Friday, December 9, 2022

Madu Lawan Vonis Mati

Rekomendasi
Valentina Indrajati madu bagus untuk mengatasi penyakit degeneratif
Valentina Indrajati madu bagus untuk mengatasi penyakit degeneratif

Dokter memperkirakan umur Prabu tinggal 8 bulan. Satu setengah tahun berselang ia masih bugar, bahkan melakukan hobi hiking.

Suatu hari pada November 2011 itu mungkin tidak bakal dilupakan Prabu Syahreza—bukan nama sebenarnya. Hari itu dokter menyatakan umur pria kelahiran 1973 itu tinggal 8 bulan. Itu bagai antiklimaks perjuangannya melawan leukemia selama 13 tahun. Namun Prabu menolak menyerah. Ia mencoba berbagai cara menjemput kesembuhan seperti yang dilakukan selama ini. Sebelum vonis itu diketok, Prabu sudah menjalani pengobatan berupa konsumsi obat dan transfusi darah. Frekuensinya 2 kali minggu dengan biaya Rp7-juta per minggu.

Madu pelawan khas Bangka sering dicatut oleh pedagang
Madu pelawan khas Bangka sering dicatut oleh pedagang

Eksperimen

“Transfusi itu jadi kayak narkoba, bikin ketagihan,” ungkap lelaki hobi hiking ini. Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta, Prof Dr dr Nyoman Kertia SpPD-KR, transfusi berguna untuk menekan populasi sel darah putih berlebih. Pada pasien leukemia jumlah sel darah putih lebih banyak dibanding orang sehat. Proses penambahan sel darah merah dengan transfusi membuat tubuh akan terasa lebih bugar. Namun penderita leukemia kerap mengalami pendarahan sehingga sel darah merah kembali berkurang. Pendarahan terjadi karena pecahnya pembuluh darah karena hilangnya kemampuan pembekuan darah akibat berkurangnya kadar trombosit dalam darah. Biasanya darah keluar dari hidung dan saluran cerna.

Rutinitas transfusi darah dilakukan selama 3 tahun. Karena merasa bugar, setelah itu Prabu memutuskan berhenti berobat. Ia hanya melakukan check up rutin setiap 3 bulan selama 3 tahun. Transfusi sesekali dilakukan bila terasa ngilu sekujur tubuh, lemas, bahkan sampai pingsan. Pada tahun keempat Prabu anfal hingga mengeluarkan darah dari hidung. Ia harus menjalani 4 kali perawatan intensif di rumahsakit selama 2 minggu dalam satu tahun.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan nilai cancer antigen (CA) 37, idealnya 1—7. Nilai CA menunjukkan indikasi jumlah konsentrasi sel kanker dalam tubuh semakin tinggi. “Nilai CA itu (milik Prabu, red) tinggi jadi  wajar saja kalau Prabu sampai pingsan,” ujar Prof Dr dr Nyoman Kertia SpPD-KR.

Prabu lalu mencoba pengobatan alternatif. Pada 2006 seorang rekan menyarankan konsumsi bayam merah Amaranthus spp untuk mengatasi leukemia. Bukan sembuh malah diare darah yang terjadi. “Karena tidak tahu aturan konsumsi, saya jus semua bayam merah itu dengan ditambahkan sedikit madu agar ada rasa manis. Ia malah diopname sampai 2 minggu,” kenangnya. Sang teman memberi sekilo bayam merah.

Rimpang temulawak mengandung imunosuprezan
Rimpang temulawak mengandung imunosuprezan

Jalan kesembuhan datang setahun kemudian. Pada Desember 2012, lagi-lagi atas rekomendasi teman, Prabu mencoba mengonsumsi madu dari Mesir. Konon madu itu berasal dari nektar bunga tanaman jintan hitam. Konsumsi madu 2 sendok makan per hari. Sayang terapi hanya bertahan 3 bulan karena sulit mendapat madu itu.

