Manfaat Buah Kepel untuk Kesehatan Tubuh

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Buah kepel memiliki beragam manfaat. Salah satu di antaranya yang disebutkan pada hasil penelitian H.S. Darusman dan rekan dari Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor.

Penelitian itu membuktikan secara ilmiah buah kepel bisa digunakan sebagai deodoran alami. Daging buah kepel menyerap sumber bau tak sedap berupa amonia (NH3) 62,96% dan metil merkaptan (CH3SH) 77,78% pada hewan uji.

Selain menyerap sumber bau tak sedap, daging buah kepel juga meningkatkan populasi bakteri probiotik Bifidobacter sp. Kehadiran mikroorganisme dalam usus itu mengurangi populasi bakteri penyebab bau tak sedap.

Dokter sekaligus herbalis di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY, dr. Sidi Aritjahja, mengatakan, buah kepel enak. “Dahulu sering mengambil buah kepel. Biji buah kepel besar sehingga lama kelamaan malas makan karena yang bisa dimakan hanya sedikit,” kata dr. Sidi.

Ia mengatakan bahwa buah kepel banyak mengandung vitamin C sehingga bermanfaat sebagai antioksidan dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Vitamin C dan vitamin E berperan merangsang antibodi.

Buah tanaman kerabat kenanga (Cananga odorata) itu juga membantu melawan infeksi akibat virus dalam tubuh. “Selain itu buah kepel merangsang regenerasi kolagen sehingga kulit menjadi elastis,” kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Itu juga yang menjadi rahasia kesehatan kulit para putri keraton dahulu. Riset terbaru Yusuf Rabbani dari Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada menunjukkan buah kepel berkhasiat hepatoprotektor.

Hasil riset mengungkapkan teridentifikasi senyawa flavonoid dalam fraksi ekstrak metanolik dan etil asetat buah kepel melalui uji fitokimia . Ekstrak metanolik dan fraksi etil asetat buah kepel berpengaruh menurunkan enzim alfa Glutation S-transferase (GST) pada hepar dan darah tikus serta mencegah kerusakan sel hepar tikus yang terinduksi karbon tetra klorida (CCL4).

Flavonoid memiliki aktivitas penangkapan radikal bebas dalam tubuh dan memengaruhi aktivitas enzim antioksidan. Seseorang harus mengonsumsi sekian gram daging buah untuk mendapatkan khasiat kesehatan.

Sayang sekarang sulit mendapatkan buah kepel di pasar tradisional. “Buah kepel sekarang jarang dijual ke pasar karena berbiji besar,” kata dr. Sidi. Untungnya kini beberapa orang ada yang menjual buah kepel di loka pasar (marketplace) secara daring.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Harga Pangan 11 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp90.050 per Kg

Trubus.id — Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang pasar tradisional mengalami perubahan pada 11 September 2026. Berdasarkan data...

More Articles Like This