Trubus.id — Sampai saat ini, minyak kelapa sawit menjadi produk yang paling diminati oleh masyarakat dibanding minyak nabati lainnya. Perkembangan industri minyak nabati di Indonesia selama 20 tahun terakhir sangat pesat seiring dengan pertumbuhan industri kelapa sawit di Indonesia.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan luasan tutupan lahan kelapa sawit sebesar 16,38 juta hektare dan produksi 46,8 juta ton CPO.
Ia menilai, peran industri kelapa sawit terhadap perekonomian nasional hingga saat ini belum tergantikan. Hal ini dapat terlihat dari berbagai aspek di antaranya industri sawit sudah menyerap sedikitnya 16 juta tenaga kerja.
Selain itu, industri kelapa sawit juga menciptakan kemandirian energi menggantikan bahan bakar fosil melalui biodiesel (program B20 dan B30 sebesar 9,3 juta ton pada 2020) dan listrik dari 879 PKS sebesar 1.829 MW.
“Industri sawit masih tetap menjadi andalan kinerja neraca perdagangan nasional. Hal ini tergambar dari kontribusinya yang mencapai 13,50 persen terhadap ekspor nonmigas dan menyumbang 3,50 persen terhadap total PDB Indonesia,” kata Syahrul, dikutip dari laman Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
Aspek ekspor, pada sektor pertanian komoditas kelapa sawit menjadi punggawanya untuk mendulang devisa perekonomian Indonesia. Perkebunan menjadi subsektor yang berkontribusi paling besar terhadap total ekspor pertanian.
Sebesar 96,86 persen dari total nilai ekspor pertanian berasal dari komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit dengan share sebesar 73,83 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2021 merupakan tahun di mana ekspor minyak kelapa sawit (CPO dan turunannya) mengalami kenaikan paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir yakni sebesar US$ 27,6 miliar dengan pertumbuhan sebesar 58,79 persen dibanding tahun sebelumnya.
Hal inilah yang menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas yang berperan penting dalam tren positif sektor pertanian dan sekaligus telah menjadikannya sebagai komoditas unggulan ekspor Indonesia. Dari total ekspor kelapa sawit tersebut, lebih dari 70 persen merupakan produk olahan CPO.
