Trubus.id— Pemanfaatan Trichoderma sp. terbukti mampu mengatasi serangan cendawan patogen pada tanaman kentang. Itulah hasil riset Eirene Brugman dan rekan, peneliti dari Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro.
Mereka menguji penerapan solarisasi tanah dan penggunaan agen hayati (Trichoderma harzianum) untuk pengendalian hawar daun. Solarisasi tanah merupakan teknik menutupi permukaan tanah dengan lembaran polietilen transparan selama musim panas.
Tujuannya menangkap radiasi sinar matahari sehingga menaikkan suhu tanah. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan solarisasi tanah dapat menekan pertumbuhan patogen tular tanah.
Hasil penelitian mengungkapkan solarisasi tanah selama 4 pekan meningkatkan suhu tanah sebesar 7,6°C dan secara nyata meningkatkan produksi kentang sebesar 14,28%. Kesimpulan lainnya tingkat serangan patogen terendah pada perlakuan dosis T. harzianum 30 g/1.000 cm³ dan 40 g/1.000 cm³.
Dengan dosis itu pemberian agen hayati T. harzianum menekan tingkat intensitas serangan patogen Phytophthora infestans (P. infestans) sebesar 87,61% dan laju penyakit hingga 0,044 unit/hari.
Eirene dan tim menyatakan, trikoderma melawan patogen secara langsung dan tidak langsung. Mikroparasitisme serta memproduksi enzim pemecah dinding sel dan senyawa antimikrob merupakan cara langsung trikoderma mengatasi cendawan patogen.
Adapun cara tidak langsung trikoderma melawan patogen yakni dengan kompetisi nutrisi dan tempat, memodifikasi lingkungan tumbuh, dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Tim peneliti mengungkapkan bahwa mekanisme parasitisme trikoderma dengan penetrasi langsung ke dinding sel patogen atau hifa patogen untuk mengambil isinya. Kepadatan populasi trikoderma yang bekerja secara antagonis terhadap fitopatogen memengaruhi aktivitas P. infestans.
Menurut penangkar benih kentang bersertifikat Agro Raya Sejahtera, Ir. Dias Sudiana penyakit busuk daun pasti selalu ada setiap penanaman kentang. Namun, intensitasnya yang berbeda. Potensi serangan rata-rata hanya 1—2% dari total populasi per ha.
“Serangannya tidak mencapai batas ambang ekonomi dan masih bisa dikendalikan,” kata warga Desa Cisarupan, Kecamatan Cisarupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, itu.
Petani kentang sejak 1998 itu mengatakan, ada tiga kunci utama kesuksesan budidaya tanaman yakni tanah sehat, benih bermutu, dan bersertifikat, serta teknik budidaya yang tepat.
