Tuesday, February 27, 2024

Mengatasi Kanker dengan Kemoterapi dan Mengonsumsi Jus Rumput

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Biasanya, sel-sel di dalam tubuh tumbuh dan mati dengan cara terkendali. Namun, sel kanker terus tumbuh tanpa kendali. Salah satu cara mengatasinya dengan kemoterapi, yakni terapi menggunakan obat-obatan berbahan kimia kuat untuk mengatasi kanker.

Menurut dr. I Made Chandra Ari Kumara, Sp.B(K)Onk., dokter spesialis bedah konsultan onkologi di Rumah Sakit Omni Pulomas dan Rumah Sakit EMC Sentul, kemoterapi bekerja dengan cara menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker.

“Perawatan itu bisa digunakan bila kanker sudah menyebar atau ada risiko hal itu akan terjadi,” kata Chandra.

Obat kemoterapi diberikan melalui berbagai cara. Yang paling sering melalui infus yang dimasukkan ke vena (intravena). Ada juga obat kemoterapi yang diberikan secara oral dan bisa diminum dalam bentuk pil atau kapsul.

Obat kemoterapi bisa juga diberikan dengan suntikan di otot lengan, paha, pinggul, atau tepat di bawah kulit di bagian lemak lengan, kaki, atau perut. Ada juga kemoterapi yang diaplikasikan pada satu area tubuh. Misalnya, obat kemoterapi yang bisa diberikan langsung di perut (kemoterapi intraperitoneal), rongga dada (intrapleural), atau sistem saraf pusat (intratekal).

Namun, menurut Alfhy Septiana Ningsih, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Peminatan Keperawatan Onkologi, Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Universitas Indonesia (UI), kemoterapi memiliki beberapa efek samping yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup pasien.

Efek samping dari kemoterapi yang paling sering muncul adalah mual, muntah, rambut rontok, serta penurunan kadar hemoglobin dan trombosit.

“Efek samping itu tentunya sangat menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien kanker,” kata Alfhy.

Itulah sebabnya untuk mengurangi efek kemoterapi, beberapa pasien memilih pengobatan nonmedis seperti penggunaan herbal.

Alfhy menuturkan, sebuah studi baru-baru ini menunjukkan, konsumsi jus rumput gandum (wheatgrass) oleh pasien kanker bersama kemoterapi memiliki beberapa manfaat. Contohnya, meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan trombosit.

Rumput gandum dikenal sebagai penganan bernutrisi lengkap. Rumput gandum seperti rumput lainnya, yakni berwarna hijau. Rumput gandum dikenal sebagai makanan kesehatan dan diet di Amerika Serikat.

Rumput gandum berisi hampir semua vitamin, mineral, dan berlimpahnya mikronutrien. Vitamin A, B1, C, dan E adalah antioksidan dalam rumput gandum. Antioksidan lain dalam rumput gandum antara lain klorofil, bioflavonoid, asam linoleat, lisin, peroksidase, superoksida dismutase (SOD), asam lemak esensial, dan asam linolenat (ALA).

Alfhy menuturkan, jus rumput gandum merupakan obat herbal dan makanan untuk pengobatan komplementer oleh pasien kanker prostat, payudara, dan kolorektal. Dari 150 pasien yang teridentifikasi, 43,3% mengonsumsi wheatgrass.

Analisis juga mengungkapkan wheatgrass kebanyakan digunakan oleh pasien kanker payudara dan kolorektal. Dengan berbagai bukti ilmiah yang ada jus rumput gandum dapat menjadi suplemen pendamping kemoterapi—masyarakat kerap menyebut kemo.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Konsumsi Jamur dari Hasil Budidaya Organik

Trubus.id— Prinsip dasar pertanian atau budidaya jamur organik memang meminimalkan penggunaan bahan dari luar lingkungan seperti penambahan zat tumbuh...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img