, tetapi upahnya sesuai pesanan dan bagi hasil dari penjualan. Perusahaan heySTARTIC berkolaborasi dengan salah satu bank dalam kegiatan UMKM EXPORT BRILIAN PRENEUER. 

Pada 2020, heySTARTIC juga didapuk sebagai pemenang di Indonesia dan menjadi peringkat kedua  Asia Pasifik dalam program pemberdayaan  perempuan Women Empowerment Principle Award.

Bahkan, pada Maret 2021, majalah Bisnis dan Finansial Internasional “Forbes” merilis ’30 under 30’. Dalam majalah asal Amerika Serikat itu Vania berhasil masuk dalam kategori Artistic Eco-Fashion.

Vania dan Agnes bukan terbilang baru berkecimpung di dunia lingkungan.  Kakak beradik itu tertarik aktif di dunia lingkungan lantaran tertimpa musibah banjir pada 2000-an.

Banjir itu masuk hingga ke dalam rumah. Pada 2005, Vania bersama Agnes, akhirnya membuat komunitas lingkungan. Hingga saat ini mereka  kerap aktif untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat terkait isu lingkungan yang bersifat proyek sosial.

Hingga akhirnya, pada 2007 proyek manajemen sampah inovatif mereka membuahkan hasil. Karya mereka dipercaya sebagai Juara I Lomba Lingkungan Internasional tahunan di Swedia dan memperoleh dana hibah US$10.000.

Vania berharap cara supaya tertarik dan bangga menggunakan produk ulang sampah. satunya lewat produk daur ulang yang dibuat secara fashionable.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img