Friday, December 9, 2022

Perang Bintang di Kota Pahlawan

Rekomendasi

Enam jawara dari tiap kelas tak berdaya menggeser ryukin milik Welly Luxza P itu dari tahta tertinggi kontes. Ketiga juri sepakat menobatkannya sebagai grand champion dan berhak memboyong Piala Gubernur Jawa Timur. Pada perhelatan akbar itu berlangsung pula kontes lou han, cupang, dan diskus.

Penampilan ryukin di kelas senior itu memang mempesona. Ia tampil prima sejak penilaian fi rst impression. “Secara keseluruhan ikan itu sempurna,” papar Abbas, juri asal Jakarta. Bentuk tubuh bulat, proporsional, punuk tinggi, dan merah-putihnya mencolok. Sirip punggung tegak dan mengembang. Pun ekor belakang sehingga menutup 2 sirip anal. Ikan sangat lincah, tanda sehat.

Saat perebutan gelar grand champion ikan milik kolektor asal Magelang, Jawa Tengah itu tak mendapat perlawanan berarti dari kampiun lain. “Enam jawara tiap kelas itu ngga ada yang tampil. Justru pesaing berat dari juara 2 di kelas yang sama,” ujar Roy JW Laksono, juri asal Malang. “Sayang ikan itu pengisi akuarium RYS 23 itu agak nungging dan sirip dorsal belakang atas sedikit menekuk.

Pertama di Indonesia

Selain maskoki sideview, kontes ini juga menandingkan maskoki topview. Meski kontes perdana tetapi animo peserta cukup tinggi. Ada 16 ikan turun berlomba. Juara di kelas ini direbut penghuni akuarium RCTV 04. “Pada penilaian overall maskoki milik Kiking Zamorano itu sudah unggul,” tutur Roy JW Laksono.

Ketika diletakkan di baskom ikan itu dengan cepat beradaptasi. Dengan lincah ia berenang memutari baskom. Ekor mengembang mirip bunga sakura terutama saat bergerak. Gaya renang dan ekor yang bagus memperoleh poin tertinggi, masing-masing 25%.

Kontes maskoki di Supermal Pakuwon Indah itu untuk pertama kali diadakan di Surabaya. Toh jumlah peserta membludak hingga 133 ikan. Mereka datang dari Jakarta, Bandung, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Tak heran kontes itu didukung banyak pihak . Salah satunya PT Japfa Comfeed yang memproduksi pakan lou han Hokky. “Even ini bisa menjadi pemicu maraknyaikan hias di Indonesia,” ujar Wisnu, marketing manager dari divisi pet food.

“Ini kontes pertama kali di Indonesia yang mempertandingkan 4 jenis ikan sekaligus. Even ini dianggap bergengsi lantaran memperebutkan piala Imam Utomo, Gubernur Jawa Timur,” ujar Hengky, ketua pelaksana kontes. Putra dari Gubernur Jawa Timur—Toto Tantuko, juga turun tangan dalam penyelenggaraan kontes sebagai ketua umum.

Cinhua rajai kontes

Di tempat sama lou han turut memamerkan kecantikan kontes diikuti 330 peserta, terbagi dalam 15 kelas. Jumlah itu terbilang besar meski tidak sesuai dengan target 500 ikan. Toh yang turun ke arena lou han-lou han jawara dari berbagai kontes. Sebut saja cinhua milik Handoko Basuki. Ikan yang turun di kelas 22 cm ke atas itu dinobatkan sebagai grand champion mengalahkan 14 kampiun tiap kelas.

Penampilan penghuni akuarium CHA 12 itu sangat prima. “Sosok istimewa. Bentuk tubuh ideal, ukuran jumbo, ekor mengembang dan saling menutupi. Mutiara besar-besar dan penuh menutupi seluruh permukaan tubuh,” ungkap Suryanto, juri asal Jakarta. Degradasi warnanya juga rapi. Selain itu ia atraktif dan lincah. Tak heran jika keempat juri—2 dari Jakarta dan 2 dari Malaysia—sepakat menobatkan cinhua itu sebagai yang terbaik.

Rivalnya di kelas golden base harus puas sebagai juara kelas. “Sebetulnya ikan itu tak kalah cantik. Tubuh berwarna merah jingga ngejreng, nongnong besar, dan bertaburan mutiara meski tidak penuh. Jarang ada golden base seperti itu,” ujar Suryanto. Sayangnya bentuk tubuh ikanmilik Sofyan itu kurang bagus.

Bergairah

Pertandingan cupang dan diskus pun tak kalah seru, Cupang diikuti 205 dan diskus 72 kontestan. Itu di luar dugaan. Peserta datang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Temanggung, Malang, Banjarmasin bahkan Singapura.

Di cupang hias, jawara kelas senior mascot menduduki tahta tertinggi. Sejak awal penghuni akuarium SM 03 itu diprediksi bakal menjadi jawara. Maklum, “Penampilannya sempurna. Warna rapi dan serasi, mental bagus, ukuran besar, dan serit utuh. Jarang ada cupang dengan serit serapi dan utuh seperti itu,” papar Yakin, juri asal Surabaya. Ketiga juri mufakat menganugerahkan gelar terbaik pada ikan milik Betta Aduhai ketimbang rivalnya, juara di kelas senior kombinasi. Dari segi kerapihan cupang penghuni akuarium SK 05 itu meraih skor tinggi, tetapi warna kurang cerah.

Pertarungan di arena discus juga tak luput dari perhatian pengunjung. Discusdiscus berkualitas ikut andil menjajal kemampuannya. Setelah penilaian dari pukul 16.00 hingga 21.00 ketiga juri sepakat memilih juara di kelas open class sebagai yang terbaik. Bentuk tubuh bulat sempurna, bersih, sirip ekor dan punggung bening, dan lincah. Pesaingnya, jawara di kelas solid red dan brown tersingkirkan karena mogok tampil. Padahal discus di akuarium 09 itu jadi favorit pengunjung. (Bertha Hapsari)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img