Monday, May 11, 2026

Olahan Tomat Lokal Rambah Pasar Internasional Lewat Saus Pasta

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Keberadaan stan saus pasta buatan Indonesia dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 sukses menarik perhatian pengunjung mancanegara. Salah satunya warga Italia yang penasaran dengan produk karya lokal tersebut.

“Kok Indonesia punya saus pasta. Saya harus coba,” kata Arieffy Syafati, pemilik stan, menirukan ucapan tamu asal Negeri Pizza itu. Setelah mencicipi varian saus pedas, pengunjung itu berkata, “Ini unik, beda dari yang ada.”

Pernyataan itu menunjukkan bahwa saus pasta buatan Arieffy—yang akrab disapa Riri—terutama varian pedas, cocok dengan lidah konsumen global. Tidak hanya pengunjung dari Italia, warga Yordania pun menggemari saus pasta LaRissso.

Foto: Dok. LaRissso

“Saya tidak menyangka produk yang dibawa habis terjual kurang dari sehari,” kata Riri, produsen saus pasta asal Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Antusiasme pengunjung menjadi bukti potensi pasar produk lokal.

Menurut Riri, banyak pengunjung pameran 2024 yang menyukai cita rasa khas LaRissso. “Mereka suka dengan yang pedas,” ujarnya.

LaRissso hadir dalam tiga varian rasa: bolognese, spicy tuna, dan spicy hot chicken. Riri hadir di ajang tersebut atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania.

Respons positif itu menandakan kualitas prima produk olahan Riri. Tak heran, sejak 2021 produk LaRissso sudah menjangkau pasar Singapura.

Padahal, saat itu pandemi korona sedang mengguncang hampir seluruh sektor kehidupan. Namun, justru di masa itu penjualan Riri meluas hingga ke luar negeri.

“Perusahaan agregator yang memasarkan produk kami ke Singapura,” kata Riri. Jadi, ia tidak langsung mengirim sendiri produknya ke negara tetangga itu.

Kini, pengiriman ke Singapura dilakukan setiap tiga hingga enam bulan sekali. Jumlah pengiriman bisa mencapai 10 dus, masing-masing berisi 24 stoples saus.

Selain pasar ekspor, permintaan dari dalam negeri juga meningkat sejak 2021. Bahkan, mulai ada pesanan dari perusahaan lain untuk produksi maklun.

Riri memang menyediakan jasa produksi maklun sejak awal. Ia menduga, peningkatan permintaan terjadi karena kesadaran masyarakat terhadap pentingnya makanan sehat.

Konsumen utama LaRissso adalah kafe dan restoran. Sisanya berasal dari pasar retail, terutama ibu muda yang membutuhkan bumbu praktis dan sehat.

Apa rahasia kelezatan LaRissso? “Saus pasta kami diolah dari tomat segar petani Boyolali, ditambah daging asli, rempah lokal, dan Italian herb. Tanpa pengawet dan tanpa vetsin,” jelas Riri.

Saat ini, ia dan tiga karyawannya memproduksi sekitar 50 kg saus pasta per hari. Jumlah itu berasal dari 50 kg tomat segar yang mereka olah setiap harinya.

Padahal saat memulai usaha pada 2016, Riri hanya mengolah 5—10 kg tomat per minggu. Artinya, usaha saus pastanya mengalami pertumbuhan signifikan.

Untuk menjaga pasokan, ia bekerja sama dengan kelompok tani di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kolaborasi itu mendukung keberlanjutan dan kualitas produk LaRissso.


Artikel Terbaru

Ekspor Perdana Yogurt Indonesia Tembus Vietnam

Trubus.id— Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) melepas ekspor perdana produk yogurt ke Vietnam pada Selasa,...

More Articles Like This