Saturday, June 22, 2024

Padi IPB 10 G Tanimar Tahan Terhadap Kekeringan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—  Padi varietas IPB 10 G Tanimar bisa jadi pilihan alternatif petani. Kelahiran varietas padi baru itu dibidani oleh Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Bambang S. Purwoko, M.Sc.

“Tanimar itu “petani gemar”, harapannya petani gemar menanam varietas itu,” kata Bambang.

Padi generasi baru itu berproduktivitas tinggi dengan hasil panen rata-rata 5,17 ton per ha. Sementara potensi hasil 7,18 ton per ha. Bandingkan dengan produktivitas padi gogo rata-rata nasional hanya 3,3 ton/ha. Padi golongan cere itu juga genjah karena berumur panen 114 hari setelah semai (hss).

“Padi dapat dikatakan genjah apabila panen pada umur 105—124 hss,” kata Bambang.

Padi IPB 10 G Tanimar mempunyai ketahanan terhadap penyakit utama padi gogo yaitu 4 ras penyakit blas, tahan hawar daun bakteri patotipe III dan IV, serta agak tahan terhadap 2 biotipe 1 dan 2 wereng batang cokelat.

“Keunggulan lain agak toleran terhadap cekaman kekeringan dan 40 ppm alumunium pada fase bibit,” tutur guru besar Fakultas Pertanian IPB itu.

Penampilan gabah padi IPB 10 G tanimar itu ramping dengan rendemen beras pecah kulit 80,4%. Tekstur nasi sedang dan bobot 1.000 butir gabah 26,99 gram.

Padi yang dilepas pada Juli 2022 oleh Menteri Pertanian itu hasil persilangan Way Rarem sebagai induk betina dengan galur ITA 247 (induk jantan). Pemulian dilakukan dengan kultur anter.

“Teknik konvensional membutuhkan waktu 8—10 tahun. Sementara kultur anter cukup 1—2 generasi atau sekitar 3 tahun,” tutur doktor alumnus Agriculture and Life Sciences, Cornell University, New York, Amerika Serikat, itu.

Dari tanaman hasil persilangan itu, antera (bunga jantannya) ditanam secara kultur jaringan dan menghasilkan galur murni dihaploid. Way rarem mewariskan sifat daya hasil tinggi dan toleran kekeringan.

Uji multilokasi dilakukan di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur pada 2016—2018. Bambang menuturkan, varietas padi gogo anyar itu sudah ditanam di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur dengan produktivitas rata-rata lebih dari 5 ton per ha.

Bambang menuturkan, varietas IPB 10 G Tanimar dapat ditanam di lahan kering sampai 600 meter di atas permukaan laut (m dpl). “Penanaman pada awal musim hujan dengan mengikuti kaidah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi gogo,” tutur Bambang.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Ingin Tanam Alpukat? Catat Jenis Alpukat Menurut Permintaan Pasar

Trubus.id—Alpukat premium menjadi incaran pasar. Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama Vendi Tri Suseno, S.T.P., kriteria alpukat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img