Sunday, August 14, 2022

Penjinak Musuh Bernomor 189850

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Akibat daun menguning, mengerut, dan menebal tanaman tak dapat berfotosintesis. Itulah sebabnya tanaman yang terserang virus gemini pertumbuhannya terhambat dan gagal berproduksi. Jika produksi rata-rata 1 kg per tanaman, pekebun di Sleman, Yogyakarta, itu kehilangan 1,6 ton dari 2.000 tanaman. Dengan harga jual di tingkat pekebun Rp4.500 per kg, total kerugiannya Rp7,2-juta. Pekebun seperti Nur Khozin bertebaran di sentra-sentra cabai seperti Magelang, Kediri, dan Lampung.

Kejadian nahas itu tak terulang setelah ia melindungi cabai dengan kacang panjang. Ia menanam kacang panjang Vigna sinensis 5 hari sebelum penanaman cabai. Pada umur 50 hari, kacang panjang yang merambat itu relatif tinggi. Sayuran itu ditanam mengelilingi lahan dengan jarak 30 cm dan terdiri atas 2 lapis. Keperluan benih mencapai 12.000 buah. Susunan lapis kedua tidak sejajar dengan lapis pertama.

‘Sengaja dibuat zigzag agar lebih rapat, jadi hama tidak masuk,’ kata Nur Khosin. Hama? Yang dimaksud hama oleh Nur Khosin adalah kutu kebul. Serangga itu memang bukan penyebab virus gemini. Namun, kutu kebul kerap membonceng virus berukuran 18-30 nm itu. Ukuran kutu kebul yang hanya 1-1,5 mm menyebabkannya mudah terbawa angin dan hinggap di cabai. Oleh karena itu pagar kacang panjang harus dibuat serapat mungkin.

Sistemik

Kutu kebul, vektor alias penyebar virus kuning yang muncul pada musim kemarau itu mampu terbang sejauh 1,5 m. Ketinggian terbangnya 10 m di atas permukaan tanah. Namun, ia sering singgah di tanaman inang untuk mengisap cairan tanaman. Serangga anggota famili Aleyrodidae itu menusukkan mulut ke pucuk muda. Tusukan itu cukup dalam, sampai menembus jaringan vaskuler. Saat itulah virus masuk dalam floem. Floem adalah kulit batang bagian dalam dan berperan mendistribusikan protein dan karbohidrat.

‘Virus bersifat sistemik,’ kata Prof Dr Ati Srie Duriat, ahli virologi di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Bandung. Artinya, ia bisa masuk sampai ke dalam jaringan tanaman dan tetap bertahan hidup. Dalam jaringan tanaman, masa inkubasi virus selama 10-17 hari. Saat itu belum tampak perubahan pada morfologi cabai, karena biasanya bibit cabai 5 daun dipindahtanamkan setelah 25 hari di persemaian.

Karena masuk melalui floem, maka virus bisa mengisap hasil fotosintesis. Itu membuatnya berkembang biak dan merusak jaringan tanaman. Keberadaan virus dalam jaringan juga mampu menyebabkan perubahan susunan DNA dan RNA tanaman. Padahal, keduanya adalah komponen penting yang membawa kode materi genetik tanaman. ‘Itulah penyebabnya, mengapa daun tidak membentuk klorofil,’ kata Ati.

Spesies baru

Nur Khozin memperoleh informasi itu hasil dari menghadiri pertemuan antarpekebun cabai dan berdiskusi dengan petugas penyuluh lapang (PPL). ‘Kami bertukar pikiran tentang cara mengatasi serangan virus gemini,’ katanya. Ketika rekannya menganjurkan penggunaan kacang panjang, ia pun mengikutinya. Hasilnya menggembirakan.

Menurut Ir Sudadi Ahmad, pengamat pertanian, sampai saat ini belum ditemukan cara ampuh mengatasi penyakit kuning. Maklum saja, virus yang termasuk dalam genus Begomovirus itu termasuk spesies baru. DNA virus gemini di Indonesia dengan beberapa spesies di Bank Gen menunjukkan kesamaan sekuen DNA di bawah 90%. Artinya, virus gemini di Indonesia merupakan spesies baru.

Virus asli Indonesia itu tercatat di Bank Gen dengan nomor pendaftaran AB189850 dan diberi nama Pepper Yellow Leaf Curl Indonesia. Ia kerap meluluhlantakkan harapan pekebun karena memang sulit dijinakkan. Mencegah tetap lebih baik ketimbang harus mengatasi serangan. Memagari lahan cabai dengan kacang panjang atau jagung manis terbukti efektif mencegah virus gemini itu. (Lani Marliani/Peliput: Argohartono Arie Raharjo & Lastioro Anmi Tambunan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img