Tuesday, February 27, 2024

Pencinta Burung Cinta

Rekomendasi
- Advertisement -
Lovebird atau pale fallow salah satu varian lovebird yang digandrungi pehobi.
Lovebird atau pale fallow salah satu varian lovebird yang digandrungi pehobi.

Bersatu karena lovebird.

Sekitar 800 lovebird beragam jenis dan warna memadati lapangan PT Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur. Berkumpulnya burung cinta itu bukan untuk adu kicau, tetapi kontes kecantikan (beauty contest). Acara pada 9 April 2017 itu menjadi kontes kecantikan lovebird terbesar di Indonesia. Bandingkan dengan adu molek lovebird perdana yang hanya diikuti 60 burung pada 2013.

Artinya peningkatan jumlah peserta mencapai 1.200% dalam 4 tahun. Lazimnya pehobi melombakan burung anggota famili Psittacidae itu pada kontes kicau. Sejak 2013 ajang bagus-bagusan lovebird bermunculan di berbagai daerah. Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) berperan besar memasyarakatkan kontes kecantikan lovebird. Semula KLI hanyalah grup komunitas kecil di media sosial bikinan Benny Rustam dan 12 rekan.

Berkembang
Tujuan awal komunitas yang terbentuk pada 10 Februari 2010 itu sebagai sarana berbagi informasi perawatan lovebird. Menurut Benny animo pehobi lovebird di Indonesia sangat tinggi. Musababnya memelihara burung bukan sekadar hobi, tapi sudah membudaya. Pelan tapi pasti komunitas berkembang. Pada 2011 koordinator wilayah pertama yang meliputi Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang mengadakan sarasehan.

Benny Rustam, ketua Komunitas Lovebird Indonesia.
Benny Rustam, ketua Komunitas Lovebird Indonesia.

“Saat itu anggota Komunitas Lovebird Indonesia sekitar 10.000 orang,” kata Ketua KLI, Benny Rustam. Setahun berselang para anggota bertemu di dunia nyata dan mengusulkan penyelenggaraan kontes kecantikan lovebird. Harapannya agar perjumpaan itu menghasilkan sesuatu yang bermakna. Benny dan rekan segera merumuskan aturan kontes yang masih menjadi hal baru saat itu.

Setelah mencari beragam referensi dan berdiskusi, panitia perumus menetapkan kandang berukuran 40 cm x 40 cm sebagai tempat lovebird menampilkan keelokan. Panitia menumpuk kandang hingga 3 tingkat dalam lima barisan yang berjejer untuk satu tempat penyangga mirip papan tulis. Lazimnya 2—3 penyangga dipakai dalam satu kontes, sehingga terdapat 45 burung sekali penjurian untuk satu kelas.

Kontes pertama pada 23 Juni 2013 cukup meriah dan dihadiri 60 burung dari berbagai daerah di tanah air. “Jumlah itu sudah bagus untuk kontes perdana,” kata Benny. Sebelum lomba panitia melakukan 2—3 kali simulasi sederhana agar acara berjalan lancar. Meski kontes berlangsung sukses pada 2013—2015, panitia penyelenggara merugi. Musababnya jumlah peserta masih sedikit meskipun animo tinggi.

Komunitas Lovebird Indonesia (KLI)
Komunitas Lovebird Indonesia (KLI)

Menurut Ben KLI—sapaan akrab Benny Rustam—peserta sedikit karena mereka belum menghafal penilaian kontes. “Mereka takut kalah saat melihat lovebird berbulu bagus berpartisipasi. Padahal, belum tentu burung berkelir indah juara karena warna cuma salah satu poin penilaian,” kata pehobi lovebird sejak 1989 itu. Meski kerap merugi Benny dan kawan-kawan tidak menyerah dan terus menyelenggarakan kontes karena hobi.

Bermanfaat
Selain itu kontes juga sarana edukasi kepada masyarakat. Usaha Ben KLI dan rekan membuahkan hasil. Sejak 2015 peserta kontes makin banyak. Puncaknya kontes yang dihadiri sekitar 800 lovebird pada April 2017. Selain kontes kecantikan, kegiatan lain KLI yaitu menerbitkan majalah lovebird bekerja sama dengan organisasi lovebird dari Belgia yaitu Belgische Vereniging Agaporniden (BVA) sejak 2016.

“Kami menerjemahkan majalah itu ke bahasa Indonesia,” kata kata pria berumur 48 tahun itu. Menurut anggota KLI asal Tangerang, Provinsi Banten, Ahmad Syaifudin, kehadiran KLI bermanfaat karena mengedukasi cara berternak lovebird yang baik dan benar. Dengan begitu peternak lebih memahami kualitas lovebird unggul. “Selannjutnya peternak bisa memilih menghasilkan lovebird untuk keindahan atau kicauan. Harus jelas pangsa pasarnya,” kata Ahmad Syaifudin.

Kontes kecantikan lovebird ramai sejak 2015.
Kontes kecantikan lovebird ramai sejak 2015.

Banyak anggota KLI yang menangguk untung relatif tinggi dengan budidaya dan menentukan pangsa pasar tepat. Penangkar lovebird asal Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Yunan Helmi, menuturkan KLI mengajarkan peternak agar tidak sembarangan menyilangkan lovebird. Alasannya burung cinta bergalur murni justru lebih berkualitas dan harganya lebih tinggi.

Ben mengatakan KLI adalah keluarga besar. “Sangat jarang suatu komunitas memiliki kaitan erat antaranggota. “Kami mengutamakan kebersamaan untuk kemajuan bersama” kata pria asli Medan, Sumatera Utara, itu. Kini jumlah anggota KLI bertambah signifikan pasca tujuh tahun berdiri. Pada Mei 2017 sebanyak 107.597 anggota tergabung dalam KLI di bawah naungan 50 koordinator wilayah. Ben dan rekan tidak menyangka KLI menjadi komunitas besar. Bersama KLI kualitas lovebird Indonesia dapat bersaing di kancah global. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Konsumsi Jamur dari Hasil Budidaya Organik

Trubus.id— Prinsip dasar pertanian atau budidaya jamur organik memang meminimalkan penggunaan bahan dari luar lingkungan seperti penambahan zat tumbuh...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img