Sunday, August 14, 2022

Para Penghulu Dewi Sri

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Betul, harga benih padi itu memang Rp40-juta per gram! Surono Danu bakal meraup Rp16-miliar. Bulir padi itu setara berlian, bahkan lebih mahal. Namun, Danu menolak. ‘Padi ini saya persembahkan untuk petani Indonesia,’ kata Danu yang akhirnya menolak untuk menjual benih hasil persilangannya bernama sertani. Produksi sertani luar biasa tinggi. Petani di Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Markuat, pada musim tanam Maret 2011, menuai 14 ton gabah kering panen per ha.

Ia berkali-kali menanam sertani dan hasilnya rata-rata 14 ton per ha. Sertani hasil silangan Danu pada 1993. Hingga kini Kementerian Pertanian memang belum melepas sertani sebagai varietas baru. Itulah sebabnya peredaran sertani di kalangan petani seperti di Garut, Sumedang, dan Cirebon, Provinsi Jawa Barat, serta Tegal, Provinsi Jawa Tengah, dan beberapa provinsi lainnya dilakukan secara swadaya.

Padi impian

Untuk menghasilkan benih-benih unggul itu, Surono Danu hampir tak kenal waktu. Ketika orang-orang lain masih berselimut, pukul 02.00 dinihari ia kerap kali bangun di rumahnya di kawasan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Di bawah cahaya lampu minyak tanah yang terus bergoyang-goyang tertiup angin, Surono Danu menghampiri varietas sirendah dalam pot. Ia tekun membuang benangsari atau bunga jantan sirendah agar tak menyerbuki putik.

Padi berumah tunggal, bunga jantan (benangsari) dan bunga betina (putik) ada pada satu tanaman. Keesokan hari, pada pukul 07.00 pria 60 tahun itu mempertemukan putik sirendah dengan benangsari dayang rindu. Dayang rindu varietas lokal dari Lampung yang penyebarannya meliputi wilayah Sumatera bagian selatan dengan produktivitas 4 ton per ha. Jumlah gabah banyak, mencapai 212 bulir per malai. Kelebihan lain dayang rindu adalah tahan kekeringan. Adapun sirendah resisten penyakit  hawar daun, dan berbatang kokoh. Sayangnya, keduanya berumur dalam, panen umur 150 hari.

Danu memperoleh sirendah dan dayang rindu setelah menempuh perjalanan ke sentra-sentra padi di tanahair seperti Lampung, Palembang, dan Jambi pada 1983 – 1985. Total jenderal ia mengumpulkan 183 jenis unggul lokal dalam bentuk gabah kering. Ia berharap persilangan sirendah dan dayang rindu menghasilkan tanaman unggul: produksi tinggi, umur panen singkat, dan resisten terhadap hama serta penyakit.

Dari hasil persilangan itu, Danu memperoleh 1.173 bulir. Alumnus Institut Pertanian Bogor itu menyemaikan benih hasil silangan. Danu juga memanfaatkan pot untuk menanam hasil silangannya karena keterbatasan lahan. ‘Mafhum semua modal dari kantong sendiri, tidak ada sepeser pun bantuan pihak lain,’ kata Danu. Setelah empat kali penanaman, ia memperoleh 63 calon galur harapan. Namun, umur panen 135 hari, targetnya 105 hari.

Danu kembali menyilangkan. Hasilnya masa produksi terpangkas, sehingga makin pendek, yakni 115 hari. Setelah 9 tahun dan melibatkan 27 kali persilangan, akhirnya muncul 16  galur harapan berumur genjah 105 hari. ‘Saya memberi nama galur-galur itu sertani akronim dari Serikat Tani Indonesia,’ kata Danu. Sertani adalah organisasi kemasyarakatan tempat Danu beraktivitas memberdayakan petani di Lampung. Sertani itulah yang diincar pengusaha dari Malaysia.

Petani menolak

Organisasi tempat Danu beraktivitas kemudian berinisiatif meminta beberapa petani di Kabupaten Lampung Tengah untuk menanam sertani di lahan. Namun, banyak petani menolak karena tak yakin akan hasilnya.  ‘Saya sampai memberi jaminan untuk mengganti hasil panen jika produksi lebih rendah,’ kata ayah 5 anak itu. Hasilnya menggembirakan, seperti di lahan Markuat yang mencapai 14 ton per ha. Wajar jika banyak petani kini membudidayakan sertani. ‘Padi sudah ditanam dari Lhokseumawe hingga ke Papua,’ tutur Danu.

Produktivitas menjulang itu juga berkat dukungan teknologi budidaya, pemberian nutrisi yang optimal,  termasuk penggunaan pembenah tanah. Hingga kini Danu terus melakukan persilangan dan menambah koleksi padi lokal miliknya. Jumlahnya ditaksir mencapai 1.138 jenis. Danu pun kerap menerima kiriman benih padi lokal dari petani dari seantero penjuru tanahair. Pada Juni 2010, petani Tana Toraja, Sulawesi Selatan mengirim 16 jenis padi lokal yang sayangnya sampai saat ini belum sempat diseleksi Danu akibat ketiadaan lahan. ‘Indonesia kaya sumber plasma nutfah padi yang potensial untuk kemandirian pangan,’ kata Danu.

Warsiyah di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat,  menempuh jalan serupa sejak 2002. Pria kelahiran 27 Juni 1957 itu pernah belajar menyilangkan padi di Sukabumi, Jawa Barat.  Ia kemudian giat mencari varietas padi unggul lokal yang mulai terancam punah seperti longong, jalawara, gundil, dan sri putih. Ia mengalokasikan 700 – 1.400 m2 dari total luas 5.000 m2 lahan miliknya sebagai areal persilangan varietas terancam punah dengan ciherang.

Petani di Indramayu banyak menanam ciherang. ‘Tujuan saya menghasilkan padi yang produksinya lebih tinggi dibanding ciherang,’ kata Warsiyah. Produksi ciherang 6,5 ton gabah kering panen per ha. Tujuan lain mengurangi ketergantungan dalam pengadaan benih serta menambah keragaman varietas untuk menekan ledakan serangan hama dan penyakit. Mafhum Warsiyah punya pengalaman buruk soal itu.

Pada 1992, dari total 225 ha sawah di desanya gagal panen akibat serangan penggerek. ‘Itu akibat penanaman satu jenis padi yang berakibat rentan serangan hama dan penyakit,’ kata pria kelahiran 27 Juni 1957 itu. Namun, banyak tetangga malah menyangka Warsiyah gila. Itu karena pertumbuhan benih hasil silangan sangat bervariasi. Dari beberapa kali persilangan, ayah empat anak itu memperoleh beberapa galur yang berproduksi 7 ton/ha.

Jerih payah Warsiyah yang memberi pelatihan persilangan padi hingga ke Afrika itu kini terbayar lunas setelah muncul beberapa galur yang mampu berproduksi di atas 7 – 8 ton per ha, lebih tinggi daripada ciherang. Menurut Warsiyah kerap terjadi hasil padi silangannya dicuri orang. ‘Karena melihat sosok bulir bagus dan penuh sehingga diambil untuk dijadikan benih,’ kata  Warsiyah. (Faiz Yajri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img