Wednesday, August 10, 2022

Akhir Kisah Kanker Kulit

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Ling zhi hambat perkembangan sel kanker dan tingkatkan staminaMelanoma alias kanker kulit ganas menyebabkan 75% kematian.  Di dunia setiap tahun ada 160.000 pasien terpapar kanker yang banyak terjangkit di Australia, Selandia Baru, Amerika Utara, dan Eropa Utara. Pantas, ketika mendengar kata melanoma Boedi dan istrinya langsung menghubungi rumahsakit khusus kanker untuk meyakinkan diagnosis dokter kulit.  Setali tiga uang, hasil biopsi mengukuhkan “tahi lalat” itu melanoma.

Menurut dr Sri Linuwih Menaldi, Sp.KK (K), dokter spesialis kulit dan kelamin di rumahsakit Mitra Keluarga di Kelapagading, Jakarta Utara, orang awam sulit membedakan antara tahi lalat dengan kanker.  Namun jika diperhatikan lebih saksama, melanoma bentuknya tidak beraturan, warna tidak merata, permukaan ada yang rata dan benjol-benjol, serta gampang berdarah bila tergores atau tertusuk benda tajam.   Beberapa kasus terlihat ada luka seperti borok.

Letak melanoma bisa di seluruh bagian tubuh, termasuk mata dan usus, yang mengandung melanosit.  Melanosit adalah sel yang bertanggung jawab untuk warna kulit karena menghasilkan pigmen gelap melanin.  “Betul melanoma pun bisa muncul di bawah kuku sehingga kuku berubah menjadi kehitaman, di dalam mulut, langit-langit, gusi, serta di sekitar anus dan genital,” kata Sri Linuwih.  Pihak rumahsakit menganjurkan agar Boedi segera operasi.

Tahi lalat

Pria yang berprofesi sebagai Pembantu Rektor-2 di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu tidak serta-merta  menjalankan saran dokter.  “Takut berpengaruh terhadap mata, saya tidak bersedia dioperasi,” kata Boedi.   Ia malah menghubungi adik ipar yang saat itu juga bertandang ke tempat kerja.   “Setiap orang punya sel kanker.  Makanya tak perlu panik dan sebaiknya jangan operasi,” tutur adik ipar Boedi.  Boedi memang abai karena bulatan hitam di atas telinga kiri dikira hanya tahi lalat biasa.  Padahal ia mengetahuinya sejak 1986, ketika sedang mencukur rambut.  “Darah mengucur akibat mata sisir melukai tahi lalat itu,” kenangnya.

Karena hanya dianggap luka ringan, istrinya hanya mengoleskan obat luka.  Namun, setelah hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun, tahi lalat itu kian melebar walau masih tipis.  Pada 1990 Boedi sempat memeriksakannya ke dokter kulit karena terasa gatal.  Seperti dugaan Boedi dan istrinya, dokter tak akan berbuat banyak, paling meresepkan salep pereda gatal. Pascadiolesi salep, rasa gatal mereda.  Sejak itu salep menjadi senjata andalan Boedi untuk menghadapi gatal.

Hingga puncaknya pada 2010, tepat 3 hari setelah Lebaran. “Gatalnya tak tertahankan serta terlihat ‘tahi lalat’ semakin membesar dan menebal, sehingga saya segera memeriksakannya ke dokter,” kata Boedi. Sebagai langkah penyembuhan Boedi mencari informasi pengobatan herbal. Kebetulan diperoleh cerita, kenalan adik ipar yang terkena kanker getah bening bisa teratasi setelah berobat ke herbalis di kawasan Serpong, Tangerang, Provinsi Banten.

Tanpa pikir panjang, keesokan hari Boedi mendatangi herbalis itu.  “Jika ini dioperasi, tidak tahan lama,”  ucap sang herbalis,  dr Paulus Wahyudi Halim. Herbalis yang juga dokter itu menyodorkan botol berisi 70 kapsul reishi alias ling zhi.  Kapsul berisi ekstrak jamur asal Jepang itu untuk konsumsi sehari 3 kali pada pagi, siang, dan sebelum tidur masing-masing 2 kapsul.  Caranya, kapsul dibuka, isinya dituangkan dalam segelas air, lalu diminum.

“Sebulan mengonsumsi reishi, badan terasa enak dan fit. Walau bekerja dari pukul 08.00 sampai 19.00, tidak terasa capai,” ungkap Boedi. Yang lebih penting keluhan yang kerap dirasakan pria 63 tahun itu seperti menggigil, diare, dan susah berurine, berhenti.  Oleh karena itu  Boedi memutuskan untuk terus mengonsumsi ling zhi Ganoderma lucidum sambil mengimbanginya dengan pengobatan prana seminggu sekali sesuai anjuran Paulus.

Ekstrak sirsak

Empat bulan telah dilalui Boedi mengasup raishi tanpa putus.  Hasilnya selain kebugaran didapat, juga ‘tahi lalat’ mulai menipis dan sedikit demi sedikit mengelupas.  Namun, Boedi tak puas dengan hasil itu.  Ia ingin kesembuhannya lebih cepat.  Maklum, lengah sedikit melakukan pengobatan, sel-sel kanker tumbuh subur kembali. Harapan itu sejalan dengan pemikiran dr Paulus, sehingga ketika kontrol Boedi dibekali dua jenis kapsul lain.

Kapsul yang berisi ekstrak daun sirsak dan sambiloto itu  diperlakukan sama seperti raishi: diminum teratur 3 kali sehari.  Bedanya, kedua kapsul itu langsung ditelan, tidak dilarutkan terlebih dulu dalam air. Dosis asupan, masing-masing jenis 1 kapsul setiap konsumsi.   Sebulan kemudian Boedi kontrol ulang ke dr Paulus.  “Luar biasa.  Medan magnet sudah melemah,” ujar dr Paulus.  Artinya sel kanker tidak menyebar ke mana-mana.  Bahkan yang lebih menggembirakan, “Daya serang sel kanker menurun 35%,” kata dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu.

Kesembuhan bagi Boedi tinggal menunggu waktu, karena protolan kulit kian hari kian banyak.  Itu menandakan sel kanker perlahan mati akibat kerja bahan aktif dalam ling zhi maupun daun sirsak.  Berdasarkan penelitian Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD dari Institut Teknologi Bandung dan Dr Jerry McLaughlin dari Purdue University daun sirsak  terbukti antikanker. Zat aktif acetogenins dalam daun sirsak menghambat pembentukan ATP (adenosin trifosfat) sebagai sumber energi dalam tubuh. Akibatnya, sel kanker yang membutuhkan banyak energi merana karena tidak dapat pasokan.

Ling zhi menurut dr Paulus diberikan selain untuk mengendalikan sel kanker yang berkembang cepat, juga meningkatkan stamina.  Maklum melanoma jauh lebih ganas ketimbang kanker-kanker lainnya dan lambat ditangani, sehingga dikhawatirkan sel kanker sudah menyebar.  Beruntung Boedi cepat menemukan pengobatan yang tepat sebelum sel kanker menyebar ke mana-mana. Jika tidak, keganasan melanoma bisa menyeret ke penderitaan lebih dalam, bahkan membawa risiko kematian.  (Karjono/Peliput: Amadea Pranastiti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img