Tuesday, February 27, 2024

Nanas Mantari Bercita Rasa Manis dan Tanpa Duri

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Varietas unggul menjadi salah satu faktor agar panen optimal. Itu juga berlaku pada budidaya komoditas buah nanas. Salah satu nanas unggul yang bisa jadi pilihan pekebun adalah nanas mantari.

Mantari merupakan singkatan dari manis tanpa duri. Nanas varietas anyar itu hasil rakitan Ir. Sri Hadiati M.P., dan Ir. NLP. Indriyani, M.P., peneliti madya di Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kelebihan dari nanas mantari di antaranya tingkat kemanisan mencapai 23,53°briks. Aroma daging buah harum khas nanas. Menariknya, mantari tanpa duri. “Posisi duri hanya terletak di ujung daun,” kata Sri.

Panjang buah mantari 10,5–18,8 cm dengan diameter 10–12,8 cm. Bobot per buah 0,8–1,7 kg. Bentuk buah silinder sedikit lancip. Warna daging buahnya kuning cenderung jingga, ketebalan daging buah 3,5–5 cm, dan berkadar air 72,66–80,76%.

Tanaman nanas mantari panen perdana pada umur 16–18 bulan setelah tanam. Menurut Sri, nanas mantari cocok untuk dikonsumsi segar. Bobot mahkota mantari hanya 32–92 gram sehingga porsi buah yang dikonsumsi lebih banyak.

Persentase bagian buah yang dapat disantap yakni 64,81–79,71%. Penciri lain nanas mantari adalah memiliki bentuk mata datar. Kedalaman mata 0,77–1,13 cm. “Mata nanas yang datar memudahkan konsumen untuk mengupas buah,” tutur Sri.

Potensi hasil mantari mencapai 39,08–41,62 ton per hektare. Mantari lahir dari hasil silangan antara klon tetua betina cayenne dan tetua jantan queen. Sri dan tim membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk merakit mantari.

Uji pelepasan varietas mensyaratkan adanya perbanyakan dari satu tanaman menjadi 100 tanaman. “Oleh karena itu kami membutuhkan waktu lama untuk melepas mantari,” ujar Sri.

Mantari menyukai tempat tumbuh di dataran medium atau ketinggian sekitar 450 m dpl. Saat percobaan, tim peneliti menanam bibit nanas di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), Solok, Sumatra Barat.

Nanas yang memiliki tinggi 62–85,5 cm itu bisa diperbanyak dengan cara setek. Tanaman layak dipindahkan ke lahan setelah berumur 8 bulan atau setinggi 30 cm.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img