Dampaknya pasien demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Selain itu kelenjar getah bening, daerah lipatan paha, ketiak memerah, panas, sakit, dan membengkak. Jika kronis, pembesaran pada berbagai anggota tubuh itu bersifat elephantiasis alias menetap. Penyakit kaki gajah tersebar hampir di seluruh Indonesia. Pada 2000, misalnya, tercatat 6.233 penderita kasus kronis.
Ini kabar gembira bagi penderita penyakit itu. Dra Budi Mulyaningsih Apt, periset Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, membuktikan minyak asiri jahe tokcer mengatasi penyakit itu. Ia memberikan minyak jahe kepada 30 penderita kaki gajah. Mereka mengkonsumsi sesendok minyak jahe setiap hari selama 28 hari. Hasilnya, minyak asiri itu menurunkan populasi 85% cacing. Penderita itu tak merasakan efek samping berupa demam, nyeri sendi, anoreksia, dan pusing. Padahal, konsumsi detilkarbamasin-obat khusus filariasis-disertai efek samping seperti itu. (Sardi Duryatmo)
