Trubus.id— Novha Kasya—yang bersangkutan enggan disebut nama asli—kerap merasakan sakit di bagian perut sejak 2002. “Perut melilit dan membuat saya tidak nyaman,” tutur warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu.
Sakit itu menjadi-jadi terutama saat Novha menstruasi. Meski demikian, perempuan 36 tahun itu tidak memeriksakan diri ke dokter. Ia menganggap hal biasa. Pada 2014 Novha mendapati benjolan di perut sebelah kanan.
Berselang sebulan kondisi Novha makin parah. Bahkan, ia tak mampu bangun dari pembaringan. “Saya hanya bisa berbaring karena lemas. Perut seperti diremas sekuat tenaga dan bobot tubuh pun turun hingga 11 kg,” kata Novha.
Saat itu keluarga membawa Novha ke dokter di dekat rumah. Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) sangat mengejutkan. Di dekat indung telur terdapat tiga kista pada bagian perut sebelah kanan dan kiri. Satu ukuran kista mencapai 4 cm × 3 cm × 2 cm.
Dokter spesialis obsetriginekologi di Rumah Sakit dr. Sardjito Yogyakarta, dr. M. Nurhadi Rahman, Sp.O.G., mengatakan bahwa kista merupakan cairan yang terbungkus kantong tipis.
Menurut Nurhadi Rahman penanganan penyakit kista bisa melalui operasi. Dokter yang menangani Novha mengambil keputusan yang sama, yakni operasi pengangkatan kista. Setelah operasi, Novha bugar dan menjalani beragam aktivitas seperti biasanya.
Nurhadi menjelaskan bahwa kista dapat tumbuh di bagian mana pun seperti otak, hati, kandungan, payudara, dan rahang. Selain itu kista yang hadir di indung telur biasa disebut kista ovarium. Adapun kista yang menyebabkan nyeri saat haid disebut kista endometriosis.
Dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu mengatakan kista bisa menimbulkan sakit jika terpuntir, pecah, tumbuh hingga melebihi 5 cm dan tergolong ganas (kistadenoma). Salah satu penyebab kista indung telur yakni gangguan terbentuknya hormon hipofisa, hipotalamus, dan indung telur.
Kista indung telur terbentuk antara masa pubertas hingga menopouse. Penyebab lain faktor keturunan yang memicu terbentuknya kista. Namun anak pembawa gen penyakit itu dapat menghindari dengan memperbaiki pola hidup seperti olahraga secara teratur, tidak merokok, dan mengonsumsi makanan sehat.
Cara lain mencegah kista dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan. Tujuannya menangkal radikal bebas penyebab kista.
