Monday, January 26, 2026

Olah Minyak Asiri Bawang Merah, Penyelamat Harga Saat Harga Murah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Saat musim panen raya, harga bawang perah di tingkat petani anjlok. Salah satu alternatif yakni dengan mengolah menjadi minyak asiri.

Menurut Dosen di Program Studi Farmasi Politeknik Harapan Bersama, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Heru Nurcahyo, S.Farm., M.Sc, Apt, “Jenis pelarut menentukan keberhasilan dan tingkat rendemen penyulingan.”

Ia meriset cara menghasilkan minyak asiri bawang merah.  Heru merajang halus umbi dengan ketebalan 1—2 mm secara manual. Sebanyak 500 gram rajangan umbi itu ia masukkan dalam labu distilasi berisi air. Labu ia panaskan dengan pembakar spiritus hingga air di dalamnya mendidih.

Uap yang mengalir ia masukkan dalam kolom pendingin yang berujung di labu penampung. Dalam percobaan pertama, minyak mulai menetes sejak mulai pemanasan 3 jam dan selesai dalam 2 jam sehingga total waktu 5 jam. Bawang merah 0,5 kg menghasilkan 1 gram minyak atau rendemen 0,2%.

Percobaan berikutnya, Magister Farmasi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu menggunakan teknik penyulingan uap. Air ia didihkan dalam labu yang berfungsi sebagai bejana uap. Uap yang terbentuk ia alirkan ke dalam labu berisi bawang merah.

Cara itu efektif memangkas waktu, minyak menetes 2 jam sejak uap mengalir sehingga total waktu penyulingan hanya 4 jam. Rendemen teknik penyulingan uap sama, 0,2%.

“Labu yang menjadi bejana uap bisa diisi air mendidih sehingga uap lebih cepat terbentuk,” ungkap Heru.

Minyak dalam labu penampung masih tercampur air sehingga Heru memisahkan air menggunakan corong pemisah. Minyak berada di atas sehingga air ia keluarkan melalui keran di dasar corong.

Minyak asiri bawang merah murni berwarna cokelat gelap dengan aroma seperti lemak. Aroma khas bawang merah justru tidak tercium.

Dari berbagai praktikum itu, Heru menyimpulkan bahwa minyak justru banyak terdapat dalam umbi bawang merah kecil. Rendemen bawang merah yang ditanam secara organik lebih tinggi.

Menurutnya, bawang merah organik lebih padat dan kadar airnya lebih rendah ketimbang hasil budidaya konvensional. Umbi untuk penyulingan minimal berumur 3 bulan dari panen sehingga kandungan airnya menyusut.

Umbi itu ia simpan tanpa memangkas daun untuk mencegah munculnya tunas. Saat menyuling dalam bejana distilasi besar berkapasitas 50 kg, Heru mendapatkan rendemen hingga 1%.

Menurut Heru tutup dan persambungan bejana besar itu lebih rapat ketimbang bejana percobaan labotarorium sehingga tidak ada uap yang bocor. Rendemen minyak umbi bawang merah organik yang disuling dalam bejana besar mencapai 2%.

“Bisa lebih kalau bawang merah dilumat halus,” ujarnya. Sayang, tidak ada pustaka yang bisa menjadi rujukan tentang kandungan maksimal minyak asiri dalam umbi bawang merah.

Ia menjadikan minyak asiri sebagai bahan untuk membuat minyak oles beraroma menyegarkan (aromaterapi). Berangkat dari kearifan lokal, ia mencoba minyak kelapa sebagai bahan utama. Namun, sifat lengket minyak kelapa membuat minyak oles terasa lengket di kulit.

Heru lantas mengganti minyak kelapa dengan minyak zaitun. Cocok, penambahan olive oil itu menghasilkan minyak oles jernih kekuningan yang tidak lengket di kulit.

Ia lantas meracik minyak oles dengan kandungan minyak bawang merah 5% dan 10%. Minyak oles yang mengandung 10% minyak asiri bawang membuat kulit nyeri kemerahan, ciri terjadi iritasi.

Campuran 5% minyak asiri bawang pas, hangat, dan nyaman di kulit. Dengan penambahan 5% minyak mentol untuk aromaterapi, aroma bawang merah sama sekali tidak terasa.

Meski demikian, minyak itu mengandung zat-zat berkhasiat dalam bawang merah.  Jika rendemen rata-rata 1%, sekuintal umbi menghasilkan 1 kg asiri, setara 1.250 ml—cukup untuk membuat 2.500 botol minyak oles.

Dengan konsentrasi 5%, sebotol minyak oles volume 10 ml mengandung 0,5 ml asiri bawang merah. Berdasarkan hitungan itu, Heru memperkirakan harga pantas sekilogram asiri bawang merah Rp1,2 juta. Catatannya, biaya dihitung dengan harga bawang merah Rp10.000 per kg.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img