Tuesday, July 23, 2024

Mahfudh Raup Omzet Ratusan Juta dari Agrowisata Petik Melon

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Panorama kebun melon di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, itu memanjakan mata. Ribuan tanaman melon menghampar di lahan 4,5 hektare (ha).

Tanaman sehat dan memamerkan buah. Pemilik kebun, Mahfudh, mengebunkan setidaknya 15 varietas melon seperti rock melon, golden luna, dan golden alisha yang semua berdaging jingga. Populasi setiap jenis melon 7.000 tanaman.

Semula Mahfudh membangun kebun untuk kebutuhan produksi. Namun, sejak 2016 ia membuka kebun itu untuk agrowisata bernama Kampung Melon Napote. Napote akronim dari tanah pote atau tanah putih dalam bahasa Madura.

Mahfudh menggratiskan tarif masuk ke wisata petik melon itu. Pengunjung cukup membayar buah yang dipetik sesuai dengan bobot buah. Tak heran jika ratusan pengunjung dari berbagai kota seperti Surabaya (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), dan Jakarta datang ke Kampung Melon Napote.

Pengunjung memetik buah melon siap panen menggunakan gunting. Di kebun berketinggian 100 meter di atas permukaan laut selalu tersedia buah melon siap petik. Mahfudh mengatur pembuahan tanaman sehingga panen terjadwal.

Ia menanam melon 3—4 kali dalam setahun. Populasi 8.000 tanaman per ha dengan hasil panen 12 ton per ha. Mahfudh mempertahankan 1 buah per tanaman dengan kualitas terbaik. Konsumen menyukai melon berbobot minimal 1,2 kg dan mulus. Tingkat kemanisan buah 15—22°briks.

Mahfudh juga menanam melon di dalam rumah tanam berkerangka besi seluas 0,5 ha berpopulasi 1.500 tanaman. Ia merawat melon di rumah tanam dengan sistem hidroponik. Kapasitas produksi rumah tanam melon mencapai 2,5 ton melon setara 1,6 kg buah per tanaman.

Harga melon di kebun konvensional dan rumah tanam berbeda. Harga Rp10.000—Rp15.000 per kg (harga April 2023) untuk pengunjung yang memetik melon di lahan. Adapun harga melon dalam rumah tanam Rp25.000 per kg.

Pria berusia 28 tahun itu menerapkan teknologi QR code pada buah melon supaya pengunjung mengetahui jenis dan harga melon. Ia juga melayani pesanan dari konsumen di berbagai daerah seperti Jakarta serta Jawa Timur—Madura, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

Mahfudh meraup omzet sekitar Rp300 juta per panen dari hasil wisata petik melon dan pemasaran ke konsumen di berbagai daerah.

Selain wisata petik, Mahfudh bersama kelompok wanita tani membuat olahan melon seperti dodol, sari melon, dan sirop. Saban bulan ia mengolah sekitar 100 kg melon. Harga produk olahan mulai dari Rp10.000— Rp15.000 per kemasan berisi 250 ml untuk sirop dan sari melon.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img