Friday, January 16, 2026

Pasar Jamur Tiram dan Olahan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Jamur tiram salah satu komoditas yang menjadi incaran. Kini para petani tidak hanya memasok jamur tiram segar, tetapi ada yang merambah pada pasar  olahan jamur.  Petani jamur tiram dari Desa Ngembes, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ali Mustofa misalnya.

Ali mengolah serbuk jamur tiram. Volume pasokan 100—200 kg per pekan atau maksimal 800 kg serbuk jamur tiram per bulan. “Permintaan rutin 500 kg per pekan,” kata Ali.

Ia  memeroleh harga Rp200.000 per kg serbuk. Harga itu menguntungkan dibandingkan dengan menjual tiram segar. Pengolahan jamur tiram berendemen 10%. Sekilogram tepung berasal dari 10 kg jamur segar berkadar air 25%.

Menurut Ali tepung jamur tiram untuk memasok pasar Tiongkok. “Memasok pasar ekspor sebetulnya menguntungkan,” kata Ali. Sayangnya, pengiriman terhenti karena pembeli menghendaki pasokan lebih besar.

Selain tepung ada juga permintaan baglog rutin dari Korea Selatan. Namun, Ali belum memenuhi permintaan karena masih proses penjajakan. Harap mafhum, Ali memfoksukan pasokan untuk 50 petani mitra yang memerlukan 300.000 baglog per bulan.

Kini Ali memasarkan 1.000 kg jamur segar per pekan ke Kabupaten Pati dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sebetulnya permintaan jamur tiram lebih besar. Namun, Ali belum sanggup memenuhinya.

Menurut ahli agribisnis di Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., CSCM, permintaan jamur tiram meningkat seiring dengan kesadaran kesehatan.

“Permintaan terutama untuk pemenuhan protein nonhewani dari penganut gaya hidup vegan,” kata doktor Teknologi Industri Pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Tomy menuturkan, mesti banyak inovasi agar bisnis jamur tiram berkelanjutan. “Bukan sekadar inovasi produk, tetapi inovasi di sisi model bisnis,” kata Tomy. Menurut Tomy aspek pasar menentukan keberlanjutan bisnis.

Magister Agribisnis alumnus Institut Pertanian Bogor itu mencontohkan pasar ekspor baru. “Jika sebelumnya hanya memasok ke negara Asia, model bisnis baru berarti mencari pasar baru misal ke Jerman dan Amerika Serikat,” kata Tomy.

Baca selengkapnya pada Majalah Trubus edisi 632 Juli 2022/LIII membahas tuntas Jamur Tiram: Inovasi dan Pasar Besar pada Google Play.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img