Friday, August 12, 2022

Panen Cabai 2 Kali Lipat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Satu hektare lahan berpotensi menghasilkan 20 ton cabai.

Petani mesti waspada serangan hama dan penyakit saat menanam cabai kepadatan tinggi.
Petani mesti waspada serangan hama dan penyakit saat menanam cabai kepadatan tinggi.

Rosevelty Kapoh tidak menyangka bakal memanen perdana 500 kg cabai rawit di lahan sekitar 1.000 m². Sebelumnya petani cabai di Kelurahan Woloan, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, itu, paling banter menuai 200 kg cabai rawit di lahan sama. Artinya hasil panen Capsicum annuum milik Velty—sapaan akrab Rosevelty Kapoh—meroket 150%.

Johanis Senduk, Pieter Tangka, dan Rosevelty Kapoh (dari kanan ke kiri) menerapkan budidaya cabai kepadatan tinggi.
Johanis Senduk, Pieter Tangka, dan Rosevelty Kapoh (dari kanan ke kiri) menerapkan budidaya cabai kepadatan tinggi.

Panen menjulang sejalan dengan pendapatan tinggi. Pada Mei 2016 itu harga cabai di tingkat petani Rp25.000 per kg sehingga omzetnya Rp12,5-juta. Penghasilan Velty bakal bertambah karena masih ada panen berikutnya. Tetangga Velty, Tony Kaspar, memperoleh lebih dari 1 ton cabai rawit di lahan 2.500 m².

Tanam rapat
Pada penanaman sebelumnya, 2015, Tony Kaspar cuma mendapatkan 500 kg buah tanaman kerabat kentang itu. Produksi cabai yang mencuat pun terjadi di kebun Johanis Senduk. Pada Mei 2016 Johanis memetik 2 ton cabai rawit di lahan 1.500 m². Lazimnya petani lain hanya menerima sekitar 1 ton.

Apa yang Velty, Tony, dan Johanis lakukan sehingga kebun cabai mereka berproduksi tinggi? Kuncinya adalah perawatan dan pemupukan. Sebelumnya ketiga petani itu kurang merawat dan memupuk cabai sehingga hasilnya minim. Rahasia lainnya yaitu Velty dan rekan menanam cabai dengan kepadatan tinggi alias high density planting.

Tanam rapat salah satu cara meninggikan produksi cabai.
Tanam rapat salah satu cara meninggikan produksi cabai.

Mereka mengetahui teknik tanam rapat itu dari dari Direktur Utama PT Gunung Mas Agro Lestari (GMAL), Pieter Tangka. Velty, Tony, dan Johanis adalah petani mitra perusahaan itu. Pieter menganjurkan petani binaan menanam 22.500 tanaman di lahan 1 ha. Bandingkan dengan penanaman cabai secara konvensional, populasi di lahan datar berkisar 15.000—16.000 tanaman per ha.

Menurut periset cabai di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Ir Tonny Koestoni Moekasan, teknik tanam rapat bukan metode baru. Populasi cabai yang ditanam Pieter dan rekan tergolong tinggi jika dibudidayakan saat musim hujan. Jika populasi cabai itu ditanam saat kemarau maka itu jumlah yang wajar. Pieter memang hanya bertani 22.500 cabai saat kemarau.

Sementara saat musim hujan ia hanya berladang 18.000. Harap mafhum kelembapan tinggi memicu munculnya cendawan penyebab penyakit seperti antraknosa. “Angka 18.000 pada musim hujan tergolong tinggi,” kata Pieter. Menurut Tonny lazimnya petani lain membudidayakan 16.000 cabai per ha saat musim hujan.

Untuk mengurangi serangan cendawan, Pieter menganjurkan petani memperhatikan sanitasi kebun. Bedengan harus bersih. Tidak boleh ada sampah atau daun yang jatuh. Sekretaris Jenderal Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, menuturkan teknik tanam rapat mesti diimbangi dengan pasokan nutrisi yang memadai. Hamid menyarankan petani menggunakan pupuk lambat urai agar nutrisi keluar perlahan.

Tony Kaspar menuai lebih dari 1 ton cabai rawit dari lahan 2.500 m². Semula ia hanya memanen 500 kg cabai rawit di lahan sama.
Tony Kaspar menuai lebih dari 1 ton cabai rawit dari lahan 2.500 m². Semula ia hanya memanen 500 kg cabai rawit di lahan sama.

Dengan begitu petani bisa memupuk sebulan sekali. Penggunaan pupuk slow release juga lebih murah dibanding pupuk konvensional sehingga petani bisa jadi lebih untung. “Sayangnya pupuk seperti itu belum ada di Indonesia,” kata Hamid. Saat ini Tony dan rekan tidak menggunakan pupuk slow release. Pupuk yang Tony dan rekan gunakan berasal dari PT GMAL.

Atasi hama
Agar kebutuhan nutrisi tercukupi Tony mencampur 90 kg pupuk kandang dan 6 kg NPK di bedeng berukuran 1 m x 100 m sebagai pupuk dasar. Dua pekan setelah tanam, Tony menyemprotkan 1 sendok makan pupuk anorganik non residu dan 16 l air untuk 1 bedeng. Penyemprotan selanjutnya setiap pekan. Cara pemberian pupuk selang-seling antara semprot dan kocor. Dosis pupuk kocor yakni 0,5 l pupuk pertumbuhan dicampur dengan 250 l air.

Tiga bulan setelah tanam cabai mulai berbuah. Tony memberikan 3 kg NPK dan ¼ 1 pupuk anorganik nonresidu per tanaman. Hambatan bertani cabai berpopulasi padat adalah merajalelanya lalat buah. Untuk mengatasi hama itu mereka menggunakan pestisida yang beredar di pasaran sesuai dosis pada kemasan. Pemberian pestisida juga disesuaikan dengan serangan hama.

Hama lain yang kerap menyerang adalah virus kuning. Menurut Senior Crop Manager and Plant Nutrient FMC Agricultural Solutions, Agus Suryanto, kutu kebul Bemisia tabaci adalah vektor utama penyebar virus kuning. Ciri tanaman terserang antara lain daun menggulung, mengecil, dan menguning. Dampaknya produksi buah menurun, bahkan bisa tidak berbuah.

Varietas cabai menentukan keberhasilan tanam rapat.
Varietas cabai menentukan keberhasilan tanam rapat.

Agus merekomendasikan penggunaan Stargate 600 SC berbahan aktif klotianidin sesuai dosis. Selain pemborosan, penggunaan pestisida yang berlebihan juga merusak lingkungan. Petani bisa mendapatkan Stargate 600 SC di toko pertanian terdekat. Hama lain yang berpotensi merusak panen buah tanaman kerabat tomat itu adalah ulat grayak Spodoptera litura.

Untuk membasmi hama itu petani bisa menggunakan Acemain 75 SP kreasi PT Royal Agro Indonesia. Acemain 75 SP adalah insektisida sistemik, racun kontak, dan lambung berupa serbuk yang dapat larut dalam air. Menurut Development and Registration Manager PT Royal Agro Indonesia, Hadi Suparno, Acemain 75 SP lebih unggul dibanding produk lain karena aroma khas zat aktifnya tidak menguar banyak saat dalam kemasan.

Tentunya itu menguntungkan penjual karena aromanya tidak mengganggu pembeli yang datang. Meskipun begitu produk itu sangat efektif memberantas ulat grayak. Menanam cabai berpopulasi rapat berpeluang memetik lebih banyak cabai. Para petani membuktikannya. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img