Friday, January 16, 2026

Mahasiswa Peternakan UMM Ciptakan Suplemen Ternak dari Ampas Jamu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Sepuluh mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi suplemen pakan alami bagi ternak sapi perah. Produk bernama Herbal Candy ini terbuat dari limbah ampas jamu-jamuan.

Suplemen ini hadir untuk membantu peternak menghadapi potensi wabah dan menyehatkan ternak secara alami. Bentuknya berupa blok padat yang mudah dijilat oleh sapi.

Melansir pada laman UMM Yulya Ulfa Majoli, salah satu anggota tim, menyebut produk ini aman, praktis, ramah lingkungan, dan ekonomis. Kandungannya terdiri dari bahan herbal seperti kunyit, jahe, temulawak, molase, serta mineral penting.

Herbal Candy dirancang untuk meningkatkan daya tahan tubuh, nafsu makan, dan metabolisme ternak. Selain itu, produk ini juga berfungsi sebagai booster produksi susu sapi perah.

Limbah ampas jamu dipilih karena melimpah dan belum banyak dimanfaatkan. Menurut Ulfa, bahan ini mendukung konsep peternakan berkelanjutan di Indonesia.

Molase dalam produk menjadi sumber energi cepat bagi ternak, terutama saat masa laktasi atau penggemukan. Kombinasi kunyit dan temulawak juga mendukung fungsi pencernaan dengan merangsang produksi enzim dan empedu.

Proses produksi dimulai dari penimbangan bahan kering seperti ampas jamu, mineral, dan pollard. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan molase hingga menjadi adonan homogen.

Setelah itu, adonan dicetak, dipadatkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari atau oven selama 1–2 hari. Produk yang sudah kering diperiksa kualitasnya dan dikemas dengan rapi.

Harga jual Herbal Candy juga cukup terjangkau, hanya Rp10.000 per blok seberat 550 gram. Harga ini lebih hemat sekitar Rp5.000 dibandingkan produk sejenis di pasaran.

Keunggulan lain produk ini adalah tidak menggunakan bahan kimia tambahan. Kurkumin dalam bahan herbalnya bersifat antibakteri dan anti-inflamasi, sehingga aman digunakan jangka panjang.

Ulfa menyebutkan inovasi ini lahir dari proses panjang, mulai observasi, penyusunan bisnis plan, hingga produksi. Ia mengaku bersyukur atas dukungan dosen, teman, dan keluarga selama proses berjalan.

Menurutnya, UMM tidak hanya membekali mahasiswa dengan materi, tetapi juga membuka ruang nyata untuk berinovasi. Program ini memperkuat semangat kewirausahaan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Foto: Dok. UMM

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img