Friday, January 16, 2026

Pemerintah RI Genjot Ekspor Udang Vannamei Asal Sulawesi Tengah ke Mesir

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Atase Perdagangan Kairo, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah berkolaborasi menggenjot ekspor produk udang vannamei dalam negeri ke pasar Mesir.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Mesir Lutfi Rauf menuturkan bahwa Pemerintah RI terus bersinergi menggenjot ekspor produk udang vannamei dalam negeri ke pasar Mesir.

Salah satunya dengan mengunjungi tambak budi daya udang vannamei milik  PT Esaputlii Prakarsa Utama (EPU) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada PT EPU yang memiliki ketersediaan produk udang vannamei untuk memenuhi permintaan pasar nasional. Selain itu, PT EPU diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar Timur Tengah, khususnya pasar Mesir,” ujar Lutfi pada siaran pers.

Lebih lanjut Lutfi menuturkan bahwa produk udang vannamei hasil budi daya PT EPU salah satu produk perikanan dan hasil laut yang digemari konsumen di pasar Mesir. Menurut Lutfi Mesir pasar potensial bagi produk-produk unggulan Indonesia, termasuk udang vannamei.

“Hal tersebut membuktikan udang vannamei dari Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi. Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan volume ekspor ke pasar Mesir,” ujar Lutfi.

Atase Perdagangan Kairo M. Syahran Bhakti S menuturkan dengan adanya sistem digitalisasi data operasional udang saat ini yang memperhitungkan keberlanjutan usaha dan lingkungan sekitar akan memberikan nilai positif bagi PT EPU. Hal tersebut diharapkan dapat mendatangkan buyers potensial dari Mesir dan negara-negara lain di sekitarnya.

“Produk perikanan dan hasil laut Indonesia dengan kode sistem harmonisasi HS 1604 yang diekspor ke Mesir pada 2023 mencapai USD2 juta atau setara Rp30 miliar. Di sisi lain, ekspor produk ikan beku dengan kode sistem harmonisasi 0303 berhasil meraup USD855 ribu atau setara Rp13,2 miliar,” tutur Syahran.

Direktur Utama PT EPU Ahmad Bhakty Baramul mengungkap bahwa PT EPU telah membuka tambak udang vannamei seluas 245,96 hektare (ha) di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

“Hal tersebut guna mewujudkan visi PT EPU menjadi industri perikanan budi daya terintegrasi, modern, serta terkemuka di Indonesia, khususnya produk udang vannamei,” ujarnya.

“Kami berharap dapat melakukan panen sebanyak tiga kali dalan setahun. Hasil panen ini diharapkan dapat menghasilkan produksi udang vannamei sejumlah 12,4 ribu ton,” tutur Bhakty.

Menurut Bhakty jumlah itu guna memenuhi permintaan  domestik dan harapannya dapat memenuhi permintaan ekspor dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, Australia, Uni Eropa, hingga negara-negara di Asia dan Timur Tengah.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img