Tuesday, February 27, 2024

Penggunaan Mesin Pintar Penebar Pakan Mampu Tekan FCR

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Pemberian pakan pada kolam ikan kini bisa dilakukan otomatis dengan mesin penebar pakan. Selain meringankan tenaga, juga efektif menekan Feed Conversion Ratio (FCR). Itu dibuktikan oleh Usman, S.Si., M.Si., peternak lele di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Usman membudidayakan lele pada kolam beton dengan padat tebar 400 ekor per meter persegi. Menggunakan mesin penebar pakan, rasio konversi pakan (FCR) hanya 0,94. Angka itu menunjukkan, pemberian 0,94 pakan menghasilkan 1 kg daging.

Bandingkan dengan peternak lain, FCR mereka 1,2. Menurut Usman, kecepatan pertumbuhan lele dipengaruhi oleh kualitas pakan dan cara peternak memberikan pakan. Kelebihan menggunakan mesin penebar pakan lebih merata.

“Memberikan pakan secara manual kadang kurang merata sehingga banyak terbuang,” katanya.

Jika pemberian tidak merata, pakan hanya dikonsumsi ikan lele dominan, imbasnya pertumbuhan ikan pun tidak merata. Ada pula kondisi jika lele dominan itu kelebihan makan akan memuntahkan pakan sehingga pakan terbuang.

Menurut Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, M.S., peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, biasanya peternak memberikan pakan berlebih karena ingin cepat panen. Padahal, selain boros, pakan yang tersisa mengendap bisa meracuni ikan.

Sisa pelet mengendap dan membusuk melepaskan amonia ke air. Amonia membuat ikan lemas dan enggan makan. Akibatnya, lele rentan terserang penyakit mematikan seperti Aeromonas hydrophila.

Dengan menggunakan mesin penebar pakan, distribusi pakan bisa merata ke seluruh bagian kolam sehingga pertumbuhan ikan merata. Selain itu, dosis dan waktu pemberian pakan bisa diatur oleh peternak.

“Jika manual, pekerja mesti mengelilingi kolam agar penebaran merata,” kata Usman.

Kelebihan lainnya adalah pengaturan pemberian pakan bisa otomatis. Usman mengatur pemberian pakan sehari 4 kali. Artinya, mesin otomatis akan memberikan pakan selang 6 jam.

Usman mencontohkan, jika kebutuhan pakan 4 kg per hari, mesin akan menebarkan pakan secara merata masing-masing 1 kg selang 6 jam. Pemberian pakan sering dengan jumlah sedikit lebih baik dibanding pemberian pakan jarang dan banyak.

“Pemberian pakan sering dengan jumlah sedikit baik untuk pencernaan lele sehingga pertumbuhan pun optimal,” katanya.

Usman menuturkan, peternak pun bisa mengatur pemberian sesuai dengan kebutuhan harian ikan. Adapun kebutuhan pakan harian ikan 3% dari bobot tubuh. Artinya, jika bobot rata-rata ikan 10 gram dengan populasi 30.000 ekor, kebutuhan harian sekitar 9.000 gram per hari.

Peternak bisa mengatur dosis pakan seiring bertambahnya umur ikan. Adanya mesin pakan memudahkan pekerjaan, peternak tinggal mengecek ketersediaan pakan pada mesin dan aliran air di kolam.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img