Thursday, August 18, 2022

Panen Tomat di Budikdamber

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Tomat salah satu pilihan komoditas sayuran pada praktik budikdamber.

Media tanam yang tepat kunci sukses panen sayuran buah di budikdamber.

Trubus — Juli Nursandi, S.Pi., M.Si., berpengalaman menuai 97 buah tomat. Tanaman tomat tumbuh di ujung ember karena Juli membudidayakan Solanum lycorpersicum dalam budikdamber atau budidaya ikan dan sayuran dalam ember. Setiap ember terdapat 2 pot tanaman. Juli mengelola sembilan budikdamber. “Budikdamber ini untuk pengujian variasi tanaman dan membuktikan kalau dengan budikdamber semua jenis tanaman bisa dibudidayakan,” kata Juli.

Percobaan penanaman tanaman tomat pada praktik budikdamber oleh Juli Nursandi, S.Pi., M.Si. dengan media tanam arang, kain, dan tanah. (Dok. Juli Nursandi, S.Pi., M.Si.)

Harap mafhum, budikdamber identik dengan sayuran daun. Hal yang membedakan dalam membudidayakan sayuran buah pada budikdamber adalah pemilihan media. Juli memanfaatkan media arang tempurung kelapa, kain, dan tanah. “Kalau pakai arang saja, sayuran buah seakan hidup segan mati tak mau,” kata pria yang hobi menyelam itu. Dasar pot berisi arang hingga setinggi kurang lebih 2—3 jari.

Pupuk tambahan

Menurut Juli sebaiknya batasi arang dengan potongan kain apa saja dengan ukuran secukupnya, asalkan permukaan arang tertutup. Tujuannya agar tanah tidak larut ke air. Tambahkan tanah gembur atau yang sudah tercampur dengan pupuk kandang hingga memenuhi permukaan pot. “Tanah adalah media tanam terbaik di bumi ini. Jadi, saya terus mencoba memainkan tanah agar bisa diaplikasikan di budikdamber,” kata dosen Program Studi Budidaya Perikanan, Politeknik Negeri Lampung itu.

Nutrisi tanaman perlu perhatian khusus ketika membudidayakan
sayuran buah seperti tomat. (Dok. Juli Nursandi, S.Pi., M.Si.)

Juli memanfaatkan tanah gembur berupa media tanam campuran yang banyak dijual di pasaran. Menurut Juli penggunaan media tanah tanpa tambahan pupuk mengakibatkan tanaman berbuah lebih jarang. Media tanam berupa perpaduan arang, kain, dan tanah membuat media yang terendam hanya arang di bagian dasar pot. “Akar tanaman tidak terendam terus-menerus, sehingga menekan pembusukan akar akibat bakteri dan mikroorganisme lain,” kata Juli.

Adapun tanah di bagian atas pot tidak tergenang air. Oleh karena itu, pehobi budikdamber memperoleh kesempatan menambahkan nutrisi tanaman tanpa khawatir residu yang membahayakan kesehatan ikan. Harap mafhum, tanaman sayuran buah seperti tomat, terung, dan cabai memerlukan lebih banyak nutrisi untuk pembentukan buah. Itulah sebabnya pelaku budikdamber perlu menambahkan pupuk.

Sementara sayuran daun seperti kangkung dan bayam cukup mengandalkan nutrisi dari feses ikan. Jadi, meski pelaku budikdamber tidak menambahkan pupuk, tanaman pun tetap tumbuh subur. Adapun cara pemupukan tanaman dengan menabur di media tanam. Juli bukan satu-satunya pelaku budikdamber yang memetik sayuran buah. Media arang, kain, dan tanah juga lebih kuat menopang sayuran buah yang lebih kuat.

Nutrisi lebih

Pelaku lain yang menanam tomat di budikdamber adalah Darmatasiah, S.P.K.P., di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi. Darmatasiah menanam tomat di empat pot budikdamber pada Januari 2020. Setiap pot berisi 1 tanaman tomat varietas ceri. Perempuan 40 tahun itu memindahkan tanaman tomat ke polibag sebelum memasuki fase generatif. Tenaga pendamping desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu kurang teliti merawat tanaman tomatnya.

Darmatasiah, S.P.K.P. pelaku
budikdamber di Kabupaten
Tanjungjabung Barat, Provinsi
Jambi.

“Perawatannya kurang. Seharusnya sering dipangkas pada saat pertumbuhan vegetatif supaya pendek. Saya lupa pangkas, akhirnya terlalu tinggi dan melindungi sinar matahari masuk ke dalam ember,” kata Darmatasiah. Meski demikian alumnus Agribisnis, Universitas Terbuka Jambi itu tetap memanen tomat secara berkala berbarengan panen lele dalam budikdamber.

Menurut periset di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Dr. Kukuh Nirmala, air limbah ikan mengandung unsur karbon, hidrogen, oksigen, nirogen, fosfor, dan sulfur dari pakan ikan yang dapat berperan sebagai pupuk. Adapun nutrien mikro juga tersedia yakni kalsium, magnesium, kalium, klorin, dan natrium, serta mineral lain tetapi kandungannya belum mencukupi untuk pertumbuhan sayuran.

Dosen Ilmu Akuakultur itu mengatakan, kekurangan unsur magnesium (Mg) menyebabkan daun tanaman menjadi pucat dan kurang subur. Unsur Mg berperan sebagai pembentuk klorofil untuk fotosintesis. Menurut Kukuh penanaman tanaman sayuran bukan daun pada praktik budikdamber sebaiknya diberi tambahan pupuk. Tujuannya agar produksi tanaman optimal. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img