Friday, January 16, 2026

MD2, Varietas Nanas Unggulan yang Siap Menguasai Pasar 2026

Rekomendasi
- Advertisement -

Nanas menjadi komoditas yang tak disangka memiliki prospek cerah untuk dikembangkan pada 2026. Salah satu varietas yang tengah naik daun adalah MD2, nanas premium berstandar ekspor yang terkenal memiliki mata buah dangkal sehingga meminimalkan daging buah yang terbuang saat dikupas. Kadar gula tinggi, kematangan merata, dan warna daging buah kuning cerah menjadikan MD2 unggul dibanding varietas queen dan cayenne yang lazim dibudidayakan petani.

Basuki, pekebun nanas di lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, membudidayakan empat varietas nanas di lahan 2 hektare miliknya di Desa Ngancar, yaitu queen, cayenne, PK1, dan MD2. Menurutnya, tekstur daging MD2 lebih lembut dibanding PK1 yang tampilannya mirip. Sementara queen dan cayenne tetap menjadi andalan karena sudah memiliki pasar stabil. Dari seluruh lahan itu, ia memanen sedikitnya 105.000 buah queen, 15.000 buah cayenne, serta 1.100 buah PK1 dan MD2, yang kemudian dijual kepada tengkulak untuk dipasarkan ke berbagai kota di Jawa dan Bali seperti Kediri, Surabaya, Malang, Denpasar, Semarang, Bandung, dan Jakarta.

Menurut Sobir, Ph.D., peneliti Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor (IPB), varietas MD2 dan MA2 kini menjadi standar emas nanas ekspor dunia. MD2 memiliki keunggulan pada warna kulit hijau kekuningan dan daging buah kuning cerah. “Kadar gulanya sekitar 14—18% dan kadar asamnya 1,65—2,14%,” ungkapnya.

Dengan kualitas seperti itu, tidak heran jika di perusahaan importir dan distributor produk segar di Jakarta, PT Laris Manis Utama, volume penjualan MD2 menjadi yang tertinggi. Vendy Tri Suseno, S.T.P., Manajer Pengembangan Bisnis perusahaan tersebut, menyebutkan bahwa nanas MD2 memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan pada 2026 karena permintaan pasar yang terus meningkat dan konsumen semakin menyukai kualitas buah premium.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img