Monday, February 26, 2024

Pemanfaatan Limbah Kayu Putih

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Redemen penyulingan daun kayu putih menjadi minyak mencapai 0,8—1%. Sisanya berupa daun dan ranting menjadi limbah penyulingan daun kayu putih (LPDKP). Komponen utama limbah kayu putih yaitu lignin, ekstraktif, dan selulosa.

Sayang, limbah biomassa itu hanya sebagian kecil yang digunakan lagi sebagai bahan bakar penyulingan. Selebihnya limbah itu tertumpuk di sekitar pabrik. Penumpukan dan pembiaran limbah daun kayu putih yang kian banyak diduga menyebabkan permasalahan lingkungan seperti polusi udara.

Menurut Pengendali Ekosistem Hutan Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kuok, Dodi Frianto, salah satu pemanfaatan limbah kayu putih yang berpotensi menjangkau pasar ekspor yakni briket arang.

Ketersediaan batok kelapa menjadi permasalahan utama dalam pembuatan briket arang karena kekurangan pasokan. Oleh sebab itu, limbah kayu putih berpotensi menjadi alternatif pengganti batok kelapa yang ramah lingkungan.

Arang pohon kayu putih yang dipirolisis dalam retort listrik pada suhu 500°C selama 3 jam secara umum memenuhi SNI 01- 1683-1989, SNI 06-4369-1996, dan standar Malaysia. Kayu putih dapat dikembangkan menjadi bahan baku pembuatan briket arang yang memenuhi syarat nilai kalor briket arang berdasarkan SNI 01-6235-2000.

Nilai rata-rata rendemen arang 28,090—28,545%, kadar air 4,605—5,413%, dan kadar zat mudah menguap 30,286—34,635%. Adapun kadar abu 1,840—2,386%, kadar karbon terikat 58,374—62,460%, dan nilai kalor 6.937,427—7.530,089 kal/g.

Bahan baku limbah kayu putih juga dapat dijadikan arang aktif dengan aktivasi panas 900°C selama 3 jam. Perlakuan itu memenuhi syarat mutu arang aktif teknis SNI 06-3730-1995, arang aktif untuk pemurnian minyak makanan SNI 06-4262-1996, dan arang aktif untuk air minum SNI 06-4253-1996.

Rendemen arang aktif 60,24—76,87%, kadar air 2,15—6,70%, kadar zat mudah menguap 20,55—38,10%, kadar abu 2,50— 3,85%, dan kadar karbon terikat 53,65— 77,50%. Selain itu daya serap terhadap uap 3,25—10,62%, daya serap terhadap iodium 852,45—1.375,28 mg/g dan daya serap terhadap metilen biru 28,65—34,25 mg/g.

“Dilihat dari jenisnya, limbah daun kayu putih tergolong jenis limbah organik,” ujar Dodi.

Limbah daun kayu putih merupakan limbah organik yang mengandung unsur karbon (C) dan mudah terdekomposisi oleh bakteri dan cendawan. Sebagian limbah daun kayu putih yang melimpah sudah ada yang berubah wujud menjadi kompos.

Kompos merupakan nutrisi bagi tanah maupun tanaman yang berperan meningkatkan kesuburan tanah. Jadi, pemanfaatan lain limbah daun kayu putih yaitu menjadi kompos. Dekomposisi kompos berlangsung secara anaerob setelah menambahkan 1 ml larutan dekomposer untuk 1 kg bahan baku. Artinya 1 liter dekomposer untuk 1 ton limbah daun kayu putih.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img