Trubus.id—Tumis labu siam menjadi salah satu menu favorit. Selain enak, labu siam juga menyehatkan. Salah satu khasiat labu siam yakni melawan penyakit inflammatory bowel disease (IBD) atau penyakit peradangan usus menahun.
Periset dari dari Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya Devy Ika Listyawati, Aulanni’am, dan Herawati, membuktikan khasiat labu siam melawan penyakit IBD. Hasil riset menunjukkan, kandungan flavonoid dalam buah labu siam mampu meredam peradangan kronis di saluran pencernaan, terutama di usus itu.
Untuk membuktikan hal itu, mereka menggunakan hewan uji 20 tikus jantan wistar umur 8—12 pekan berbobot 150—200 g. Tikus itu mereka bagi menjadi 4 kelompok perlakuan berbeda. Sebelum membuat air perasan, Devy dan rekan menghilangkan saponin dari labu dengan membelah 2 buah labu.
Selanjutnya menggosokkan kedua potongan itu satu sama lain hingga keluar buih putih. Mereka lalu mengupas labu, merendam 10 menit dalam air, dan mengering anginkan selama 10 menit. Sebanyak 50 g dan 100 g labu itu kemudian mereka parut dan peras. Untuk menghasilkan 30 ml air perasan labu siam Devy membutuhkan 50 g buah segar.
Air perasan itu mereka endapkan 3 jam hingga menghasilkan lapisan bening dan endapan. Lapisan bening itulah yang mereka berikan kepada tikus selama 14 hari perlakuan. Hasilnya, tikus yang mendapat perasan labu siam membaik dari penyakit IBD dengan indikasi menurunnya aktivitas enzim protease dan ekspresi tumor necrosis factor alpha (TNF-α).
Peningkatan aktivitas enzim protease mengindikasikan terjadinya inflamasi pada jejunum tikus hasil induksi indometasin. Selain itu, pada keadaan inflamasi, akivitas protease meningkat, dan memicu kerusakan jaringan.
Kelompok yang mendapat perasan labu siam dosis 10 g per ekor mengalami penurunan aktivitas protease 26%, sementara kelompok yang mendapat 20 g air perasan menurun 44%. Bandingkan dengan tikus yang hanya mendapat indometasin, aktivitas proteasenya meningkat 242%.
Tikus yang mendapat terapi perasan labu siam dosis 10 g per ekor mengalami penurunan TNF-α sebesar 43%. Sementara pada tikus yang mendapat perasan labu siam dosis 20 g per ekor mengalami penurunan TNF-α sebesar 61%.
Bandingkan dengan tikus yang hanya mendapat indometasin, ekspresi TNF-Į mengalami peningkatan sebesar 363%. Flavonoid dalam air perasan labu siam itu bersifat antioksidan yang meredam gejala IBD.
