Sunday, August 14, 2022

Panen Ikan 10 Kali Lipat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Teknologi baru akuaponik bioflok meningkatkan produksi ikan.

Akuaponik bioflok di Seameo Biotrop menggunakan talang untuk menempatkan lubang tanam.
Akuaponik bioflok di Seameo Biotrop menggunakan talang untuk menempatkan lubang tanam.

Petani akuaponik memanen dua komoditas sekaligus, yakni sayuran dan ikan. Produksi ikan rata-rata 50—100 ekor setara 10 kg, sayurannya 30 pot per 1 m². Kini dengan teknologi mutakhir, petani akuaponik mampu meningkatkan produksi ikan hingga 10 kali lipat. Harap mafhum, sistem budidaya itu memang menggunakan prinsip padat tebar untuk menggenjot produksi. Teknologi yang mampu menggandakan panen ikan itu bernama bioflok.

Peternak lebih dahulu mengadopsi teknologi itu untuk meningkatkan produksi lele. Prinsip dasar teknologi itu adalah pemeliharaan ikan dengan menumbuhkan mikroorganisme. Makhluk mini itu berfungsi mengolah limbah budidaya menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau flock yang bermanfaat sebagai makanan alami bagi ikan. Peternak memacu pertumbuhan mikroorganisme dengan memberikan probiotik dan pemasangan aerator yang memasok oksigen sekaligus mengaduk air kolam.

Padat tebar

Produksi ikan dalam budidaya akuaponik bioflok meningkat drastis.
Produksi ikan dalam budidaya akuaponik bioflok meningkat drastis.

Kini para periset di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jakarta dan dan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar mengombinasikan teknologi bioflok dan akuaponik. Untuk memudahkan sebut saja akuaponik bioflok. Menurut periset di Seameo Biotrop, Dr Nur Bambang Priyo Utomo, penerapan teknologi bioflok pada akuaponik sangat menarik karena seakan membenturkan dua prinsip kerja yang berlawanan.

Akuaponik memanfaatkan kotoran sebagai sumber nutrisi tanaman, sedangkan bioflok berusaha mengolah kotoran dengan bantuan mikroorganisme menjadi pakan ikan. Akibatnya berpotensi terjadi kompetisi nutrisi nitrogen antara tanaman dengan ikan. “Dalam kotoran ikan terkandung nitrit, nitrat, dan amonia. Kalau nitrit dan nitrat sudah terpakai untuk proses bioflok, tanaman tidak akan kebagian nutrisi. Begitu juga sebaliknya jika kedua senyawa itu terserap tanaman, bioflok tidak terbentuk sempurna,” ujar Bambang.

Namun, berdasar penelitian ia mendapatkan kepadatan tebar yang tepat untuk mempertahankan keseimbangan komposisi serapan bioflok dan tanaman yang pas, yaitu pada kisaran 500—900 ekor per m². Nur Bambang mengatakan bagi pemula ukuran kolam lele disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Namun, jika untuk tujuan usaha dan modal yang cukup, maka buatlah kolam yang lebih besar dengan kapasitas produksi yang lebih besar pula.

Sebagai patokan ukuran luas yang ideal yaitu untuk 1 m³ dapat menampung ikan lele hingga 1.000 ekor. Lain halnya dengan sistem budidaya secara konvensional yang hanya mampu menampung 100 ekor untuk setiap 1 m³. Petani akuaponik juga perlu menyiapkan mesin aerator untuk meniupkan udara ke dalam air kolam. Setelah kolam jadi tahap berikutnya yaitu menyiapkan air untuk pembesarkan benih lele.

Dr Nur Bambang Priyo Utomo, dengan sistem bioflok padat tebar dan produktivitas naik berkali lipat dan meningkatkan pendapatan petani.
Dr Nur Bambang Priyo Utomo, dengan sistem bioflok padat tebar dan produktivitas naik berkali lipat dan meningkatkan pendapatan petani.

Menurut peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, Dr Yudi Sastro pengembangan akuaponik tergantung pada tujuannya, yakni bisnis atau untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan sayuran sehat.  Untuk ukuran kebutuhan keluarga, kolam bervolume air 5 kubik  dan padat tebar 300 ekor bibit ukuran 10 cm, dan luasan tanam sayuran 4  m² cukup menguntungkan.  Namun, untuk bisnis maka luasan pertanaman sayuran harus harus melebihi 1.000 m².

Anggota Komunitas Belajar Akuaponik Indonesia, Kaftaru Fiscer, mengatakan sejatinya tidak ada pakem yang mengikat dalam berakuaponik. “Para pemain akuaponik kadang ada yang lebih mengutamakan ikan, tanaman saja, bahkan intensif untuk keduanya,” kata Kaftaru. Menurut Kaftaru dengan keunggulan sistem akuaponik nyaris tanpa limbah, saat ini mulai banyak yang tertarik membudidayakan akuaponik. (Muhammad Hernawan Nugroho)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img