Friday, January 16, 2026

Panduan Mengolah Kentang menjadi Berbagai Produk

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Sebelum mengolah kentang menjadi berbagai produk olahan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari ukuran, bentuk, dan kedalaman mata. Selain itu yang juga  harus diperhatikan adalah seputar penyebutan produk olahan.  

Terkadang ada penamaan berbeda dalam sebuah produk olahan. Misal kentang dalam menu Fishn Chips yang terdiri dari ikan dan kentang goreng disebut potato chips oleh orang Inggris. Orang Amerika menyebutnya french fries.

Sementara keripik kentang yang di Amerika disebut potato chips, di Inggris disebut potato crisps. Berikut ini kiat pemilihan kentang untuk masing-masing produk olahan, agar tidak salah pilih.  

Kentang memiliki bentuk sangat beragam. Bulat seperti atlantic, oval seperti granola, panjang seperti russet burbank, sampai bentuk tak beraturan. Ukuran umbi dari sekecil kelereng sampai sebesar melon, mata dangkal sampai dalam.

Untuk produk olahan chips dan french fries bentuk dan ukuran sangat penting, karena berhubungan dengan penampilan produk dan efisiensi produksi, sedangkan untuk produk seperti perkedel, sup, dan kari hanya berpengaruh terhadap kemudahan mengupas dan memotong . Tidak berpengaruh langsung terhadap penampilan produk akhir.

Sementara produk olahan French fries menghendaki kentang berukuran besar dengan bentuk memanjang dan mata dangkal. Dengan karakter seperti itu limbah pengupasan minimal.

Keripik menghendaki kentang berukuran sedang, berbentuk bulat, dan bermata dangkal. Ini akan menghasilkan keripik berbentuk bulat seragam. Ukuran sedang memudahkan pengemasan dalam kantong berukuran kecil.

Kentang rebus lebih disukai yang berukuran kecil, karena lebih cepat dan lebih merata kematangannya. Kentang untuk masakan seperti kari, sup, sambal goreng, dan perkedel lebih cocok yang berukuran besar, berbentuk oval, dan bermata dangkal. Tujuannya agar lebih mudah dikupas dan dipotong-potong serta lebih sedikit bagian terbuang.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img