Wednesday, February 8, 2023

Mengenal Pohon Merbau yang Menjadi Primadona Rimba

Rekomendasi

Trubus.id — Penemuan artefak berusia 900 tahun yang berdiri kokoh di Gua Ago Batu Tulug, Kinabatangan, Sabah, Malaysia, menjadi bukti sahih betapa kuat dan awetnya kayu merbau. Wajar saja, jika merbau dikenal sebagai pohon primadona rimba.

Artefak purba yang ditemukan itu memang terbuat dari kayu merbau. Tidak heran, jika Malaysia menjadikan kayu merbau sebagai pokok kebangsaan negara pada 2019. Tentu saja pemilihan itu berdasarkan ketahanan kayu merbau yang tinggi. Itu melambangkan keutuhan integritas hutan negara.

Menurut Dodi Frianto dan Eko Sutrisno, Pengendali Ekosistem Hutan di BPSILHK Kuok, selain di Malaysia, merbau Intsia palembanica juga terdapat di Sumatra, Kalimantan, India, Myanmar, dan Thailand.

Merbau juga salah satu kayu primadona hutan Indonesia yang bernilai tinggi. Tanaman itu termasuk dalam jenis kayu komersial I berdasarkan status Kepmenhut No.163/Kptsll/2003. Saat ini merbau menjadi kayu perdagangan kelas komersial Indah II.

Masyarakat menyebut kayu besi atau merbau karena kayunya yang kuat (kelas kuat I–III) dan kelas awet II dengan berat jenis 0,66–0,85. Kayu merbau mempunyai corak menarik dan eksklusif.

Selain itu, merbau pun awet karena memiliki daya tahan terhadap jamur pelapuk kayu (kelas I) dan terhadap rayap kayu kering (kelas II). Kayu merbau juga acap digunakan dalam pekerjaan konstruksi perairan karena tahan terhadap penggerek laut (teredo).

Kayu merbau mudah dikenal lantaran warna tekstur serat yang merah kecokelatan. Tidak heran jika kayu merbau banyak digunakan untuk lantai parket, pintu, dan jendela. Dengan semua keunggulan itu, merbau menjadi sebuah simbol keeksklusifan dalam interior.

Penggunaan kayu merbau terus berkembang terutama untuk menghasilkan kesan atau tampilan yang kokoh dan mewah seperti parket blok untuk pelapis lantai (ÅVVYPUN), KLJRPUN, dan bahan mebel.

Harga jual kusen dan daun pintu kayu merbau di Provinsi Lampung mencapai Rp4 juta–Rp5 juta. Adapun harga kayu ukuran papan mencapai Rp28 juta per m3. Kelangkaan dan harga jual yang tinggi menjadikan mebel dari kayu merbau termasuk dalam kategori barang antik atau mewah.

Menurut International Union for Conservation Nature (IUCN), tanaman merbau termasuk kategori hampir terancam (near threatened) pada 2020. Hampir terancam merupakan status konservasi yang diberikan kepada spesies yang mungkin berada dalam keadaan terancam atau mendekati terancam kepunahan.

Meski tidak masuk status terancam pada 2005, Kementerian Kehutanan mengusulkan merbau untuk didaftarkan dalam Appendix III CITES melalui Surat Nomor S.295/MenhutII/2005 tangal 17 Mei 2005.

Namun, hingga kini status untuk jenis merbau (Intsia spp) tidak terdapat dalam daftar (list) kelangkaan di CITES. Merbau sebelumnya masuk dalam daftar tumbuhan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan (PermenLHK) Nomor P.20 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Namun, kedudukannya dalam daftar tumbuhan yang dilindungi itu hanya bertahan beberapa bulan. Melalui PermenLHK Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua PermenLHK Nomor P.20 Tahun 2018, pemerintah mencabut status lindung yang sebelumnya disematkan pada Intsia palembanica. Meski begitu eksploitasi merbau di alam perlu diatur agar tanaman anggota famili Fabaceae itu lestari.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Sukses Budidaya Lele agar Menguntungkan

Trubus.id — Budidaya lele tak semudah yang dipikirkan. Beberapa kendala akan ditemui saat seseorang sudah mulai terjun di peternakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img