Ia lalu beralih mengonsumsi jintan hitam Nigella sativa yang didapat dari rekannya yang bekerja di Mesir. Konsumsi 18 kapsul sehari membuat Prabu tak perlu transfusi darah selama 6 bulan. Nilai CA pun turun menjadi 33. Sayang terapi itu terhenti karena ia kesulitan mendapatkan pasokan. Akhirnya pada awal 2007 ia kembali berobat medis.

Pada Januari 2013, ia mendapatkan madu pelawan. Madu itu berasal dari nektar bunga pelawan yang merupakan salah satu tanaman endemik Pulau Bangka-Belitung. Menurut pengumpul madu pelawan, Suhada, madu pelawan memang sangat berkhasiat. Karena permintaan tinggi, beberapa penjual nakal melabeli madu biasa sebagai madu pelawan. Citarasa madu pelawan memang  agak pahit.  Nah, penjual nakal itu mengakali dengan memberi tambahan brotowali yang juga pahit. “Pesan saya hati-hati ketika membeli madu pelawan agar kita mendapat madu yang ampuh untuk mengatasi penyakit,” kata Suhada.

Dua hari pertama konsumsi, Prabu merasakan mual-mual dan diare. Namun, setelah itu badan jadi segar bugar. Tanpa konsumsi madu, ia merasa ngilu di sekujur tubuh, pusing, dan mual bahkan pingsan. Oleh karena itu Prabu merutinkan konsumsi madu dan jus kulit manggis Garcinia mangostana. Hasilnya alumnus Fakultas Ilmu Bahasa dan Budaya Universitas Padjadjaran itu bugar bahkan sanggup melakukan hobi hiking.

 

“Kandungan bahan alam yang beragam membuatnya bisa bersifat ganda; imunostimulan dan imunosuprenza,” ungkap Nyoman
“Kandungan bahan alam yang beragam membuatnya bisa bersifat ganda; imunostimulan dan imunosuprenza,” ungkap Nyoman

Imunosuprezan               

Menurut Prof Dr dr Nyoman Kertia, herbal atau obat dari bahan alam biasanya mengandung berbagai macam kandungan, tidak seperti obat konvensional yang hanya memiliki kandungan tunggal. Oleh karena itu penggunaannya pun bisa untuk mengatasi beberapa penyakit.

Valentina Indradjati, herbalis di Bogor, Jawa Barat misalnya sudah lebih dari 5 tahun meresepkan madu pelawan untuk leukemia, demam berdarah, gangguan lever, gagal ginjal, penyakit berkaitan dengan jantung, dan asma. Menurutnya, zat aktif dalam madu pelawan menunjang peningkatan sistem imunitas atau daya tahan tubuh. Selain itu menyediakan zat atau nutrisi yang dibutuhkan sel-sel darah dalam menegakkan sistem kekebalan tubuh.

Belum ada riset madu sebagai obat kanker. Prof Dr dr Nyoman Kertia menduga konsumsi madu berefek baik pada Prabu karena sifat imunosuprezannya. Pada kasus leukemia, jumlah sel darah putih lebih tinggi dibandingkan sel darah merah. “Artinya, imunostimulan (sel darah putih, red) tinggi dan itu tidak baik untuk kesehatan. Sama halnya dengan orang yang daya tahan tubuhnya rendah. Sesuatu yang tidak seimbang itu tidak baik dan akan menimbulkan kerugian,” kata Nyoman. Kanker dan reumatik adalah contoh penyakit akibat imunostimulan berlebih. Untuk menguranginya, dibutuhkan imunosuprezan. Bahan alam seperti temu-temuan antara lain temulawak dan temuputih bersifat imunosuprezan.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu pun menduga madu memiliki sifat keduanya. Sebagai imunosuprezan, madu mengurangi produksi sel darah putih dan meningkatkan vitalitas karena sifat imunostimulannya. Itulah manfaat yang dirasakan Prabu. (Pressi Hapsari F)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img