Wednesday, August 17, 2022

Lingsar Manggis Putih dari Balik Pura

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sebagai ungkapan terimakasih tanah seluas 1,26 ha itu ditanami manggis yang tidak diketahui asal muasalnya. Kini, 246 tahun kemudian, kelezatan manggis lingsar masih bisa dinikmati oleh anak-cucu dan masyarakat Sasak.

Masyarakat Lombok beruntung, 80 Garcinia mangostana setinggi 13,4 m dengan lingkar batang 1,20 m masih berdiri tegak di area Krama Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Hingga detik ini semuanya masih terus berproduksi setiap tahun. Selain di Krama Pura, keberadaannya sudah menyebar di sekitar Lingsar dan Narmada, 2 kecamatan yang terdekat dengan pura. Lingsar ditanam sebagai tanaman pekarangan, tumpang sari hingga monokultur. Kualitas buah yang dihasilkan tidak berbeda dengan induknya.

Manggis lingsar—dari nama daerah asalnya—termasuk kategori unik dan istimewa. Selain karena sudah ada sejak ratusan tahun lampau, rasanya pun berbeda: manis dan segar, tidak asam seperti manggis dari daerah lain. Daging buah bertekstur kenyal dan mudah dibuka, berwarna putih bersih dan berair. Ukurannya relatif besar dan seragam, 125—140 g per buah. Bandingkan dengan manggis kaligesing—salah satu varietas unggul nasional—yang hanya 100—125 g per buah. Tak heran jika di pasar ia dihargai lebih tinggi, Rp7.500—Rp12.500 per kg.

Manggis putih—nama lain lingsar dipanen selama 4 bulan, November—Februari. Pohon berumur 100 tahun bisa menghasilkan 5.000—6.000 buah per tahun, dengan bobot total 600—700 kg. Umur 5—6 tahun ia sudah mulai berproduksi. Daya simpan buah bisa mencapai 15—20 hari, cocok sebagai komoditas ekspor. Keunggulan lainnya, queen of fruit itu mampu beradaptasi hingga ketinggian 850 m dpl. Lazimnya antara 250—500 m dpl.

Mulai dikembangkan

Karena berbagai kelebihan itu pemerintah daerah berupaya memperbanyak benih manggis untuk dikembangkan. Selama 50 tahun perbanyakan lingsar dilakukan dengan cara generatif: biji dan anakan. Dari hasil eksplorasi selama 5 tahun terakhir terdata ada 32.610 pohon yang tersebar di 5 desa di Kabupaten Lombok Barat dan Tengah. Padahal potensi pengembangannya luas, mencakup 4 kabupaten di Lombok.

Kini, bibit manggis hasil anakan atau sambung pucuk terus mengalir dari Gunungsari, Labuapi, hingga Kecamatan Tanjung di ujung utara. Sebuah pohon di Pura Lingsar dijadikan pohon induk tunggal. Hingga saat ini terdapat 15.000 bibit asal sambung pucuk dan 80.530 anakan siap salur. Manggis lingsar siap merajai pasar.

Desember ini Pura Lingsar bakal berhias diri. Dua ritual akbar akan digelar, upacara Pujawali dan Perang Topat. Pura kebanggaan masyarakat Sasak itu pasti marak dihiasi rangkaian sesajen, termasuk tumpukan manggis lingsar, warisan leluhur kebanggaan mereka. (Ir Achmad Sarjana, M.Si, kepala Balai Pengawasan dan Sertifi kasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nusa Tenggara Barat)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img