Wednesday, February 8, 2023

Meningkatkan Produksi Mebel dengan Mesin Purus Kayu Terintegrasi

Rekomendasi

Trubus.id — Masih banyak masyarakat yang menggunakan cara konvensional dalam pembuatan purusan kayu dengan menggunakan gergaji tangan dan cangkul kecil. Cara itu membuat produktivitas pekerjaan menjadi kurang optimal.

Purus kayu merupakan salah satu bagian yang digunakan di dalam suatu sambungan purus dan lubang. Sambungan purus dan lubang merupakan teknik menyambung kayu yang paling umum digunakan pada produk-produk mebel, konstruksi bangunan, dan perabot kayu lainnya.

Sunarso, salah seorang pemilik Usaha Desa (UD) Sunarso Mebel, masih manual dalam pembuatan purus kayu sehingga kecepatan produksi kurang maksimal. Padahal, menurutnya dalam industri furnitur kecepatan produksi menjadi hal yang vital.

“Dalam industri furnitur penting adanya kecepatan dalam proses produksi dan juga kualitas yang dihasilkan dari proses produksi,” kata Sunarso.

Kecepatan produksi dipengaruhi oleh ketersediaan alat penunjang atau mesin yang benar-benar dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan. Berawal dari permasalahan yang dialami di UD Sunarso Mebel di Dusun Karangweru RT 01/RW 07 Desa Plumbon, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, itu sekelompok mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, berinovasi.

Melansir dari laman Universitas Sebelas Maret, mereka membuat mesin yang berfungsi meningkatkan efektivitas pemotongan sekali proses dengan mesin purus kayu yang terintegrasi. Mesin ini dapat meningkatkan efektivitas pemotongan, serta mempercepat proses pembuatan purus kayu.

Puthut Alfi Syahri Kurniawan, salah seorang mahasiswa pengembang inovasi, berharap agar alat ini dapat memproduksi purusan kayu menjadi lebih cepat dan lebih halus.

“Dengan adanya mesin purus kayu ini, semoga UD Sunarso Mebel dapat memproduksi purusan kayu menjadi lebih cepat,” tutur Puthut.

Lebih lanjut, Phutut menambahkan, dengan penggunaan mesin purus kayu terintegrasi ini, dapat membantu UD Sunarso Mebel meningkatkan omzet.

Sebatas informasi, selain Puthut Alfi Syahri Kurniawan, ada beberapa mahasiswa lain yang tergabung dalam tim pengembangan inovasi ini, di antaranya Ramanda Ridho Barokah, Muhammad Iqbal Amar, Dwi Yudha Meydiansyah, serta Iksan Riva Nanda.

Mereka membuat metode penyayatan kayu yang terintegrasi dengan bimbingan dari Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Sukses Budidaya Lele agar Menguntungkan

Trubus.id — Budidaya lele tak semudah yang dipikirkan. Beberapa kendala akan ditemui saat seseorang sudah mulai terjun di peternakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img