Saturday, August 13, 2022

Penggerus Kolesterol dari Negeri Tirai Bambu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Mujarabnya daun bambu untuk mengatasi kolesterol dibuktikan oleh Sri Wahyuningsih. Ia kerap mengkonsumsi makanan tinggi lemak sejak kecil sehingga tubuhnya kian melebar. Namun, bobot tubuh yang melonjak, dianggap sebagai kewajaran seiring bertambahnya usia. Tinggi tubuh perempuan berusia 32 tahun itu 153 cm dengan bobot 65 kg. Belakangan ia sering merasa lelah sehingga mendorongnya untuk memeriksakan diri ke dokter. Hasil pengecekan di laboratorium menunjukkan kadar kolesterol ibu 2 anak itu 492 mg/dl; kadar normal maksimal 200 mg/dl.

Sang suami, Didy Lohita, menganjurkan agar Sri mengkonsumsi ekstrak daun bambu Phyllostachys glauca. Didy pernah mengkonsumsi ramuan itu ketika merasa cepat lelah akibat katup jantung bocor. Di dalam kitab Puji Fang atau Resep Suci Berbagai Penyakit yang dibuat pada Dinasti Ming disebutkan, daun bambu bersifat mendinginkan jantung. Pada Sri, setelah 3 pekan mengkonsumsi teh daun bambu, kadar kolesterolnya kembali normal, 200 mg/dl. Di tanahair, belum ada herbalis yang meresepkan daun bambu.

Aman

Menurut dr Yayan Sri Biyantoro, dokter alumnus Universitas Airlangga, kolesterol terjadi karena konsumsi pangan tinggi lemak jenuh. Penyebab lain berupa faktor genetis atau bawaan karena lever memproduksi kolesterol dalam jumlah besar. Tingginya kadar kolesterol dalam darah menyebabkan lemak menempel di dinding pembuluh darah hingga terjadilah ateriosklerosis alias penyempitan pembuluh nadi.

Penyempitan itu akibat terbentuknya ateroma sehingga pembuluh nadi kaku dan sempit. Ateroma mengandung banyak kolesterol, endapan kapur, dan serabut otot polos. Ateriosklerosis dapat terjadi di mana-mana. Bila penyumbatan di dalam pembuluh darah otot jantung, timbul penyakit jantung koroner.

Yu Zhang periset Departemen Ilmu Gizi dan Nutrisi, Universitas Zhejiang, China, menemukan 4 senyawa aktif flavonoid glikosida terutama jenis karbo-glikosida di dalam ekstrak daun bambu. Jenisnya berupa poligonum oriental glukosida, isopoligonum oriental glukosida, viteksin, dan iso-viteksin. Selain itu, teh daun bambu juga mengandung asam fenolat, antrasikuinin, amilosa, lakton kumarin, mangan, dan besi.

Jenis asam fenolat dalam daun bambu antara lain asam sinamat, asam klorogenat, asam kafeat, dan asam ferulat. Hasil penelitian Zhang, dari 6,5 g flavonoid dihasilkan 49 mg orientin, 142 mg homoorientin, 15 mg viteksin, dan 62 mg isoviteksin. Senyawa-senyawa itu bersatu memerangi kolesterol Sri sebagaimana terbukti dalam uji klinis yang dilakukan oleh Shanghai First People Hospital, China.

Riset itu melibatkan 78 pasien berusia 35 – 80 tahun yang memiliki metabolisme lemak rendah. Dampaknya tubuh sulit mencerna lemak sehingga memicu beragam penyakit. Nilai serum kolesterol darah mereka melebihi 5,98 mmol/liter (kadar normal 5,2 mmol/l), trigliserida lebih dari 2,2 mol/l (kadar normal: 0,1 – 1,7 mmol/l), dan high density lipoprotein HDL alias kolesterol baik 1,04 mmol/liter (kadar normal: 1,3 mmol/l untuk perempuan dan 1 mmol/liter bagi laki-laki).

Mereka dibagi menjadi 2 grup. Satu kelompok mengkonsumsi ekstrak flavonoid asal daun bambu sedangkan kelompok kedua mengkonsumsi ginko biloba selama 12 minggu. Hasilnya setelah 3 bulan, kadar trigliserida pasien yang mengkonsumsi daun bambu menurun 33,3% dari rata-rata 3,3 mmol/liter menjadi 2,2 mmol/liter.

Peningkatan kadar trigliserida itu juga diikuti dengan peningkatan kadar HDL sebanyak 27,3%, dari sebelumnya 1,1 mmol/liter menjadi 1,4 mmol/liter. Selain itu, fl avonoid asal daun bambu juga terbukti aman bagi tubuh karena tidak mempengaruhi kandungan darah, urine, kadar gula, dan fungsi hati serta ginjal.

Memecah hidrogen

Mekanisme kerja daun bambu mengontrol kolesterol dengan meningkatkan aktivitas glutation peroksida (GSH-px) dan superoksida dismutase (SOD). SOD senyawa aktif yang melawan aktivitas superanion radikal bebas pencetus oksidasi lipida. Namun, reaksi penghambatan oleh SOD menghasilkan hidrogen peroksida yang membahayakan tubuh. Untung ada GSH yang memecah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. ‘Daun bambu pengencer lendir, termasuk lendir yang tak terlihat seperti lemak kolesterol dalam tubuh,’ kata dr Wiiliam Adi Teja, ahli Pengobatan Timur alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine, China.

Berapa jumlah daun bambu yang mesti dikonsumsi? Penelitian oleh Departemen Kedokteran Gizi Universitas Zhejiang, China dilakukan pada tikus yang diberi pakan kaya lemak sehingga mengidap kolesterol tinggi. Setelah itu satwa pengerat diberi konsumsi fl avonoid asal daun bambu berdosis 0,1 g, 0,2 g, dan 0,6 g/kg bobot tubuh.

Hasil konsumsi pakan kaya lemak selama 28 hari meningkatkan bobot tubuh 60%, trigliserida 116,67% – dari 60 mmol/liter menjadi 130 mmol/liter – dan kadar HDL menurun 10% dari 33 mmol/liter menjadi 31 mmol/liter. Trigliserida tikus berkolesterol tinggi yang diberi 0,1 g/kg flavonoid daun bambu, tetap meningkat 100% dari 61 mmol/liter menjadi 121 mmol/liter. Kadar HDL juga meningkat 16% dari 31 mmol/liter menjadi 36 mmol/liter.

Begitu pula trigliserida tikus yang mengkonsumsi 0,2 g/kg fl avonoid daun bambu, meningkat 25% dan HDL 9,3%. Sedangkan nilai trigliserida tikus yang diberi 0,6 g/kg menurun 42,35%, tetapi kadar HDL meningkat 21%. Artinya konsumsi teh daun bambu dosis tinggi lebih efektif mengurangi kolesterol. ‘Oleh sebab itu, bagi orang yang telah mengidap kolesterol ada baiknya mengkonsumsi the daun bambu 2 gelas setiap hari,’ kata Dennis J Lopatty dari PT Chi Indonesia, distributor teh daun bambu di Jakarta. (Vina Fitriani)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img