Friday, December 9, 2022

Meningkat Setelah Dipijat

Rekomendasi

Inilah pemandangan sehari-hari di peternakan kambing perah peranakan ettawa (PE) milik Dwi Susanto di Bogor. Setiap pagi sebelum kambing-kambing diperah, ambing mereka dipijat selama 5 menit. ‘Seekor kambing menghasilkan susu hingga 3 liter per hari. Padahal, setahun lalu maksimal 2 liter,’ kata pemilik PT Prima Fit itu.

Menurut Dwi kenaikan produksi susu itu benar-benar terlihat setelah ambing dipijat selama setahun. ‘Naiknya memang perlahan. Tak sampai 200 ml sebulan,’ katanya. Namun, bagi peternak peningkatan itu besar artinya. Penambahan 1 liter susu dari seekor kambing menambah kocek Dwi Rp3-juta/bulan. Itu karena ada 20 kambing yang rutin dipijat dan diperah setiap hari. Dwi menjual susu kambing Rp100.000/liter prangko kandang, di gerainya Rp200.000/liter.

5 menit

Teknik pijat efektif untuk membentuk dan memperbesar ambing. Yang diharapkan setelah dipijat ambing membesar dan membulat. Ambing besar menampung susu lebih banyak. Sebelum diperah, ambing dibasahi air hangat suam-suam kuku. Air hangat berfungsi melepaskan lemak yang menyumbat puting ambing. Kemudian, lakukan gerakan memijat memutar ke kanan dan ke kiri ambing sambil agak ditekan. Pijatan itu dilakukan dengan dua tangan dan posisi seluruh jari tangan terbuka seperti memegang mangkuk. ‘Dipijatnya pelan seperti mengusap,’ ujar Dwi.

Gerakan itu diulang-ulang sampai air yang membasahi ambing turun perlahan-lahan dan mengering. Supaya optimal, pijatan dilakukan 2 kali sehari. Hasil maksimal didapat pada kambing yang telah mengalami 2-3 kali laktasi. Itu karena kambing yang pernah beranak punya hormon esterogen aktif yang merangsang pembentukan ambing.

Menurut Ir Yuni Suranindyah MS PhD, ahli ternak dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dalam ambing terdapat sel-sel sekretorik yang berfungsi menghasilkan susu. Pada kambing yang tengah bunting, sel-sel itu berkembang dalam jumlah banyak. ‘Semakin besar ambing, semakin banyak dihasilkan kelenjar penghasil susu,’ katanya. Pijatan itu merangsang kelenjar ambing memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin. Kedua hormon itu berperan mengatur produksi susu.

Teknik pijat itu sangat berpengaruh pada kambing keturunan-keturunan ettawa atau saanen. ‘Faktor genetik tetap berpengaruh pada produksi susu,’ kata Dedi Setiawan Amd dari Dinas Peternakan Kabupaten Bogor. Kambing yang hendak dipijat pun harus sudah dipisahkan dari anaknya. Itu karena cara menyusu anak kambing dapat membuat puting induk memanjang, tetapi ambing tidak membesar. ‘Gerakan menyusu anak kambing membuat puting dapat tekanan, ambingnya tidak,’ kata alumnus Akademi Peternakan Brahmaputra di Yogyakarta itu.

Ramu pakan

Teknik pijat perlu diimbangi pemberian pakan bergizi agar produksi susu tetap tinggi. Jika kualitas pakan buruk, produksi susu sulit tinggi meskipun bentuk ambing ideal. ‘Tugas ambing hanya sebagai wadah penampung,’ kata Dedi.

Menurut Brian Koesoema Adhi, pakan kambing perah lebih banyak daripada pedaging. Maklum selain membentuk daging, kambing perah juga butuh energi besar saat menghasilkan susu. Sebab itu peternak di Yogyakarta itu memberi pakan hijauan di pagi hari dan kaliandra di sore hari sebanyak 10% dari bobot tubuh. Sebanyak 300 g ampas tahu diberikan sebagai tambahan. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan energi kambing sebesar 1.500 kalori sehari. Bila kebutuhan untuk tumbuh cukup, sisa energi dialihkan untuk produksi susu.

‘Kambing perah butuh protein dan energi tinggi,’ ujar Yuni. Alumnus University of Aberdeen, Skotlandia, itu menyarankan pemberian konsentrat sebagai sumber protein dan karbohidrat yang mudah dicerna. Maklum, pakan hijauan butuh waktu lama untuk dicerna lantaran kaya serat kasar. Dedaunan dari anggota famili Leguminoceae seperti kaliandra, daun kacang-kacangan, dan daun gamal, sebagai sumber protein alternatif. Sumber karbohidrat didapat dari singkong, gaplek, atau bekatul.

Itu pula yang dilakukan peternak di Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Sujono misalnya, mencampur cacahan ketela pohon, jagung pipilan, dan kecipir untuk pakan Lestari. Kambing PE kesayangannya itu mampu menghasilkan 3 l susu per hari. ‘Pakan yang dihabiskan sekitar 4-5 kg per hari,’ ujarnya.

Selain pakan hijauan daun nangka, Yuli, peternak di Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah, rajin memberikan 400 gram konsentrat komersial yang dijual di pasaran, 200 gram fermentasi bungkil kedelai, dan 200 gram singkong per ekor. ‘Dengan komposisi pakan itu, susu yang dihasilkan rata-rata 1,5 liter per hari,’ kata Yuli.

Syarat lain agar produksi susu lancar, kambing harus bebas stres. ‘Saat stres produksi susu menurun 10-30%,’ ujar Brian. Suasana bising dan terlalu banyak dipegang membuat kambing mudah stres. Makanya, kandang sebaiknya tertutup dan jauh dari lalu-lalang orang. Setelah itu lakukan pijat teratur agar produksi susunya melimpah. (Andretha Helmina/Peliput: Tri Susanti)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img