Saturday, August 13, 2022

Sirih Bumi Penghancur Asam Urat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Binahong Anredera cordifolia hilangkan nyeri di persendianGito Saroyo menangis untuk melampiaskan sakit yang tak tertahankan pada 2010 itu. “Untuk bergerak sedikit saja sakit,” kata Gito. Selama nyeri hebat, ia takut makan karena berjalan ke kamar mandi untuk buang air adalah aktivitas yang menyiksa. Gito tak mampu berjalan akibat nyeri sendi. Itulah sebabnya bobot tubuhnya anjlok 10 kg. Santosa, putra laki-laki Gito yang sering menunggui, pun kerap begadang. “Kalau kambuh melebihi orang stroke, karena kedua kaki nggak bisa digerakkan,” ujar Santosa.

Sebetulnya sudah lama pria 66 tahun itu merasakan nyeri, yakni sejak 1995. Ia menyangka nyeri seperti itu sebuah  kelaziman seiring usianya yang menua. Namun, nyeri itu makin lama kian hebat. Puncaknya terjadi pada 2010 ketika Gito tak mampu berjalan lagi. Oleh karena itu, Santosa membawa sang ayah ke dokter. Dokter mendiagnosis rematik dan asam urat. Ketika itu dokter menyuntik dan memberikan obat pereda nyeri.

Sirih bumi

Berangsur-angsur kondisi Gito membaik, nyeri sendi pun hilang. Namun, setelah efek suntikan dan obat habis, Gito kembali meraung kesakitan merasakan nyeri yang luar biasa di persendiannya. Santosa kembali membawa Gito ke dokter. Polanya selalu sama, dokter menyuntik, meresepkan pereda nyeri, Gito mengonsumsinya, nyeri hilang sesaat, dan kambuh lagi. Kondisi seperti itu berulang-ulang hingga tiga tahun. Bisa dipastikan dalam sebulan 1—2 kali Gito pergi ke dokter untuk suntik.

Melihat kondisi Gito terbaring lemah dan selalu menangis kesakitan, para tetangga menyarankan untuk membawanya ke rumahsakit ortopedi di Surakarta, Jawa Tengah. Namun, Santosa menolak. “Obat dokter saja sudah tidak mempan, nantinya di rumahsakit juga diberi obat yang sama,” kata Santosa. Bungsu dari 4 bersaudara itu memilih menghubungi herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana. Ia menceritakan kondisi ayahnya yang lumpuh.

Di kalangan warga Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Lina bukan orang asing lagi. Warga banyak mengenalnya, karena Lina juga membuka praktek pengobatan herbal di Wonogiri. Malam itu juga Lina mendatangi dan memeriksa kondisi Gito. Mula-mula ia merangsang kaki Gito dengan api untuk mengaktifkan saraf-saraf mati. Menurut Lina Mardiana, Gito menderita asam urat akut.

Gito mengalami kelumpuhan, tetapi tangan dan kakinya masih lemas dan bisa digerakkan. “Asam urat akut biasa menyerang persendian, yang menyebabkan kinerja peredaran darah kurang lancar,” kata Lina. Untuk mengatasi gangguan persendian itu Lina menyarankan Gito untuk meminum rebusan sirih bumi. Sirih bumi Peperomia pellucida  tanaman liar yang biasanya tumbuh di lokasi lembap seperti di pot-pot tanaman hias. Santosa mencari tanaman anggota famili Piperaceae itu di bukit tak jauh dari rumahnya.

Ia mencabut sirih bumi, termasuk akar, mencuci bersih, dan mengeringanginkan dalam wadah berlubang agar air yang menempel di tanaman hilang. Lalu, ia merebus 250 gram sirih bumi segar yang kering angin dalam 1,5 liter air, hingga mendidih dan air tersisa setengahnya. Gito minum rebusan itu untuk 1—2 hari. Mengonsumsi rebusan sirih bumi menyebabkan kondisi Gito kian membaik. Tiga hari setelah mengonsumsi rebusan sirih bumi, nyeri sendi yang Gito rasakan berkurang. Karena membaik, Gito melanjutkan konsumsi rebusan sirih bumi.

Balur binahong

Satu pekan setelah konsumsi, Gito sudah bisa berdiri. Itu perkembangan yang luar biasa setelah 40 hari “lumpuh”. Keruan saja Gito senang bukan kepalang. Konsumsi selama 2 pekan, Gito sudah bisa berjalan meskipun masih merambat dinding rumahnya. Ia mampu berjalan normal setelah sebulan rutin mengonsumsi rebusan sirih bumi.

Sebetulnya Lina bukan hanya meresepkan sirih bumi untuk mengatasi asam urat akut dan kronis itu. Herbalis itu juga meresepkan daun binahong.

Santosa mencacah 15 lembar daun binahong Anredera cordifolia, lalu memasukkan ke dalam 600 ml spiritus selama 5 menit, dan membalurkan di persendian yang nyeri. “Setelah dioleskan, kaki terasa enteng,” kata Gito. Untuk mempercepat kesembuhannya, Gito juga menghindari makanan berlemak, teh, kopi, lalapan mentah, kangkung, bayam, daun singkong, dan kacang-kacangan. Beruntung, Gito termasuk orang yang penurut. Dia pun hanya meminum air putih demi kesembuhannya, bukan lagi teh dan kopi seperti sebelumnya.

Setelah konsumsi sirih bumi dan membalur binahong, kondisi Gito terus membaik. Setahun terakhir, ia tidak mengonsumsi obat resep dokter. Nyeri persendian juga hilang. “Kalau dulu memang sering kambuh, tetapi sekarang tak pernah,” ujar Santosa. Meskipun kondisinya membaik, bisa berjalan normal dan nyeri sendi jarang kambuh, bobot tubuh naik 10 kg menjadi 69 kg, Gito tetap mengonsumsi rebusan sirih bumi. “Kalau sehari tidak minum rebusan, badan terasa kurang segar,” kata ayah 4 anak itu.

Menurut Lina Mardiana sirih bumi mengganti cairan di persendian. Jika mengalami kelumpuhan, tetapi tangan dan kaki sudah kaku, Lina lebih menyarankan untuk konsumsi kacang hijau. Lina menjelaskan sampai saat ini belum ada ekstrak sirih bumi, karena karakter tanaman itu cukup sulit. Untuk sengaja ditumbuhkan susah, tetapi mudah tumbuh liar dengan sendirinya. Jika dikeringkan dengan sinar matahari akan lengket karena kadar airnya tinggi, dan jika dioven akan gosong karena struktur daunnya yang tipis. Yang paling mudah adalah meminum rebusan sirih bumi segar. (Desi Sayyidati Rahimah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img