Tuesday, May 5, 2026

Pasar Ekspor Patin Menggairahkan: Permintaan Pasokan 500 Ton Per Tahun

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Ekspor patin bisnis menjanjikan pada 2024. Menurut pemilik CV Wahana Sejahtera Food, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Samiono Abdullah, pasar ikan anggota famili Pangasidae itu terus tumbuh saban tahun.

Salah satu pasar potensial Pangasius sp. yaitu mengisi pasar ekspor Arab Saudi, terutama memasok katering kebutuhan umrah dan haji. Jumlah jemaah haji dari Indonesia setidaknya 220.000 orang per tahun. Belum terhitung umrah dengan kisaran 2 juta jemaah asal Indonesia per tahun.

“Sayang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan jasa jemaah haji kita baru bisa memenuhi hanya sekitar 10%,” kata Samiono. Artinya devisa yang kembali ke tanah air pun baru 10%. Itu belum termasuk patin sebagai salah satu komoditas unggulan.

“Pemenuhan kebutuhan jemaah haji asal Indonesia, terutama patin masih dipasok dari negeri jiran,” kata Samiono.

Malaysia dengan hanya 36.000 jemaah haji per tahun bisa memasok kebutuhan lauk pauk 100% dari pabrikan asal Malaysia sehingga devisa kembali ke dalam negeri. Apakah dari segi harga dan kualitas patin asal Indonesia bisa bersaing?

Menurut Samiono tentu patin asal Indonesia bisa bersaing dari segi kualitas dan harga. Pasalnya pada 2019, Indonesia melalui salah satu perusahaan ekspor mengirim 236,5 ton patin ke Arab Saudi. Saat itu tidak ada komplain atau keluhan dari konsumen. Dari sisi produksi atau pasokan dalam negeri pun tidak ada masalah.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) produksi patin rerata 360.000 ton per tahun. Adapun permintaan pasokan untuk jemaah haji hanya sekitar 500 ton per tahun. Dengan kata lain, pasar ekspor itu masih memungkinkan terpenuhi dari produksi dalam negeri. “Kendala yang dialami saat ini murni masalah regulasi,” kata Samiono. Baca juga Kendala Ekspor Patin.

Harga jual ekspor lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual di pasar lokal sehingga menambah pendapatan peternak. Harga patin di pasar lokal hanya Rp16.000—Rp21.000 per kg, sedangkan harga jual di pasar ekspor Rp40.000—Rp50.000 per kg. Adapun harga pokok produksi (HPP) Rp14.500—Rp16.000 per kg. Artinya petani masih untung membudidayakan patin. Baca juga Panen Patin 30 Hari Lebih Cepat.


Artikel Terbaru

Kapal Raksasa Bawa 17 Ribu Sapi Australia ke RI, Pakar IPB Ungkap Solusi Tekan Impor

Belakangan ini, pemberitaan media di Australia sedang ramai menyoroti pergerakan MV Al Kuwait. Kapal yang tercatat sebagai armada ekspor...

More Articles Like This