Sunday, July 14, 2024

Nusatic 2018 : Terelok di Dunia Air

Rekomendasi
- Advertisement -

Pameran dan kontes ikan hias terbesar di Asia Tenggara melahirkan para kampiun.

Lou han chencu grand champion Lou han Final League 2018. (Dok. Trubus)

Trubus — Auuuuuu…. Tarian suku Dayak mengiringi penganugerahan juara kontes ikan hias Nusantara Aquatic (Nusatic) 2018, pada Ahad 2 Desember 2018. Ekshibisi itu berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pada acara itu pehobi koi asal Medan, Sumatera Utara, Denzel Henson Usman, amat girang. Musababnya 3 koi koleksinya menyabet 3 gelar tertinggi kontes bertajuk 15th All Indonesia Koi Show 2018.

Ketiga koi Denzel masing-masing meraih grand champion, melati grand champion, dan anggrek grand champion. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, hadir dalam penyerahan piala kepada para pemilik ikan juara. Menurut panitia kontes, Eric Yonathan, kontes koi makin baik setiap tahun. Sebanyak 1.300 koi dari seluruh Indonesia meramaikan acara.

Gupi jenis pattern color milik peserta asal Malaysia, Thum Chee Seng, menjadi jawara The 3rd Indonesia International Guppy Show. (Dok. Trubus)

Pasangan

Panitia mendatangkan 8 juri dari Jepang, dan masing-masing 1 juri dari Filipina, Thailand, Singapura, dan Taiwan—total 16 juri. Peserta datang dari berbagai kota seperti Medan, Sumatera Utara. Ia menjadi pehobi yang membawa koi terbanyak dalam acara itu. Kontes ikan hias lain yang diselenggarakan di Nusatic 2018 cupang, gupi, lou han, mas koki, diskus, dan arwana.

Menurut panitia kontes cupang, Daniel Indarta, total peserta 1.155 cupang. Peserta datang dari berbagai negara antara lain Filipina, Thailand, Amerika, Singapura, dan Malaysia. Daniel mengatakan, pehobi cupang di seluruh Indonesia bersinergi menyukseskan kontes bertajuk 2nd International Betta Contest Area 6 Convention Indonesia 2018. Itu terlihat dari animo pehobi dalam negeri yang dominan hingga 60—70%.

Total 13 juri International Betta Congres (IBC) dari berbagai negara menilai cupang yang berlaga. Ketua juri Sarawut Koorsongsak dari Thai Betta Club (TBC). Kontes terasa spesial karena berbarengan dengan rapat anggota dengan petinggi IBC. Hasil pertemuan itu antara lain persyaratan menjadi juri, pemberian nilai juri, dan persyaratan penilaian. Cupang peraih best of show adalah jenis dark metallic crowntail milik pehobi asal Hongkong, Franklin Lo Betta Fever.

Diskus jenis solid blue jawara 10th IDC Discus Contest. (Dok. Trubus)

Kontes internasional lainnya yakni gupi. Menurut panitia acara, Sahlan Rosyadi, peserta dari luar negeri kontes bertajuk The 3rd Indonesia International Guppy Show, antara lain dari Malaysia, Thailand, Tiongkok, Taiwan, dan Belgia. Total 146 gupi meramaikan acara. Tiga juri internasional dari Malaysia, Taiwan, dan Belgia menilai keelokan ikan. Hasilnya, gupi jenis pattern color milik peserta asal Malaysia, Thum Chee Seng, menjadi jawara.

Menurut Sahlan gupi jawara berkelir kuning itu memang unggul. Tubuh, ekor, hingga sirip memang bagus. Faktor lainnya ikan selalu fit, bahkan hingga hari terakhir pameran pun masih fit. Menurut pria di Pontianak, Kalimantan Barat, itu pehobi wajib mengikutsertakan sepasang gupi, jantan dan betina. Pada kontes kali ini kualitas betina mempengaruhi nilai ikan keseluruhan 20%. Musababnya, tujuan akhir untuk penangkaran menghasilkan anakan gupi yang lebih berkualitas.

Terbesar

Menurut panitia kontes maskoki, Rinaldy Manopo, peserta dari luar negeri seperti dari Singapura, Thailand, dan Vietnam pun turut meramaikan kontes. Total 241 ikan berpartisipasi mengikuti kontes. Team Gadisss GFC dengan handler Wendy dan Mat Suandi sukses meraih juara umum. Jawara kompetisi 3rd All Indonesian Goldfish Show, adalah jenis ryukin super jumbo milik pehobi asal Jakarta, Joey Foe.

Akuaskap kreasi grand campion 3rd Indoscapersrace Rinjani
Aquascape Design. (Dok. Trubus)

Peraih grand champion 5th Arwana Contest Indonesia (ACI) Cup 2018 adalah ikan milik pehobi asal Cianjur, Jawa Barat, Ronald Sukamto. Adapun pemenang grand champion (GC) lou han Final League 2018 adalah lou han jenis chencu A dari tim Infinity, koleksi Ferdian Rully. Untuk kompetisi 10th IDC Discus Contest klangenan milik pehobi asal Medan, Sumatera Utara, Laimansyah, jenis solid blue berhasil menjadi grand champion.

Adapun grand champion lomba 3rd Indoscapersrace adalah tim akuaskap asal Pangkalpinang, Bangka Belitung, Rinjani Aquascape Design. Menurut panitia Nusatic, Sugiarto Boediono, jumlah pengunjung meningkat dibandingkan dengan Nusatic sebelumnya. Pada Nusatic 2017 terdapat 3.000 pengunjung, pada 2018 melonjak hingga 4.161 pengunjung. Menurut Boediono kesuksesan itu karena sinergi antara pemerintah, swasta, dan pehobi ikan hias.

Grand champion 5th Arwana Contest Indonesia (ACI) Cup 2018. (Dok. Trubus)

Semula pameran ikan hias terbesar di Asia Tenggara adalah Akuarama. Namun, acara itu kini berpindah lokasi ke Tiongkok, sehingga Nusatic adalah acara pameran ragam ikan hias terbesar di Asia Tenggara. Boediono berharap, selain menjadi pameran ikan hias terbesar di dunia, Nusatic juga menjadi penggerak pemasaran eksportir ikan hias terbesar dunia. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Khasiat Daun Ketepeng Cina, Berpotensi Kendalikan Kadar Kolesterol Darah

Trubus.id—Daun ketepeng cina berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Itulah hasil riset Nisa Khoirila dan Muhammad Walid dari program Studi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img